Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Cobaan Untuk Shanum


__ADS_3

Malam semakin larut pengunjung resto mini itupun hanya tinggal beberapa orang lagi ,termasuk Rangga dan Shanum .


Hidangan di atas meja telah berpindah ke perut Rangga tanpa sisa ,sementara Shanum terlihat sedikit lega setelah menumpahkan semua isi hatinya pada pemuda tampan di hadapannya .


"Apa sebaiknya kita pulang sekarang Sha ?"Rangga bertanya setelah pandangannya menyapu ke seluruh ruangan dan hanya tinggal mereka berdua yang masih tertinggal ,dan Shanum pun mengangguk pelan .


Rangga melajukan motornya pelan di belakang mobil yang di kendarai Shanum ,setelah beberapa menit akhirnya sampai di rumah Shanum dan Ranggapun memutarkan arah laju motornya berbalik arah ke rumah kontrakannya,Rangga mengikuti mobil Shanum untuk memastikan hadis itu sampai dengan selamat .


*


*


Rangga masih serius dengan laptop di depannya, laptop keluaran terbaru pemberian dari tuan Hardy .


Setelah keanehan data keuangan di laptop yang tak sesuai dengan hasil lapangan ternyata diam-diam Rangga pun melihat keanehan lain karena terdengar desas-desus bahwa ada beberapa investor yang mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas ,tentu saja hal ini membuat Shanum semakin larut dalam keterpurukan .


Para investor termakan berita bahwa keadaan perusahaan sedang tidak baik-baik saja,dan keadaan ini membuat Hardy terpaksa meminta bantuan pada sahabatnya yang berada di negara ×× .

__ADS_1


Beberapa hari ini Shanum merasa begitu lelah ,persoalan yang datang bertubi-tubi sungguh sangat menyita pikirannya .


Meskipun papah Hardy selalu berada di belakangnya namun tak mampu menghapus keraguan para investor pada kinerja Shanum sebagai penerus Hardy yang baru menjabat sebagai CEO beberapa minggu .


Di tengah kondisi perusahaan yang makin tidak kondusif berkempang pula berita negatif yang memberitakan keterpurukan Wijaya corp .


Beberapa hari ini Rangga terlalu fokus pada tugas-tugas yang harus segera diselesaikan.


Dari beberapa investor di ketahui bahwa mereka mendapat hasutan dari orang-orang yang tak lain adalah karyawan Wijaya corp .sendiri .


Tentu saja Rangga sudah menduga akan hal itu .


*


*


Shanum melangkah cepat bersama Harun di belakangnya ,satu lagi investor mengundurkan diri setelah beberapa kali meeting .

__ADS_1


"Ini tak dapat dibiarkan lagi pah ,kita harus bertindak tegas ,kita tempuh jalur hukum tak perduli siapapun mereka "Shanum terluhat emosi setelah untuk kesekian kali hasil meeting gagal .


"Tenanglah dulu Sha,kita harus mendapatkan bukti-bukti yang kuat untuk menjerat mereka "jawab Hardy masih bersikap tenang di ujung telpon .


"Bukti sudah kita dapatkan semua pah ,apalagi yang harus kita tunggu?"


Bukannya Hardy tak mengetahui siap sang pembuat onar namun ia tak ingin gegabah apalagi keselamatan Shanum menjadi taruhan .


Hardy terdiam,matanya menerawang jauh.


Kembali teringat perempuan yang sangat dicintainya menghembuskan nafasnya terakhir kali .


Begitu banyak penderitaan yang dialaminya ,pernikahan yang tak di setujui keluarga besar Hardy membuatnya terpaksa menelan penderitaan yang di buat oleh keluarganya secara diam-diam .


Meski wajah cantiknya selalu tersenyum di hadapan Hardy namun hatinya selalu menangis saat tak ada orang lain di sampingnya.


Bukannya Hardy tak mengetahui kelicikan para saudaranya yang membuat istrinya menderita namun mereka seakan di butakan oleh harta,Paramihta yang selalu diam menerima cemoohan yang di lontarkan padanya ternyata memendam sakit di hatinya ,tubuh dan hati yang selalu di tempa penderitaan akhirnya tumbang .

__ADS_1


Sakit yang di derita membuatnya akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan seorang putri untuk selama-lamanya.


"Apakah ini saatnya aku harus melepas Shanum, Ta?"ucap Hardy dengan suara bergetar pelan .


__ADS_2