Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Tak Rela Melepasmu


__ADS_3

Dengan rahang mengeras Devon menarik kerah baju pria berkaca mata yang duduk di atas kursi di hadapan Vina ,hingga kedua kakinya berjinjit ,leher yang terasa tercekik membuat rona wajahnya memerah .


"Berani-beraninya kau menggodanya hah"nada ucapan Devon tegas dan mengintimidasi ,entah kenapa hatinya menjadi begitu murka setelah melihat seorang lelaki menggenggam tangan mantan kekasihnya dengan erat,Devon seakan lupa bahwa kini ia tak memiliki hubungan lagi dengan gadis itu .


Eros diam karena tak menyadari situasi yang sedang dialaminya ,ia sama sekali tak menyadari siapa pria yang kini tengah mencengkeram kerah bajunya dengan keras .


"Devon lepaskan ,kau tak berhak melukainya "Vina berkata dengan nada tegas ,membuat Devon tersadar ,dengan perlahan cengkeraman tangannya pun terlepas .


Eros yang kini memahami situasi, saat Vina memanggil sebuah nama lelaki yang telah menyakitinya itu pun berbalik memandang Devon dengan darah mendidih .


Bugggh


"Jadi ini lelaki brengsek itu hah"Eros berucap lantang penuh emosi sambil melayangkan bogem mentahnya ke arah Devon .


Bughhh


Kembali Eros manumpahkan kekesalannya ,gadis yang selama ini ia cintai namun masih terbelenggu dengan kisah masa lalu asmaranya yang berakhir dengan luka hati yang di deritanya begitu lama .


Devon mengusap sudut bibirnya yang terasa asin ,rupanya sobekan di kulit bibirnya membuat darahnya mengalir ,namun ia tak ingin membalas amarah pria yang ia ketahui bernama Eros itu .

__ADS_1


"Eros ku mohon hentikan ,atau ku anggap kau bukan sahabatku lagi selamanya "isak tangis Vina sambil memeluk pinggang Devon erat ,sungguh biar bagaimanapun ia tak rela jika melihat lelaki yang sampai saat ini masih menjadi tokoh utama dalam hatinya kini terluka menahan sakit di tubuhnya .


Tatapan Eros kini beralih ke wajah ayu yang masih terisak ,hatinya begitu perih melihat gadis yang amat di cintainya memasang badan untuk melindungi lelaki lain.


Kini dengan lemas Eros pun melangkah gontai , pergi meninggalkan kedua insan yang telah membuat hatinya terluka .


Vina mengusap bibir Devon dengan lembut ,di tatap nya pria yang sampai detik ini masih sangat di sayanginya ,sepersekian detik tatapan mereka bersitatap ,Vina menundukan wajahnya untuk menguasai debar jantungnya ,meski hatinya telah terluka namun tetap saja Vina tak bisa mengausai hatinya yang kini masih tetap berdebar kencang hanya karena Devon tengah menatapnya lekat .


"Maafkan aku yang telah melukai hatimu Vin "ucap Devon pelan .


"Sudahlah tak ada yang perlu di sesali lagi ,biarkan waktu yang mendewasakan kita "ucapan Vina terdengar bijaksana, sekian waktu ia mencoba berdamai dengan luka hatinya ,mencoba menerima keadaan jika memang ternyata mereka di takdirkan tidak untuk bersatu dan mencoba meng ikhkaskan pria yang begitu di cintainya untuk menjadi milik orang lain .


Sebenarnya luka kecil itu tak seberapa bagi Devon ,namun ia hanya ingin lebih lama lagi bersama Vina .


"Duduklah ,akan ku oleskan obat ini "perintah Vina agar Devon duduk di bangku yang berada di samping tempat parkir rumah sakit .


Rupanya jam besuk telah usai satu jam yang lalu ,hingga lorong rumah sakit pun kembali sunyi ,jam praktek Vina pun telah usai .


Eros yang menagih jawaban atas perasaannya meminta untuk bertemu di kantin rumah sakit dan kebetulan Devon yang memang berniat untuk menjemput Vina melihat keberadaan mereka berdua hingga menyala lah api cemburu di hatinya .

__ADS_1


Vina mengoleskan salep di bibir Devon ,tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir tipisnya ,suasana hening membuat Devon merasa bersalah .


"Apa kau marah padaku "tanya Devon dengan tatapan menyelidik .


"Tidak"Vina menjawab singkat .


"Lalu kenapa kau mendiamkanku Vin ,aku sudah minta maaf padamu "ujar Devon merasa kesal karena sejak ia mengikuti Vina ke parkiran mobil hingga saat ia mengobatinya sama sekali tak ada sepatah katapun terucap dari bibir mantan kekasihnya itu .


"Vin ..."panggil Devon dengan pelan dan menatap manik mata Vina.


"Marahlah padaku jika memang membuat hatimu puas "lanjutnya lagi .


"Sudah kukatakan aku tidak marah "jawaban Vina masih singkat .


"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kau tak mendiamkan aku seperti ini"


"Sudah cukup .... aku tidak marah dan aku juga tidak kesal ,aku hanya tidak mengerti dengan isi dalam hati dan pikiranmu Von ,saat ini aku hanya ingin melupakanmu melupakan tentang kisah kita ,aku ikhlas melepasmu ,meski berat rasa hatiku tapi kini ...di saat lukaku mulai mengering kenapa kau datang kembali mengusik hidupku kenapa Von kenapa...."Vina menumpahkan seluruh isi hati yang membuat dadanya sesak .


"Karena aku tak rela melepasmu Vin "

__ADS_1


__ADS_2