Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Aku mundur


__ADS_3

Reza benar-benar tak habis pikir dengan isi dalam otak sahabatnya itu ,dengan ketampanan yang nyaris sempurna dan banyak di kagumi para kaum hawa namun tak dapat mengubah apa yang sudah menjadi ketetapan hatinya.


Kini Reza di buat terheran-heran pada Rangga yang jatuh hati pada seorang gadis namun ternyata hanya bertepuk sebelah tangan alias cinta sepihak .


"Oke besok akan aku hubungi kau lagi ,kapan saat dia libur praktek ,biar kau bisa lebih leluasa untuk berkonsultasi tentang kesehatan gadismu itu "ucap Reza setelah mengirim pesan pada salah satu sahabatnya yang dokter Obgyn .


"Tapi ,dia cewek kan ?dan nggak ember kaya lu bang " tanya Rangga sedikit ragu .


"Aje gile ,mulut lu lemes amat bro,enak aja gue ember ,tanya noh ama pak Burhan ketua rw di perumahan ,gue orang paling kalem ,orang sekecamatan pada tau semua ....dasar sontoloyo "Reza menoyor ringan kepala Rangga .


Rangga hanya tersenyum masam ,hatinya kini sedikit tenang ,setidaknya ia mempercayai dokter yang Reza rekomendasikan ,karena ia tentu harus menjaga identitas Shanum agar tidak sampai terkuak oleh khalayak umum.


Kini yang harus ia siapkan adalah strategi dan jadwal agar Shanum mau berkonsultasi tentang kesehatan tubuhnya .


"Tenanglah bro ,dia sahabat gue dan gue juga kenal baik dengan kedua orangtuanya ,bahkan dia kalau curhat tentang cowoknya juga ke gue "Reza mencoba menenangkan Rangga yang tampak masih ragu .

__ADS_1


"Dia juga masih lajang ,sayang wajah cantik tidak menjadi jaminan akan mendapat seorang pasangan yang setia ,hubungannya putus di tengah jalan karena sang cowok meninggalkannya,bahkan kini telah bertunangan"lanjut Reza dengan mode serius .


Rangga hanya dapat menyimak dengan hati miris ,ternyata tak hanya dia yang mengalami kisah-kasih tragis ,masih banyak cerita romeo and juliet bertebaran di luar sana .


*


*


Sementara di tempat lain di sebuah caffe yang terlihat ramai karena pesta pembukaan yang sedang berlangsung ,dua pria tampan dan satu wanita dengan wajah jelita tampak saling terdiam ,terlihat suasana yang begitu mencekam .


"Andai aku tahu jika kalian memiliki hubungan ,tak mungkin aku berani mengusik gadismu Von "Firdaus berkata dengan nada penuh emosi ,rupanya ia baru mengetahui jika ternyata Shanum telah bertunangan dengan sahabatnya sendiri yaitu Devon dan hal itu baru di ketahuinya setelah secara terang-terangan Firdaus mengungkapkan perasaannya pada Shanum .


"Bagaimana aku aku tahu kalau kau ternyata menyimpan perasaan padanya "jawab Devon seraya melihat ke arah Shanum yang terlihat tetap tenang dan tampak dapat menguasai suasana hatinya .


"Sekarang aku bertanya padamu Sha ,kenapa kau tidak menolaknya ketika Firdaus mengutarakan cintanya padamu sedangkan kau sudah bertunangan denganku "kini Devon mengajukan pertanyaan pada gadisnya dengan pandangan menusuk ,bagaimana bisa ia begitu tenang berada di tengah kedua pria yang sedang memperebutkan hatinya .

__ADS_1


"Sudah kukatakan padamu Dev,saat itu pun aku berniat untuk langsung menolak perasaannya ,namun kak Fir malah melarangku untuk langsung memberikan jawaban saat itu juga "memang Devon sudah mengetahui tentang ha itu karena Shanum sudah memberitahunya sejak awal .


"Sekarang aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui jika Shanum sudah menjadi tunanganku Fir,apakah kau menerima dengan lapang ataukah tetap pada pendirianmu"tanya Devon pada sahabatnya dengan dingin .


"Hmm aku bukan lelaki yang tak tahu diri Dev,kau adalah sahabatku dan meski aku telah menyimpan perasaan ku yang begitu dalam pada Shanum tapi aku menerima bahwa kini aku tak berhak lagi mengharap balasan cinta darinya "Firdau berucap bijaksana ,meski hatinya perih namun ia sadar sepenuhnya jika perasaan itu tak boleh di lanjutkan .


Akhirnya Firdaus pamit setelah meyakinkan Devon bahwa dirinya berjanji tak akan lagi mengusik Shanum .


"Hufffhhh"Devon menghembuskan nafas kasar.


Di pandangnya Shanum yang kini tersenyum ke arah beberapa pengunjung yang tengah berada di arena pesta ,rahang Devon tampak mengembung keras begitu melohat tatapan kekaguman beberapa pria yang memandang ke arah Shanum .


Ingin rasanya Devon menculek mata mereka sampai buta ,hingga tak lagi berani memandang gadisnya .


Devon tersenyum masam,benarkah Shanum adalah gadisnya yang kelak akan menjadi pendamping hidup dan menemani hari tuanya ,sedangkan ia sadar bahwa saat ini Shanum sedang menjaga hatinya untuk orang lain.

__ADS_1


__ADS_2