
Shanum melangkah menuju ruang meeting ,hari ini ada investor yang akan menanamkan modal di perusahaanya karena Shanum menyanggupi persyaratan yang klien tersebut ajukan sedangkan perusahaan lain memilih undur karena mengetahui siapa investor tersebut .
Bukannya Shanum tak mengetahui siapa sebenarnya investor tersebut namun bukan Shanum namanya jika mundur sebelum berperang .
Meski klien mengajukan persyaratan yang berbelit-belit namun dengan penuh percaya diri Shanum menyanggupi semua.
Shanum berjalan ke kantor dengan wajah sedikit kesal ,sebenarnya siang ini ia ingin menghabiskan makan siang di resto yang terletak di sebelah gedung ini ,dimana ia bertemu dengan Rangga .
Tok tok tok .
"Masuk "perintah suara di dalam ruangan ,sebenarnya itu ruangan Shanum ,namun asistennya memberitahukan bahwa saat ini tuan Hardy berada dalam ruangannya sedang meeting dengan karyawan kepercayaanya ,beberapa kali Hardy meminta waktu pada Shanum untuk bertatap muka dengan orang kepercayaanya namun Shanum selalu menolak karena kesibukannya ,namun hari ini Hardy tiba-tiba datang .
Shanum melangkah memasuki ruangan ,tampak Hardy duduk di kursi kebesaran miliknya dan seorang pria tampak duduk tenang di hadapan pria paruh baya itu .
"Ada apa lagi pah,Shanum lapar nih "kalimat Shanum dengan nada manja karena saat ini waktu makan siang tapi malah papahnya memerintah tanpa penolakan agar Shanum menemuinya, terpaksa perut keroncongannya harus berdendang sedikit lama lagi .
"Papah mau mengenalkan kamu pada pria jenius ini Sha "Hardy memandang pemuda di hadapannya ,membuat Shanum penasaran siapakah yang telah mencuri hati papahnya dan sangat menyayangi karyawan satu itu bahkan sangat meng anak emaskan dirinya .
Shanum dengan langkah sedikit gontai mendekat ke arah tempat duduk pemuda di hadapan Hardy bermaksud untuk menyalaminya .
Matanya berubah bulat sempurna saat wajah yang sangat di kenalnya berdiri dengan senyum manis tersungging di bibir tipisnya .
__ADS_1
"Rangga..."ucap Shanum masih dengan bibir terbuka,membuat gemas pria di hadapannya ,dengan cepat Rangga mengulurkan tangan untuk menyalami Shanum .
"Jadi kalian sudah saling kenal ?"tanya Hardy .
Shanum menyambut uluran tangan Rangga dengan erat .
"Pah ,dia yang sudah nolongin Shanum waktu penyekapan itu pah"jawab Shanum dengan mata berbinar,ternyata karyawan kesayangan papah adalah Rangga ,namun Shanum merasa heran karena rona wajah Rangga sama sekali tak memperlihatkan keterkejutan saat mereka bertemu .
"Wah ,ini harus di rayakan ,Rangga ternyata hutangku padamu sangatlah banyak ,bahkan aku sepertinya tak bisa lagi untuk membayarnya ,jika tidak ada kau ,entah lah bagaimana sekarang nasib putriku ini "Hardy berkata penuh rasa haru sambil menepuk bahu Rangga .
"Kita harus merayakannya ,Sha ajak Rangga makan malam di rumah kita "
"Baik bos ,siap laksanakan "Shanum menjawab penuh semangat ,hatinya begitu senang ,ternyata selama ini mereka berada dalam satu gedung .
"Trima kasih tuan "Rangga mengangguk hormat saat Hardy melangkah pergi .
"Ngga ,jadi kamu kerja di sini ,kenapa aku tidak pernah melihatmu ?"tanya Shanum dengan wajah antusias .
"Hmm,aku sudah melihatmu di hari pertama kau menjabat sebagai CEO nona"jawab Rangga dengan senyum manis ,namun hatinya masih canggung karena Shanum yang kini telah menggenggam erat tangannya dengan mata berbinar ,hati Rangga sungguh tak bisa menyembunyikan debaran jantungnya .
"Ah ..jangan panggil aku seperti itu Ngga ,panggil aku seperti biasa jika kita bersama ,panggil aku Shanum ,tanpa nona"
__ADS_1
"Tapi di sini kau adalah bos ku dan aku adalah karyawan yang harus menghormatimu "Rangga berusaha melepaskan genggaman Shanum ,bagaimana pun mereka sudah akrab namun apa pendapat karyawan lain jika melihat seorang CEO nya sedang menggenggam erat tangan karyawannya .
"Tetaplah seperti ini nona,namun jika kita berada di luar kerjaan mungkin aku bisa mengabulkan permintaanmu "Rangga berucap tegas dengan memandang tajam manik mata Shanum .
Shanum mencebikan bibir mungilnya .
"Hmm ,okay aku setuju ,ehhm bagaimana kalau pulang kerja nanti kita JSNMB"ucap Shanum dengan wajah ceria .
"JSNMB...apa tuh ?"Rangga bingung .
"Jalan santai naik motor berdua ,aku tunggu di resto biasa ,tidak ada penolakan "kawan Shanum ,membuat Rangga terkekeh mendengar singkatan konyol yang di buat Shanum .
"Baiklah ,sekarang aku akan kembali ke ruanganku banyak tugas harus kuselesaikan "ucap Rangga dan berdiri hendak melangkah pergi dari ruangan Shanum dengan langkah tertatih .
"Ranggaa,kakimu kenapa???"tanya Shanum dengan suara melengking karena terkejut melihat Rangga berjalan dengan tertatih .
"Ehmm ,lecet nona semalem jatuh dari motor "
"Ya ampun Ngga ,kenapa kamu masuk kerja jika berjalanpun kau masih sakit"Shanum segera menyongsong tubuh Rangga dan menuntun tangannya berjalan ke arah pintu ,Rangga dapat mencium aroma harum tubuh Shanum yang berada di sebelahnya ,jantungnya kini berloncatan .
Ceklek .
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka dan muncul Kevin membawa map .
"Kalian ....kenapa ?"