
Rangga terdiam di tempat duduknya, perasaan bersalah kini menggelayuti dadanya.
Rupanya kedekatan Hardy dan sang ibu adalah karena mereka teman baik sejak lama, bahkan tak hanya Hardy dan Hana yang berhubungan baik.
Hardy, Dirga, dan Satria adalah tiga sahabat karib yang sangat dekat, bahkan para istri mereka pun selalu berhubungan, saling tukar cerita di kala waktu senggang.
Namun takdir berkata lain, saat Satria mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya saat Ardi yang masih berusia empat puluh hari, membuat Hana dengan terpaksa meninggalkan ibukota, dan hidup menyepi bersama kedua putranya.
Meski sebenarnya Satria memiliki saham cukup banyak di Wijaya Corp namun Hana ingin menikmati hidup yang tenang tanpa di pusingkan dengan dunia bisnis.
Akhirnya Hana pulang ke kampung halaman dan menetap di tanah kelahirannya membawa Rangga yang masih berusia tiga tahun dan sang adik yang masih bayi.
Meski Paramitha bersikeras meminta agar Hana tetap tinggal di ibukota namun ia tetap bersikeras untuk dapat melupakan kesedihannya karena kepergian sang suami.
Akhirnya Paramitha pun mau melepas Hana meski dengan syarat agar ia mau menjodohkan salah satu putranya dengan Shanum.
Kini seakan takdir membawa Rangga untuk mendekati jodoh masa kecilnya, karena secara tak sengaja ia bekerja di Wijaya Corp, yang mana merupakan perusahaan milik calon mertuanya sendiri.
"Kini aku sudah merasa tenang, kau memang jodoh yang sudah di takdirkan semesta untuk Shanum, jaga dia baik-baik Ngga"ucap Dirga dengan haru, setelah berpuluh tahun akhirnya ia dapat bertemu lagi dengan putra dari sahabatnya yang sudah meninggal.
Hardy yang kini matanya tampak berembun pun merasa lega hatinya, karena kini ia dapat melaksanakan keinginan sang istri yang sangat di cintainya untuk menjodohkan putri mereka dengan Rangga.
Dengan penuh haru, Hardy memeluk Rangga erat.
"Ternyata kau memang di takdirkan untuk menjadi menantuku"ucap Hardy dengan suara bergetar.
__ADS_1
Rangga hanya menurut dan tetap diam dalam pelukan Hardy, hati kecilnya masih belum mempercayai jika ternyata ia sudah di jodohkan dengan Shanum bahkan sejak mereka masih seorang anak.
"Kau pulanglah, malam telah larut, untuk masalah pernikahan ini biar kami yang mengaturnya"uajr Hardy, karena ia pun harus membicarakannya dengan sang putri, yang belum mengetahui hal itu.
Rangga pun mengangguk hormat setelah menyalami kedua pria paruh baya itu.
Motornya melaju kencang menuju rumah kontrakannya.
Langkah kaki Rangga pelan menuju kamarnya, setelah memarkirkan motor di garasi.
"Cieee cieee berseri amat tuh muka, kayak habis dapat ilham"sapa Kevin yang sedang duduk di ruang tengah melihat kedatanggan sahabatnya itu dan mulai meluncurkan kalimat lemes dari bibir pedasnya.
"Huh kepo aja lu markonah ..."sahut Rangga kesal.
"Ish ish ish ...gue mah ngalah aja dah ama jomblo ..."ujarr Kevin sambil mencebikan bibirnya lalu melangkah pergi.
Langkah Kevin pun terhenti saat kalimat Rangga yang terasa menggelitik telinganya.
"Ehmm hmmm, apa gue kagak salah denger nih "ledeknya lagi dengan lagak memasukan ujung telunjuknya ke telinga seolah pendengarannya salah.
Rangga hanya menggelengkan kepalanya kesal, lalu melangkah ke kamarnya, meladeni Kevin sama saja dengan makan jeroan kambing, bikin darah tinggi.
Kevin tersenyum puas karena melihat lawannya menyerah.
Tak ingin emosinya terpancing akhirnya Rangga meninggalkan Kevin, namun sesaat sebelum melangkahkan kakinya, ia membuka layar ponselnya dan ...
__ADS_1
"Hah....apa-apaan ini, woyy "teriak Kevin saat matanya melihat dengan jelas Rangga tengah tersenyum ke arah kamera dengan seorang gadis di sampingnya.
Meski mereka berpose wajar karena hanya posisi wajah mereka yang sangat dekat, namun yang membuat Kevin membulatkan matanya sempurna, wanita itu tak lain adalah sang CEO kesayangannya.
"Ngga,buka...."teriak Kevin keras.
Langkahnya kalah cepat dengan Rangga yang tiba-tiba berlari ke kamarnya setelah menunjukan poto kebersamaannya dengan Shanum di resto mini tempatnya bertemu secara diam-diam.
Makan tuh bibir lemes lu, enak aja ngatain orang jomblo permanen ,geram Rangga dengan senyum puas di balik pintu kamarnya.
Kevin begitu terpukul dengan apa yang baru saja di lihatnya, seakan tak rela jika sahabatnya itu kini memiliki hubungan dengan nona muda Shanum.
Senyum Rangga merekah jika mengingat pertama kali ia bertemu dengan Shanum, gadis pemberani yang ternyata CEOnya kini akan menjadi istrinya.
Plakkkk
"Shhhhh "Rangga meringis saat pipinya terasa kebas karena tamparan tangannya sendiri, meski terasa sedikit perih namun senyumnya kembali terbit, kini ia sadar bahwa itu bukan mimpi.
Yeeeeyy kawiiin..... kawiin ....besok lusa mau kawiiin ,Rangga bernyanyi riang dalam hati.
Sementara di kamar sebelah, kekesalan Kevin masih bersambung karena Rangga kembali mengiriminya foto tentang kedekatannya dengan CEO Wijaya Corp.
Sungguh sama sekali Kevin tak menduga jika gadis yang selama ini dekat dengan Rangga adalah CEO nya sendiri.
Tentu saja geram hati Kevin karena jika benar mereka sedekat itu sedangkan saat ini Nona Muda nya telah memiliki tunangan, maka Rangga adalah seorang pebinor, pikir Kevin, tanpa mengetahui cerita sebenarnya.
__ADS_1
💖💖💖
Jangan lupa like koment dan vote nya yaaaa😘😘😘