Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Panggilan Istimewa


__ADS_3

Entah kenapa siang ini matahari terasa begitu terik ,membuat sebagian karyawan merasa enggan keluar dari gedung saat jam istirahat makan siang dan lebih memilih layanan online untuk memesan makanan.


Lain halnya dengan Kevin ,yang tampak semangat menuju kantin karena telah berjanji makan siang di sana dengan sang pujaan hati yaitu Rara.


Dua sejoli yang sedang di mabuk asrama itu begitu menikmati suasan makan siang yang bagi karyawan lain terasa begitu panas dan melelahkan ,namun mereka tampak asik dengan sepiring rujak buah yang mereka santap berdua ,lirikan orang-orang yang sirik tak mereka perdulikan .


Rangga menuju ke lobi perusahaan setelah seorang penjaga memberitahukan bahwa kurir makanan yang di pesannya telah sampai .


Langkahnya cepat menuju ke lift.


"Asisten Harun juga pesan makan online ya ?"tanya Rangga saat menjumpai asisten Shanum tengah membawa bungkusan makanan hendak menuju lift .


"Oh ,ini makanan yang di pesan nona Shanum "Asisten Harun menjawab dengan ramah .


Rupanya siang ini pun Shanum enggan untuk makan di luar .


Rangga mengangguk setelah asisten Harun berpamitan untuk mendahuluinya .


Tak selang berapa lama dari ujung ekor matanya ,Rangga sempat melihat satu sosok berjalan menyusul ke arah asisten Harun .


Pria berbadan tegap yang tak lain adalah sang tunangan Shanum melangkah dengan penuh wibawa ,Rangga hanya dapat memandang dengan perasaan gusar ,entah kenapa suasana hatinya kini mendadak berubah kelabu .


Baru beberapa suap namun perutnya sudah terasa penuh ,selera makan Rangga yang tadi menggebu ,kini hilang sirna .

__ADS_1


Helaan nafas panjang keluar dari mulutnya ,berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya ,apa yang pria itu lakukan di ruangan Shanum .


Tok tok tok


"Ya masuk ..."Ucap Rangga sambil menoleh ke arah pintu .


"Maaf, tuan Rangga di panggil tuan Devon ke ruangan nona Shanum "kata asisten Harun seraya mengangguk hormat .


"Nggak usah panggil saya 'tuan dong asisten Har ...kita sama-sama karyawan di sini "Rangga berkata dengan nada hangat ,sudah berapa kali ia meminta asisten Harun agar menghilangakan embel-embel sebutan 'tuan ,namun tetap saja pria paruh baya itu tak mengindahkannya .


"Maaf tuan ,saya sudah terbiasa "jawab asisten Harun sopan .


Meski ia telah menjadi asisten kepercayaan keluarga Hardy ,namun kesederhanaan dan keramahan tak pernah hilang dari dirinya ,bahkan di kalangan orang kepercayaan keluarga Hardy ,dia lah yang paling sopan di antara yang lain ,itulah yang membuat para karyawan lain pun sangat menghormati asisten Harun ,meskipun ia hanya seorang asisten dengan pendidikan sekolah menengah .


"Ya masuklah Ngga"sahutan suara Devon dari dalam ruangan CEO setelah Rangga terlebih dahulu mengetuk pintu .


"Duduklah Ngga ,ada hal penting yang akan ku sampaikan "Devon menggerakan tangannya untuk mempersilahkan Rangga duduk di kursi di hadapannya .


"Kebetulan kau datang Ngga ,kita makan siang bareng,asisten Harun juga mari .."ajak Shanum sambil menata hidangan yang di bawa oleh Devon dan makanan yang ia pesan online.


Asisten Harun terpaksa duduk berdampingan dengan Rangga ,selama menjadi seorang asisten ,baru kali ini ia duduk dan satu meja dengan CEO nya ,jika dengan Hardy mungkin ia tak akan mempunyai keberanian untuk melakukan hal itu.


Hardy adalah seorang CEO dengan karakter tegas dan bertangan dingin ,meski mempunyai hati yang lembut namun ketegasan dan jiwa kepemimpinannya membuat semua karyawan menghormati dan segan padanya .

__ADS_1


Kini setelah kursi jabatan telah turun pada sang putri satu-satunya tentu saja Harun harus dapat menyesuaikan sikapnya dengan sang Nona mudanya .


"Ayo Dev ,kita makan sama-sama" ajak Shanum .


"Sha ...bisakah kau memanggilku dengan sebutan yang lebih spesial ,kita kan sudah tunangan ,masa iya kau memanggil tunanganmu sama seperti memanggil seorang teman biasa "Shanum memandang Devon yang entah jin apa yang sedang menghampirinya hingga bersikap sangat berbeda dari biasanya .


"Ah mau kamu apa sih Dev ,aku nggak biasa dengan panggilan alay kayak anak jaman sekarang "tolak Shanum .


"Shaaa...jangan panggil aku Devon dong"Devon kini menyalakan mode manja-manja minta di tabok ,membuat Shanum mencebikkan bibirnya .


"Ehmm abang mari kita makan "kalimat Shanum terasa begitu kaku hingga membuat Harun tersenyum simpul mati .


"Emang aku abang tukang baso ,ganti yang lain "tolak Devon .


"Mas ..mari makan"nada ucapan Shanum masih sama kaku seperti tadi .


"Ogahhh aku di panggil mas,kaya tukang sate keliling di perumahan "tolak Devon lagi dengan dongkol ,maksud hati ingin membuat panas hati Rangga kini malah berbalik umpan ,hatinya yang kini membara karena kesal .


"Lalu maunya di panggil apa ,apa mau sekalian aja di panggil malaikat maut ,biar mulutmu diem "jawab Shanum asal ,kini Rangga ikut tersenyum melirik Shanum yang masih dengan mengerucutkan bibirnya .


"Shanum samanthaaaa......apa mau kau kujadikan bini ke tigaaaa"teriak Devon kesal sambil melangkah ke arah Shanum,namun dengan cepat gadis cantik itu berlari menghindar .


"Sialan kau , berani-beraninya kau menyelingkuhinya akan ku buat hidupmu tak tenang selamanya ,bahkan seujung kukupun kau hendak menyakitinya ,maka langkahi dulu mayatku "gumam Rangga dengan hati geram.

__ADS_1


__ADS_2