
Rangga meneruskan pekerjaannya tanpa menghiraukan Dika yang asyik dengan kwaci cap jempolnya yang super asin .
Dika tampak serius di depan laptopnya ,semenjak asisten Harun memanggil rupanya Dika mendapat tugas penting, namun Rangga tak ambil pusing akan hal itu.
"Ngga kemarilah dan lihat ini "perindah Dika pada Rangga .
"Bagaimana pendapatmu ?"Dika menunjukan data di laptop yang menunjukan diagram pergerakan pendapatan perusahaan yang tampak menunjukan angka semakin menurun dari minggu ke minggu .
"Hmmm kalau untuk hal ini aku tak bisa memberikan pendapat Dik,apa tidak sebaiknya kau tanyakan langsung ke pihak devisi keuangan agar semua jelas"jawab Rangga karena jika memang terjadi keanehan dengan data keuangan tentu Kevin akan bercerita .
Sudah dua tahun Rangga hidup satu atap yang sama dengan Kevin dan ia tahu betul siapa dia,meski tingkahnya sering absur dan slenge'an tapi Rangga tahu Kevin seorang pekerja yang jujur dan setia pada apa yang telah menjadi tanggung jawabnya .
Akhirnya jam kerja pun selesai ,Rangga berkemas untuk pulang .
"Rang,kau duluan saja aku tunggu Dika dulu"
Danu yang tak mendapati kembarannya belum keluar dari ruang CEO pun akhirnya harus menunggunya .
"Oke Nu,aku pulang dulu bye .."Rangga melangkah menuju lift tanpa menunggu si 2 D.
__ADS_1
Di area parkir Rangga masih melihat mobil Shanum masih di sana .
Sampai di kontrakan Rangga tak melihat Kevin bahkan menjelang maghrib belum juga muncul .
Setelah melaksanakan sholat maghrib Rangga berniat ke warung untuk membeli makan namun langkahnya tertahan saat Kevin muncul dengan wajah begitu tegang .
Rangga masih terdiam melihat sahabatnya meneguk air minum dari lemari pendingin dengan sekali teguk, satu botol pun habis tak tersisa,padahal hari ini matahari tak begitu terik.
"Brengsek..brengsekk!!!"teriak Kevin dengan keras.
Rangga membiarkan temannya meluapkan kekesalannya .
"Tak akan kubiarkan hidup orang itu"kembali mulutnya mengeluarkan semua sumpah serapah yang di tahannya selama di kantor .
"Kenapa kau diam Ngga"tanya Kevin saat memandang Rangga hanya duduk terdiam .
"Sudah keluar semua ?"Rangga bertanya santai.
"Hah,keluar ?"tanya Kevin bingung .
__ADS_1
"Sudahkah kau keluarkan semua hewan-hewan dari mulutmu "Rangga menatap sahabatnya dengan senyum tipis .
"Ahh anu ,maaf Ngga aku khilaf"Kevin garuk-garuk kepala saat baru menyadari mulutnya beberapa kali mengucapkan kata-kata berbagai macam binatang .
"Tidak apa-apa asal hatimu lega ,asal jangan kau ucapkan sambil memandangku "tatapan Rangga dingin .
"Sudahlah lekaslah mandi lalu kita pergi cari makan"Rangga merangkul Kevin yang masih dongkol .
"Ngga ,apa kau tak ingin tahu apa yang membuat sahabatmu yang ganteng ini kesal hatinya"Kevin sewot karena Rangga masih tetap menanggapi dengan santai .
"Tenangkan dulu hati dan otakmu ,baru kita tukar pikiran "menjawab dengan bijaksana Rangga lalu duduk di teras sambil membuka ponselnya .
Kevin menuju ke kamarnya dengan langkah gontai ,sehari penuh ia di panggil bersama seluruh devisi nya ,dan ternyata di temukan beberapa dana yang berkurang secara mencurigakan dan membuat asisten Harun memanggilnya untuk meminta pertanggung jawaban .
Rangga memandang layar ponselnya ,wajah Shanum terlihat tersenyum begitu manis dan lepas tanpa beban .
"Apa kabarmu Sha,bagaimana keadaanmu saat ini "hati Rangga bergumam sambil menghela nafas pelan ,ingin rasanya saat ini ia berada di samping gadis itu,mendengar semua keluh kesahnya mendengar kegundahan hatinya .
"Panggilah ,panggil aku Sha ,aku akan setia mendengar semua kegundahanmu "jari tangan Rangga mengusap layar ponsel ,ia tahu saat in Shanum memikul beban yang begitu berat,jabatan CEO yang baru disandangnya dan kelicikan dari keluarga yang ingin melihatnya menderita .
__ADS_1