
Setelah menghabiskan masa cuti ,Rangga pun kembali dengan aktifitas kerja di perusahaan.
Beberapa kepala cabang di panggil secara bergiliran oleh Shanum untuk mengevaluasi kinerja mereka selama satu bulan ,Devonpun secara diam-diam mengikuti perkembangan perusahaan Shanum ,melihat kejanggalan di salah satu kepala cabang yang mengalami kerugian secara perlahan namun pasti .
Dari keterangan yang Hardy berikan ternyata sang kepala cabang merupakan salah satu orang kepercayaan Hendy ,kakak kandung Hardy sendiri.
Tentu saja dia lah sang pemegang kunci akan semua kekacauan yang terjadi di Wijaya Corp .
Meski Hendy tak mempunyai posisi di perusahaan namun keberadaan orang suruhannya tentu dengan mudah Hendy dapat mengetahui semua situasi di perusahaan tersebut ,namun tanpa ia sadari semua gerak -gerik kelicikannya telah tercium oleh Hardy dan untuk mengantisipasinya ia memerintahkan Rangga untuk selalu memantau gerak para musuhnya,sejak kondisi perusahaan semakin sulit di kendalikan terpaksa Hardy mengambil tindakan tegas ,semua bukti kecurangan sang kepala cabang telah terkumpul, dan kini Shanum harus mengambil tindakan tegas sebagai seorang CEO yang tentu bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaannya.
__ADS_1
Shanum menatap dingin sang kepala cabang yang kini berada di hadapannya ,keringat dingin keluar dari pori-pori pelipis pria tua itu,ternyata selama ini ia telah memasuki jebakan Hardy ,meski Shanum baru menjabat beberapa bulan namun dengan pantauan ketat dari Hardy tentu saja kelicikan sekecil apapun dapat terdeteksi.
"Tolong ampuni saya nona ,saya hanya melaksanakan apa yang mereka minta ,saya hanya ingin melindungi keluarga saya non"pria tua itu berucap dengan wajah memelas kearah Shanum ,rupanya Hendy sengaja memanfaatkan kelemahan salah satu karyawan yang sedang mengalami kesulitan .
Ditengah sang istri yang sedang mengalami sakit keras dan anak yang tengah menempuh pendidikan yang tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit ,dan kondisi itulah yang membuat Hendy dengan licik menawarkan bantuan dengan membiayai perawatan istrinya dan membayar uang pendidikan sang anak namun tentu saja Hendy meminta persyaratan pada pak Santo agar melakukan apa yang ia minta ,meski dengan hati berat akhirnya Santo menyanggupi perjanjian yang Hendy tawarkan .
Shanum hanya dapat menghela nafas berat ,di liriknya Rangga yang berada di samping nya menatap dingin pada pria tua tersebut .
"Baiklah pak untuk sekarang bapak kembali lagi ke ruang bapak dan tolong rahasiakan pertemuan ini dari orang yang memerintah bapak ,dan tetap berikan data yang dia minta "tentu saja hal itu membuat Rangga menatap Shanum tajam ,namun Ceo santik itu hanya tersenyum tenang .
__ADS_1
"Trima kasih atas kemurahan hati nona Shanum ,saya akan memberi kabar semua perintah dari tuan Hendy pada nona Shanum "pria tua itu membungkuk dengan wajah tersenyum bahagia,bayangan akan hukuman berat yang dia terima ternyata salah ,CEO cantik itu ternyata telah mengampuninya dengan suka rela ,Santo sungguh merasa sangat berhutang budi pada gadis cantik yang bahkan mungkin tak berbeda jauh dengan usia putrinya sendiri .
Dengan badan membungkuk hormat Santo segera berlalu dari ruangan tersebut ,kini tinggal Shanum dan Rangga yang masih memandangnya dengan rasa tak percaya jika Shanum bisa-bisanya mengampuni orang yang telah membuat kerugian besar di perusahaanya ,dengan bukti-bukti akurat yang telah di kumpulkannya Shanum bisa dengan mudah menjerat sang kepala cabang itu ke penjara juga otak dari semua keonaran itu yang tak lain adalah kakak dari ayahnya sendiri pun dapat ia seret ke penjara jika Shanum memintanya .
"Apa kau tidak lapar Ngga?"tanya Shanum pada Rangga karena jam makan siang bahkan telah lewat beberapa menit yang lalu .
"Hmm aku sudah kenyang "Rangga menjawab singkat karena dongkol hatinya begitu terasa ,kerja kerasnya selama ini untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan agar dapat menyeret mereka ke penjara ternyata hilang tak berguna ,dengan mudahnya Shanum memberi maaf pada mereka .
'sebenarnya terbuat dari apa hatimu Sha'
__ADS_1