Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Bagai Remahan Rengginang


__ADS_3

Shanum melangkah masuk ke dalam mobil Lamborghini huracan spyder warna biru ,dan melajukannya dengan sedikit kencang .


Rangga memandang kepergian gadis itu dengan debaran jantungnya yang masih tak menentu .


"Gila ,benar-benar bisa gila aku ,sadarlah kau Ngga ,jangan seperti pungguk merindukan bulan,ingat Shanum adalah bidadari yang sampai kapanpun tak akan bisa kau gapai ingat Ngga akan posisimu "Rangga bermonolog sambil melajukan motor matic kesayangannya menuju perusahaan .


Ingatannya masih pada Shanum yang melambaikan tangan ke arahnya dengan senyum super manis bahkan madu satu drum pun kalah manis dengan senyumannya .


Rangga melangkahkan kakinya menuju lift sambil menggelengkan kepalanya ,berharap bayangan wajah Shanum terbang dari ingatannya ,Rangga harus sadar diri .


"Aku hanyalah remahan rengginang yang tertinggal di pojokan kaleng k**** g*** sisa lebaran "gumam Rangga.


Danu tampak berseri menatap bungkusan kecil di atas meja kerjanya ,sementara Dika pun asyik menimang bungkusan yang diterimanya dari Harun ,sang asisten Shanum .


"Benar-benar nona Shanum seorang CEO yang baik hati ,kita yang hanya sebagai karyawan pun dibelikan oleh-oleh "Dika berkata dengan girang .


"Rang ,apa kau belum dapat bingkisan dari Pak Harun,soalnya tadi nona Shanum datang ke lantai ini dan memberikan bingkisan pada kita semua,mungkin buatmu dititipkan pada pak Harun di kantornya "kata Dika lagi .


Rangga hanya mengedikan bahunya.

__ADS_1


Drrrt drrttt drttt


Rangga mengambil ponsel dari kantong celananya .


"Nomor baru?"gumamnya.


"Ya,siapa ini"Rangga berkata dengan acuh karena sering mendapat telpon dari pinjaman ojol yang menawarkan uang panasnya.


"Rangga bisa kita bertemu nanti sore ,aku pulang dari kantor jam lima,bisakah kita bertemu di restoran yang saat makan siang tadi kita bertemu ?"tanya suara di ujung telpon .


Meski baru pertama mendengar suaranya lewat ponsel ,tapi Rangga ingat nada dan suara itu ,suara yang membuat hatinya berbunga.


"Hmmm sepertinya aku mencium aroma bunga-bunga bertebaran di ruangan ini"ucap Dika sambil tersenyum penuh arti pada Rangga .


Rangga hanya mencebikkan bibirnya .


"Ah sok tahu kau "jawabnya dengan santai .


Hati Rangga sedang berbunga-bunga,meski dia tak mendapat bingkisan oleh-oleh seperti karyawan lain tapi ia mendapat ajakan bertemu sore ini ,bagaimana hatinya tidak berbunga jika akan kopdar dengan bidadari cantik .

__ADS_1


Waktu terasa begitu lambat berjalan ,Rangga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Shanum ,ingin melihat celoteh manjanya ,melihat senyumannya ,dan melihat bibir mungilnya yang begitu menggemaskan jika sedang mengerucut saat sedang kesal .


Kembali Rangga menggelengkan kepalanya berharap pikiran kotor segera lenyap .


"Dasar anak buah durhaka,bagaimana mungkin membayangkan kecantikan bosnya sendiri"gumam Rangga .


Siulan Rangga saat aktifitas mandi sore terdengar nyaring dengan lagu pop kesukaanya ,untung hanya siulan karena sebenarnya suara Rangga sangat fals jika digunakan untuk bernyanyi .


Celana jeans dan kaos hitam polos cukup membuat tampilan Rangga terlihat lebih fresh dengan rambut masih sedikit basah .


Meski penampilan sederhana namun wajah tampannya tetap terlihat bahkan semakin memancarkan aura yang membuat kaum hawa pun teralihkan pandangannya saat Rangga berjalan menuju ke arah meja kosong yang terletak di samping resto itu .


Deberapa gadis bahkan tak malu untuk menunjukan kekagumannya pada pemuda itu ,senyuman menggoda pun mereka pamerkan.


Rangga duduk dengan tenang ,sambil matanya sesekali menyapu ke arah ruangan mencari sosok yang menjadi tujuannya .


Ternyata Rangga datang lebih awal karena dia tak melihat keberadaan Shanum,tapi tiba-tiba satu sosok menghampirinya dan duduk tepat di kursi yang berhadapan langsung dengannya ,celana jeans hitam jaket kulit hitam dan topi menutupi kepalanya .


"Sha shanum ..."

__ADS_1


__ADS_2