
happy reading 😘😘😘😘
"Rangga tolong pelankan laju motormu "teriak Shanum sambil memegang erat pinggang Rangga,rasa takut mendera saat Rangga begitu cepat melajukan motornya ,Shanum yang memakai baju dres tentu saja harus duduk cantik dengan arah menyamping ,membuat badannya terpaksa menempel erat di punggung Rangga .
Jika biasanya Shanum dengan leluasa mengendarai motor sportnya karena menggunakan celana jeans panjangnya .
Setelah beberapa menit akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan ,sebuah pesta besar karena sang pemilik hajat adalah orang terpandang di desa ini ,alunan musik band kelas kampung terdengar meriah meramaikan suasana ,sedangkan di pelaminan duduk sepasang pengantin yang tak henti-hentinya memamerkan senyum bahagia saat para tamu menghampirinya untuk bersalaman .
"Rangga ,kita makan dulu yuk " bisik Shanum pada Rangga setiba nya di tengah pesta ,namun Rangga tampak acuh tetap berjalan menuju ke tempat sang pengantin untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus menyerahkan amplop .
"Rangga...tunggu duluuu ,aku lapar "bisik Shanum lagi terdengar sedikit keras agar didengar oleh Rangga .
Shanum sedikit bingung antara terus mengikuti Rangga menuju ke arah kursi pelaminan dan menyalami pengantin lalu pulang ataukah pergi ke arah meja perasmanan di mana tersedia berbagai makanan lezat yang begitu menggugah selera membuat perut Shanum yang kosong sejak pagi tadi tampak berdendang ria melagukan keroncongan campur sari versi metal.
__ADS_1
Akhirnya Shanum melangkah menuju ke meja prasmanan tanpa mempedulikan Rangga yang sedang menuju ke arah lain ,langkahnya tetap cuek tanpa menghiraukan pandangan beberapa pengunjung yang menatap dengan rasa kagum padanya ,bagaimana bisa ada seorang bidadari yang begitu cantik nan anggun dengan langkah tenang menuju ke meja prasmanan dan mengambil piring beserta lauk pauknya .
Shanum pun mulai melahap hidangan dengan santai tanpa memperdulikan pengunjung lain .
Semenyara Rangga melangkah menuju kursi pelaminan untuk menyalami kedua mempelai ,terlihat mereka begitu bahagia .
"Selamat atas pernikahanmu Les ,semoga kalian langgeng "ucab Rangga tenang sambil menjabat tangan mempelai wanita yang pernah ada di hatinya,
"Trima kasih atas kedatanganmu Rang "jawab Lesti dengan tersenyum hangat dan melirik ke arah mempelai lelaki agar menyapa Rangga,namun sang mempelai pria ternyata sedang menatap dengan pandangan takjub kearah seorang tamu yang menarik perhatiannya ,Lestipun mengikuti arah pandangan lelakinya.
Lesti pun menepuk pundak suaminya dengan kesal karena telah berani bermain hati di depannya ,belum juga pernikahan selesai kini suaminya tengah asik memandang gadis lain dengan kekaguman .
Johan tampak terkejut kala Lesti menepuk bahunya ,segera dialihkan pandangannya dari gadis itu ,lalu segera menjabat tangan Rangga dan tersenyum masam ,sementara otaknya kini berfikir keras ,siapakah gerangan gadis cantik tersebut karena dia merasa tak mengenalnya dan Lestipun seperti tak kenal .
__ADS_1
Rangga berjalan kearah Shanum yang sedang bercengkerama dengan para tamu di sebelahnya dengan mulut masih mengunyah makanan .
Sungguh Rangga tak percaya apa yang dilihatnya ,Shanum sungguh gadis yang sungguh unik ,dia selalu berpenampilam cuek dan apa adanya namun kecantikannya tetap selalu menjadi perhatian para kaum adam ,Rangga tampak tersenyum kala melihat Lesti merasa kesal karena suami di sebelahnya malah asik menatap kearah gadis lain yang ternyata gadis itu adalah Shanum .
"Sha ,ayo kita pulang "bisik Rangga di telinga gadis yang sedang asik makan itu .
"Ah tunggu sebentar lagi Rang ,aku habiskan makanku dulu ,sayang mubazir "jawab Shanum santai sambil tetap mengunyah.
"Kita makan di rumah saja"ajak Rangga menarik tangan Shanum .
"Ta tapi sayang ini belum habis Rang ..." Shanum terlihat tak rela meninggalkan makanan yang masih tersisa di piringnya.
"Ibu masakin rendang jengkol kesukaan kamu "bisik Rangga membuat Shanum seketika terbelalak .
__ADS_1
"Hah ...rendang kancing levis ???"matanya seketika berbinar dan senyumnya mengembang lalu berdiri mengikuti langkah Rangga .