
Debaran jantung Rangga kian tak menentu, sengaja pagi ini ia akan berangkat lebih awal, entah kenapa hari ini semangat kerjanya begitu tinggi.
Lewat kaca front office sekilas terlihat beberapa mobil yang sudah datang untuk meeting pagi ini.
Rangga terpaksa garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, keinginan untuk bertemu Shanum terpaksa ia tunda.
Terdengar bisikan para pekerja front office yang semuanya wanita, sedang asyik mengagumi ketampanan para pengusaha muda yang mulai berdatangan.
Kiranya Hari ini mereka sedang beruntung karena matanya di manjakan dengan pemandangan yang begitu mempesona bagi kaum hawa.
Pria bertubuh tegap, hidung tinggi menjulang, bibir tebal berisi dan alis mata tebal, terlihat begitu mempesona, belum lagi Pria di belakangnya yang ber wajah putih mulus dengan bibir tipis merona,sungguh sekali lirik, membuat para gadis seketika menahan nafas untuk tak berteriak karena terpesona.
Rangga hanya mencebik kesal, begitupun Kevin yang merasa dongkol karena ternyata Rara pun sempat melirik pada salah satu pria berwajah gagah itu.
"Kurang mempesona apa aku Ngga, lihatlah andai aku di sejajarkan dengan pria itu tentu mereka menganggap kami bagai pinang di belah dua"tanya Kevin kesal.
Rangga diam tak menanggapi ucapaan sahabatnya itu karena dalam hatinya juga merasa kesal, kenapa mereka di ciptakan begitu mendekati sempurna.
Hatinya kini mulai resah setelah beberapa saat meeting selesai namun belum juga Shanum keluar dari ruangan itu.
Debaran jantung Rangga berpacu kencang, ingin rasanya ia mendobrak pintu tebal yang membatasi pandangannya.
Krek
Pintu terbuka, namum ternyata bukan sosok yang di nantinya.
Harun yang melihat Rangga berjalan ke arahnya segera menundukan kepalanya dengan hormat, tentu saja hal itu ia lakukan setelah mengetahui dari sang Tuan Besar bahwa Rangga adalah calon menantunya sekarang.
__ADS_1
Rangga merasa salah tingkah melihat asisten Harun yang kini begitu menghormatinya.
"Sttt asisten Har, apa yang kau lakukan, aku bukan Tuan Besar"bisik Rangga dengan gusar karena takut jika perlakuan asisten Harun di lihat oleh orang lain.
"Tidak tuan, anda sekarang telah menjadi calon suami Nona Muda,maka Tuan Rangga juga akan menjadi Tuan Muda yang harus saya hormati"jawab Harun bijak.
"Tapi tidak perlu begini juga, kalau kita hanya berdua, aku belum terbiasa "jawab Rangga.
"Maaf Tuan,saya hanya menjalankan perintah"kembali Harun menundukan kepalanya.
"sshhh sudah sudah, apa Nona Shanum masih di dalam ?"tanya Rangga akhirnya membiarkan sikap Harun.
"Nona muda ada di dalam, Tuan".
Tok tok tok .
Tok tok .
"Ya masuk"sahutan Shanum dari dalam ruangan.
Rangga terdiam saat melihat Shanum yang masih fokus pada berkas yang sedang di bereskannya.
"Ehmm hmm" Rangga berusaha mengalihkan perhatian gadisnya yang seakan begitu asik dengan dunianya.
Dengan langkah perlahan, Rangga menuju ke meja kerja Shanum.
Wajah yang terlihat lelah namun tak mengurangi kecantikannya, kini Rangga harus menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdebar.
__ADS_1
Andai perhatianmu bisa se fokus itu saat memandangku, pastilah aku pria paling bahagia di dunia ini Sha,pikir Rangga.
Ingin rasanya merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya, mendekapnya dan menciumnya.
"Hhhrrrr" Rangga menggelengkan kepalanya cepat, agar pikiran-pikiran kotor yang kini memenuhi otaknya menghilang.
"Hmm kenapa Ngga, apa kau merasa pusing?"tanya Shanum saat melihat Rangga tengah menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Pusing karena memikirkanmu Sha".
"Ah ..tidak,aku hanya sedikit ngantuk"elak Rangga gugup.
Shanum memandang netra Rangga, tatapan tajam yang selalu membuat hatinya berdebar.
Shanum pun membereskan berkas yang harus di serahkan pada Divisi Keuangan agar segera meng inputnya.
"Apa kau akan mengajaku makan malam?"tanya Shanum.
"Kalau kau bersedia, aku akan merasa sangat bahagia"Rangga berucap senang.
"Hmmm, kau sekarang sudah mulai berani di kantor Ngga?"Shanum tersenyum smirk, tak biasanya Rangga memiliki kepercayaan yang tinggi hingga berani menggodanya.
"Karena aku baru sadar Sha"Rangga menatap manik mata Shanum dengan tajam,dan melangkah lebih dekat.
"Aku baru sadar jika butuh keberanian yang begitu besar untuk mendekatimu, karena aku tak ingin hanya berdiam diri menunggu waktu, dan akhirnya ada orang lain yang lebih dulu mendapatkan hatimu"Rangga berkata pelan namun pasti.
💖💖💖
__ADS_1
Cieee cieee babang Rangga kini sudah mulai berani tebar pesona ...😅😅