
"Non ini di minum air jahe nya "tiba-tiba sang ibu pemilik warung datang dengan menyodorkan segelas air jahe hangat dan madu .
Rupanya tadi Rangga pergi ke tukang sayur yang berada tak jauh dari warkop itu ,setelah menanyakan di mana ia bisa mendapatkan beberapa jahe untuk di buat minuman karena jika madu ternyata di warung kopi ini pun sudah tersedia .
"Minumlah Sha ,"dengan gerakan lembut,rangga mengangkat bahu Shanum agar lebih tegak dan mempermudahkan ia untuk minum .
Kini perutnya terasa hangat karena meminum ramuan jahe madu buatan sang ibu pemilik warkop yang di pesan oleh Rangga .
Kembali Shanum sedikit menyandarkan badannya di kursi rotan itu setelah meneguk minuman jahenya .
Ingatannya kembali terbayang saat kejadian serupa yang ia alami saat berada di villa, dan Rangga lah yang membuatkan ramuan herbal itu untuk meredakan nyeri perutnya ,meski ia tak begitu menyukai aroma jahe ,namun teringat akan khasiatnya Shanum pun menghabiskan segelas minuman jahe hangat itu.
"Kita ke doktet saja Sha "Rangga berucap setelah keadaan Shanum terlihat sudah lebih baik .
__ADS_1
" Tidak usah Ngga ,ini hanya sakit biasa yang perempuan alami jika masa periodenya datang " jawan Shanum pelan .
"Tapi mungkin tidak separah yang kau alami Sha"ucap Rangga tegas ,hatinya merasa begitu cemas jika melihat Shanum lemah tak berdaya menahan sakit.
"Benar Ngga ,aku tak apa-apa ,mungkin karena satu minggu kemaren aku terlalu lelah ,tenaga dan pikiranku terlalu keras bekerja ,hari pertama dan kedua memang akan terasa sedikit sakit ,tapi hari selanjutnya sakit itu akan hilang dengan sendirinya " Shanum memberi penjelasan pada Rangga.
"Benar den Rangga,kita para perempuan memang sudah kodratnya setiap bulan akan mengalami nyeri datang bulan dan sebagian besar pasti mengalami kram di daerah perut tapi memang tidak semua perempuan mengalami sakit yang sama ,ada juga mereka yang dapat melewati masa datang bulan tanpa harus mengalami sakit dan kram di daerah perut ,itu semua tergantung kondisi badan dan keadaan emosi masing -masing "sang ibu pemilik warkop menjelaskan panjang kali lebar bahkan di tambah tinggi ,namun hal itu tak dapat mengurangi perasaan cemas di hati Rangga ,wajah pucat dan keringat dingin membuatnya tak henti-henti mengusap punggung tangan Shanum ,andai saja ia bisa menggantikan rasa sakit yang di derita CEO kesayangannya itu ,tentu dengan senang hati ia akan menanggungnya .
Shanum menatap Rangga dengan perasaan bersalah karena ia telah merusak suasana hingga tujuan awal mereka akhirnya gagal .
"Apa tempatnya masih jauh Ngga?"tanya Shanum ,membuat Rangga sontak membulatkan matanya .
"Astaga nagaa Sha,di saat situasi seperti ini kau masih memikirkan hal lain yang nggak penting itu " Rangga berucap dengan sedikit kesal ,kenapa CEO kesayangannya itu begitu keras kepala mengabaikan kesehatannya dan masih ingin meneruskan perjalanan itu,sedangkan wajah pucatnya masih jelas terlihat bahkan tubuhnya tampak lemah karena menahan sakit.
__ADS_1
"Maafkan aku Ngga ,karena badan lemahku ini ,acara kita harus batal "ucap Shanum penuh sesal .
"Masih banyak waktu Sha ,dan bukan salahmu jika acara kita batal ,aku yang seharusnya minta maaf sama kamu karena ego ku kau akhinya mengalami situasi seperti ini ,saat yang seharunya kau tidur dengan nyaman di ranjangmu yang hangat ".
Rangga menjawab dengan penuh rasa sesal dengan tangan yang masih tetap mengusap tangan Shanum yang masih tampak dingin .
Malam kian larut ,sementara Shanum terlihat memejamkan matanya rapat ,rupanya sakit di perutnya sudah banyak berkurang dan kini rasa kantuk menyerangnya .
"Sha ,sebaiknya kita pulang sekarang ,malam kian larut ,dan udara semakin dingin "Ucap Rangga berbisik pelan di telinga Shanum,aroma wangi rambut Shanum kini tercium jelas dari indra penciumannya ,Rangga pun menghirup panjang seakan ingin memenuhi seluruh rongga paru-paru nya dengan harum wangi yang berasal dari tubuh shanum .
Untuk sepersekian detik Rangga membeku, dan kesadarannya seakan hilang saat indra hidungnya di manjakan oleh wangi rambut yang seakan candu bagi nya .
"Aroma wangi tubuhmu mengalihkan duniaku Sha "gumam hati Rangga.
__ADS_1