
Dua hacker andalan yang Devon miliki telah bekerja tak kenal lelah ,tanpa mengenal waktu keduanya terus memantau pergerakan Black Demon .
Saat mereka lengah maka di saat itulah Devon akan meretas dan melumpuhkan sindikat aliran hitam itu ,namun jumlah mereka tak sebanding dengan team Devon ,meski di tunjang dengan peralatan canggih yang ia punyai namun belum dapat melumpuhkan B'D .
Beberapa hari ini bahkan Devon sedikit merasa pusing karena waktu tidur yang sedikit ,begitupun salah satu team nya pun nyaris tumbang ,kini satu orang tersisa tentu saja itu membuat Devon kalang kabut karena mereka berdua merupakan hacker andalan yang ia punya .
Ditengah kebingungannya ia teringat jika Hardy mempunyai seorang karyawan jenius yang sudah menjadi orang kepercayaannya.
Devon mengaduk minuman ice coffe yang ia pesan ,sudah berapa menit lewat dari yang Hardy janjikan .
"Sudah lama kau Von "suara Hardy yang tiba-tiba berada di belakangnya mengagetkan Devon .
"Ehmm belum lama juga om "jawan Devon .
Setelah perbincangan kemarin akhirnya Hardy menyetujui untuk bekerja sama dengan calon menantunya untuk melumpuhkan para hacker yang sedang mengincar Wijaya Corp .
__ADS_1
Dan siang ini Hardy menunggu kedatangannya untuk di kenalkan dengan orang kepercayaannya.
Devon celingak-celinguk karena Hardy datang seorang diri.
"Tenanglah sebentar lagi dia datang setelah jam makan siang selesai "ujar Hardy menyadari Devon yang tengah mencari keberadaan orang yang di janjikannya .
Di tengah perbincangan dengan calon mertua ,Devon di kejutkan dengan kedatangan Rangga yang sedang berjalan kearah mereka .
"Maaf telah membuat kalian menunggu lama"Rangga berujar sambil menyalami Hardy dan Devon yang masih dengan kebingungannya .
"Tidak apa-apa Ngga ,toh kami belum sampai satu jam menunggumu "Jawab Hardy .
Ternyata di balik ketenangan dan sikap seadanya, Rangga adalah seorang hacker handal yang selalu dapat mengatasi masalah di Wijaya Corp.
Tak heran jika ternyata Rangga menjadi anak emas Hardy ,karena kesetiannya pada perusahaan tidak di ragukan lagi .
__ADS_1
Ketenangan seorang karyawan yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata selalu dapat mengecoh musuh .
Dan kini Devon semakin mengerti jika Shanum memang tak salah pilih .
Dibalik ketampanan dan kepribadian yang tersembunyi rupanya Rangga merupakan salah satu hacker yang di percaya Hardy untuk menjadi tangan kanannya selain sebagai karyawan biasa di Wijaya Corp .
"Selamat siang tuan Dev " Rangga menjabat Devon dengan tenang ,dan di sambut senyuman ramah oleh Devon .
"Baiklah karena kalian sudah saling kenal maka kita akan langsung membicarakan ke intinya saja untuk mempersingkat waktu "Hardy memulai pembicaraan dengan wajah serius.
"Baiklah om ,aku akan menjelaskan pada Rangga garis besar cara kerja kita "Ujar Devon .
Ranggapun menyimak secara cermat apa yang Devon sampaikan meski baru secara permulaan,sengaja Devon belum merundingkan tak-tik yang akan di lakukan karena saat ini mereka masih berada di area umum dan takut jika kemungkinan ada mata-mata yang mendengar apa yang mereka bicarakan .
Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya meeting perkenalan berakhir dan Rangga kembali ke perusahaan .
__ADS_1
Devon pun pulang setelah Hardy terlebih dahulu pamit karena salah satu mantan kliennya memintanya untuk bertemu kangen setelah Hardy undur dari jabatan CEO nya.
Tubuh yang terasa penat dan mata terasa berat ,membuat Devon tertidur di sofa ruang tamu di apartemennya .