
Para pelayan hanya terbengong mendengar celoteh nona muda cantiknya ,bagaimana mungkin sekarang tanpa angin tak ada hujan tiba-tiba gadis cantik putri kesayangan tuan Hardy membicarakan tentang pasangan.
"Nona Shanum apakah sudah memiliki kekasih ?"tanya bibi pelayan dengan hati-hati takut membuat gadis itu marah .
Dua tahun sudah nona muda mereka telah menjalin ikatan dengan tuan muda Vero ,terpaksa Hardy menjalin kerja sama dengan sahabatnya David Malino untuk menjodohkan putranya dengan Shanum agar syarat menjadi seorang CEO bisa terpenuhi ,memang pertunangan yang telah lama terjalin bukan atas dasar suka sama suka namun Shanum sangat menghargai keputusan itu.
Vero Putra Malino adalah seorang pemuda pewaris perusahaan Malino corp.
Mereka telah bertunangan dua tahun lalu ,sesuai keinginan Malino bahwa pernikahan itu di laksanakan sesudah dirinya selesai menjabat di perusahaan ayahnya yang berada di negara xx.
"Bi,bukankah aku sudah memiliki seorang tunangan yang suatu saat akan sah menjadi suamiku ,maka aku juga harus melayaninya seperti layaknya seorang istri yaitu memasak salah satunya "Shanum berkata penuh bijak membuat pelayan pun terdiam .
"Non ini bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat masakan yang non minta"pelayan lain menyerahkan secarik kertas yang berisi resep semur jengkol permintaan Shanum .
"Oke bi ,trima kasih "Shanum menyambut uluran kertas dengan senyum senang dan segera melangkah ke kamarnya untuk istirahat .
__ADS_1
Akhirnya para pelayan dapat mengakhiri malam yang penuh drama ini dan dapat menikmati tidur malam dengan tenang .
Pagi hari dunia perdapuran kembali gempar akibat ulah nona mudanya .
Shanum mengajak pelayan untuk pergi ke pasar ,entah apalagi yang akan mereka terima dari ke jahilan nona mudanya ,dan mereka tak berani membantah .
Bersama sang supir dan satu pelayan ,mereka melaju ke sebuah pasar tradisional terdekat .
"Apa tidak sebaiknya kita belanja di mall saja non ?"tanya bibi pelayan .
"Kalau begitu biar bibi saja yang membelinya ,nona tunggu saja di rumah"sang bibi kembali menyahut .
"Ah aku mau lihat pasar bi,aku mau memilih sendiri bahan-bahan untuk memasaknya agar ku pilih yang paling segar"Shanum tak ingin lagi mendengar sang bibi pelayan menolak maka ia pun menutup telinganya dengan dua jari telunjuknya ,membuat perempuan tambun itu terdiam ,hanya berfikir keras bagaimana jika nona mudanya nanti masuk ke pasar membuat baju dan kakinya kotor .
Shanum begitu asik memilih jengkol yang berada di dalam baskom setelah membeli keperluan lain lengkap di kranjang yang di jinjing sang sopir .
__ADS_1
"Sudah non,jengkolnya sudah banyak dan bahan lain pun sudah lengkap sebaiknya kita pulang dulu "
"Oiya ayo bi cepat "Shanum melihat jarum jam tangan menunjukan pukul sepuluh kurang seperempat ,artinya Rangga akan datang menjemputnya sebentar lagi .
Dengan sedikit berlari mereka akhirnya tiba di parkiran dan Shanum pun mengambil konci di tangan sang sopir yang tengah menjinjing keranjang belanjaan .
"Biar aku aja yang nyetir pa?"pinta Shanum lalu berjalan ke arah pintu sebelah kanan .
"Tapi non nanti tuan marah "pak sopir mulai panik .
"Ah tidak apa-apa pak ,lagian jarak dari sini kan dekat "Shanum tenang mulai melajukan kendaraan ,pak sopir dan bibi pelayan pun diam seribu bahasa tanpa menolak sedikitpun kemauan sang nona besar .
"Non jangan kenceng-kenceng non jalan nya "bibi tambun berteriak ngeri saat Shanum melajukan mobilnya kencang .
Sementara sang sopir mulai berkeringat dingin namun tetap diam ,dalam hati hanya berdo'a semoga hari ini malaikat maut sedang lengah .
__ADS_1