
Rangga menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang penat ,hatinya sedikit merasa tenang setelah menghubungi Reza ,salah satu temannya yang berprofesi sebagai seorang dokter ,untuk bertemu besok sore sepulangnya kerja .
Di sebuah rumah sakit swasta ia bertugas kini ,meski umur Reza empat tahun lebih tua dari Rangga namun mereka telah bersahabat sejak di bangku kuliah .
Dengan memiliki harta yang berlimpah dan kemampuan otak cemerlang ,membuatnya kini telah menjadi seorang dokter spesialis yang handal .
"Hai ,apa kabar lu bro...waahh setahun kita tak bertemu ,semakin gagah saja kau "sapa Reza saat tiba di sebuah caffe yang telah di janjikan oleh Rangga .
"Ahh biasa aja kali ,gagah gue mah udah dari lahir bang "jawab Rangga sambil menyalami sang sahabat yang tentu saja jika di pandang ,mereka sama-sama memiliki kelebihan dan pesona masing-masing .
Beberapa menit Reza datang terlambat karena jadwal prakteknya terpaksa di perpanjang karena kedatangan satu pasien darurat akibat kecelakaan .
"Huffh sorry bro ,lu harus nunggu lama ada pasien darurat dan harus segera di tangani "ucap Reza kemudian menyeruput minuman dingin yang telah ia pesan .
__ADS_1
Rangga memesan minuman sari buah dingin ,karena meskipun profesinya sebagai seorang dokter namun agaknya Reza sudah terbiasa hidup santai dan tidak terlalu memikirkan pola makan sehat yang harus ia jalani karena profesinya sebagai seorang dokter bahkan andai orang lain memandang ,ia tampak jauh dari pola hidup sehat ,satu bungkusan burger jumbo ia keluarkan dari tas jinjingnya ,dan dengan lahap menyantap dengan kedua tangan tanpa membasuhnya terlebih dahulu .
Meski Reza tak menerapkan pola makan sehat namun tubuhnya tetap terjaga ,terlihat dari otot kekar tangannya dan tak ada sedikit pun tumpukan lemak yang hinggap di tubuhnya .
"Gila lu bang,apa sebegitu sibuknya menjadi seorang dokter hingga waktu untuk mengisi perut pun tidak sempat "tanya Rangga merasa heran pada kakak kelasnya itu yang terlihat begitu lahap menyantap burger jumbo ti tangannya hingga dalam beberapa kali suap akhirnya kandas tak tersisa .
Reza hanya tersenyum dengan mulut masih sibuk mengunyah burger ,tangannya melambai pada seorang pelayan untuk memesan lagi segelas minuman sari buah .
Rangga menggelengkan lepalanya melihat tingkah sahabatnya itu ,pola hidup sehat yang biasanya para dokter jalani seakan tidak berlaku bagi Reza ,makanan sampah model apapun akan masuk ke mulutnya .
Beberapa panggilan terpaksa ia tolak karena saat itu Reza tengah menangani pasien,dan entah berapa pesan yang Rangga kirim yang menanyakan tentang penyakit dalam pada wanita .
Tentu saja sebagai seorang sahabat lama yang telah mengenal Rangga dari bangku kuliah membuat Reza paham ,tidak ada hal penting yang akan membuat Rangga menghubunginya selain tentang seseorang yang sangat spesial baginya .
__ADS_1
Reza tahu jika saat ini Rangga mempunyai seseorang yang istimewa di hatinya saat menanyakan tentang sakit yang berhubungan dengan tamu bulanan seorang wanita ,tentu bukan hal yang mudah bagi seorang pria lajang ingin tahu tentang kesehatan wanita ,jika tidak menyangkut tentang kondisi orang yang istimewa .
"Ehmm hmm ,aku memang seorang dokter ngga tetapi aku dokter umum ,jadi jika kau ingin mengetahui tentang reproduksi ,kehamilan,menstruasi,sampai monopouse kau harus berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis Obsteri dan Ginekologi atau Obgyn "jelas dokter Reza panjang kali lebar ,membuat Rangga hanya dapat menelan salivanya .
"Tenanglah ,besok aku kenalkan kau pada temanku bagian Obgyn,dan kau bisa membawa calon istrimu ke rumah sakit tempatku praktek"dokter Reza berucap bijaksana mengetahui kegundahan hati sahabat nya itu .
"Ehmmm sebenarnya dia bukan calon istriku .. "Rangga berucap ragu ,tentu saja hal itu membuat Reza membulat matanya .
Menanyakan masalah kesehatan kewanitaan saja sudah membuat wajahnya merona merah ,namun saat Rangga menanyakan bahwa gadis tersebut bukan kekasihnya tentu saja Reza kaget bukan main ,kini pikiran di penuhi berbagai pertanyaan .
"Tunggu ,kau rela menanyakan hal yang sangat pribadi bagi wanita pada orang lain tetapi wanita itu bukan ibumu dan bukan calon istrimu ?"tanya Reza heran .
"Jangan bilang cintamu bertepuk sebelah tangan Ngga "ucapan Reza membuat Rangga terdiam membisu .
__ADS_1
"What ,pria setampan Rangga ,yang begitu di idolakan kaum hawa ,kini cintanya bertepuk sebelah tangan " Reza meneruskan kalimatnya dengan nada tinggi seakan tidak mempercayai jika ada seorang gadis di dunia ini menolak pesona sahabat yang begitu di puja para wanita .