
Joy menatap kepergian mobil yang di kendarai wanita yang beberapa hari ini telah mencuri hatinya.
Pertemuan pertama kali di taman secara tak sengaja saat mereka bertabrakan.
Sejak saat itulah hatinya selalu terbayang akan wajah itu.
Tak ingin menunggu takdir dan hanya berharap, Joy pun memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk mencari informasi tentang gadis pencuri hatinya.
"Lihat siapa kamu naaak,"sapa seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, meski umur yang tak lagi muda.
"Hmm lihat kekasih hatiku mom"sahut Joy dengan senyum manis lalu memeluk sang ibu dengan manja.
"Hmmm kenapa nggak kenalin ke mommy"jawabnya dengan lembut.
"Bentar lagi mom"ujar Joy pasti, lalu menuntun sang ibu masuk ke dalam resto.
"Makanlah dulu, kebetulan mommy hari ini tidak masak di rumah"ujarnya lagi.
"Baik mom, tunggu aku makan dulu bentar, lalu kita pulang"sang ibu hanya mengangguk pelan lalu masuk ke dalam ruangan yang berada terpisah tak jauh dari restoran mini tersebut.
"Danil, selidiki gadis yang membuat putraku tersenyum hari ini"perintah wanita paruh baya tersebut pada sang asistennya dengan wajah dingin.
Rupanya Joy adalah putra kesayangan satu-satunya dan akan mewarisi semua kekayaanya, termasuk resto ini adalah salah satu dari sekian banyak bisnis yang di geluti wanita itu.
Maharani, dia adalah seorang desainer terkenal yang memiliki banyak sumber kekayaan, yang tentunya akan di wariskan pada putra satu-satunya itu, setelah sekian lama ia menunggu gadis istimewa untuk di jadikan menantu, kini rupanya Joy telah menambatkan hatinya pada seorang gadis yang baru di temuinya secara tak sengaja dan gadis itu tak lain adalah Shanum.
"Akan kulakukan apapun untuk kebahagiaanmu putraku"gumamnya pelan.
Bahagia hatinya saat melihat sang putra tengah menyantap hidangan dengan wajah tersenyum bahagia.
Sementara di tempat lain, Shanum melangkah ke dalam mansion bersama Rangga, karena Hardy telah menunggunya di ruang utama.
"Selamat malam tuan"sapa Rangga dengan kepala menunduk hormat pada calon mertuanya tersebut.
"Mulai sekarang harus kau ubah panggilanmu Ngga, aku adalah calon mertuamu, panggil aku ayah"perintah Hardy tegas.
"B aik a yah"jawab Rangga terbata.
"Ngga, minta ibu dan saudaramu untuk datang melamar Shanum secara resmi, agar surat-surat persyaratan pernikahan bisa di urus secepatnya"nada bicara Hardy tampak serius.
__ADS_1
"Besok kau ambil cuti untuk menjemput ibumu, karena aku juga ingin membicarakan saham ayahmu yang berada di Wijaya Corp, yang memang menjadi hak kalian"lanjutnya lagi.
Rangga dengan seksama mendengarkan apa yang Hardy perintahkan, begitupun Shanum yang berada di sampingnya kini sudah terlihat lebih segar karena sudah membersihkan diri.
"Sha, mungkin berita tentang putusnya pertunanganmu dengan Devon kini sudah mulai menyebar, karena ada beberapa investor yang menanyakan hal itu pada ayah, dan ayah minta kau jangan terlalu memikirkan hal itu, biarlah ayah yang akan mengatasinya dengan Harun, kau hanya cukup mempersiapkan hari pernikahanmu, jangan memikirkan hal yang tak penting"Hardy berucap bijak, gagalnya pertunangan sang putri tentu merupakan kesempatan bagi pada saingannya yang ingin menyingkirkan Shanum dari posisi CEO yang kini di pegangnya.
Untuk mengantisipasi kegundahan para investor yang mengakibatkan goyahnya kepercayaan mereka, maka Hardy harus mempersiapkan secara matang, rencana yang telah di rundingkan bersama Dirga, dan Harun.
Akhirnya Rangga pamit setelah cukup mengerti apa yang calon mertuanya itu bicarakan.
Rangga mengangguk hormat sebelum melangkah pergi, di iringi Shanum yang berada di belakangnya.
"Hati-hati Ngga,"pesan Shanum.
Rangga menatap manik mata gadis yang beberapa hari lagi akan menjadi pendamping hidupnya.
"Jaga diri baik-baik Sha, besok aku harus menjemput ibu, tahan dulu rindumu"ucap Rangga penuh percaya diri, mencoba menyembunyikan risau hatinya karena meninggalkan Shanum, meski hanya satu hari namun entah mengapa hatinya begitu berat meninggalkan gadisnya itu.
Rangga menggenggam erat tangan Shanum.
"Jaga hatimu untuku Sha"suara Rangga dengan nada bergetar, tak dapat di pungkiri begitu banyak rivalnya di luar sana yang sedang menunggunya lengah hingga dapat mengambil Shanum dari sisinya.
Sementara di tempat lain.
BraakΔ·kk...
Pyaaarrr..
Entah sudah ke berapa kali bunyi benturan barang yang hancur kembali terdengar di dalam kamar.
Para pengawal pun tak ada yang berani melihat ke dalam kamar, apalagi mencegah amukan putra kesayangan sang Nyonya Maharani.
Beberapa pelayan yang tampak gelisah karena sang Nyonya belum juga datang.
Suasana yang kini mencekam tanpa ada yang dapat mereka perbuat selain menunggu mukjizat datang.
Tak tak tak
Terdengar suara sepatu memasuki ruangan, wajahnya terlihat tenang sambil melangkah menuju ke kamar sang putra.
__ADS_1
"Joyy,nak...buka pintunya, mari bicara sama mommy, apa yang kau inginkan naak"ujar wanita cantik paruh baya itu, di depan pintu yang masih tertutup rapat, meski kebiasaan sang putra kesayangannya itu selalu membuat ke onaran jika saja keinginanya tak terpenuhi, tapi tak pernah separah dan sehancur saat ini.
ceklek
"Mommy....mom, dia bukan miliku mom, aku ingin dia mom, hanya dia...ambil dia untuku mom"ucap Joy sambil memeluk sang mommy dengan mata berkaca-kaca, tampak darah keluar dari jari tanganya yang sobek karena terkena pecahan kaca figura di kamarnya.
"Cup cup cup, iya akan momy jemput dia untukmu nak, tenanglah"Maharani memeluk erat sang putra lalu menepuk punggung kekar itu agar sedikit tenang.
Maharani keluar dari kamar setelah membalut luka di tangan sang putra, yang kini tengah tertidur pulas setelah meminum obat penenang yang di berikan dokter pribadinya.
"Ini nyonya"ucap salah satu pengawal yang menyerahkan beberapa lembar foto dan sekaligus data lengkap dan informasi tentang CEO Wijaya Corp.yang sudah membuat Tuan Mudanya tergila-gila.
Rupanya Joy mendengar berita bahwa Shanum telah bertunangan dengan Devon, yang sebenarnya, kini telah putus, tanpa mengetahui berita terbaru tentang hubungan terkini Shanum dengan Rangga yang beberapa hari lagi akan melangsungkan pernikahan.
ππππ
Yang kemarin minta visual,semoga kalian tidak kecewa ya...π₯π₯
ππ Devon
β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈJoy si anak mamih
Imut tapi sayang...π€ͺπ€ͺπ€ͺ
πππ€©π€©ππππππ
Rangga π€π€π€
ππππ
ππππShanum
__ADS_1
Semoga suka yaaa, jangan lupa jempol sama votenya πππ