
Devon menatap Vina dengan tatapan sayu,jarak yang hanya beberapa centi membuat deru nafas mereka terasa saling beradu kencang .
"Hentikan aku ,jika kau tidak ingin meneruskannya "bisik Devon dengan suara berat .
Vina hanya terdiam saat Devon kembali memanjakan tubuhnya ,meski otaknya berpikir bahwa itu adalah salah, namun hati kecil dan tubuhnya sama sekali tak menolak bahkan saat tangan Devon menekan tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.
Ruangan yang dingin karena terdapat AC yang biasanya menyejukkan ,kini bagai tidak ada artinya lagi ,ruangan yang kian terasa panas membuat nafas kedua insan itu kian terasa hangat .
Devon yang menyadari bahwa Vina sama sekali tak melakukan penolakan pun kini mengangkat tubuh itu dan membawanya ke dalam kamar yang terletak hanya beberapa langkah dari ruang makan .
Ruangan kamar Vina sebenarnya cukup luas hingga masih terasa sangat cukup jika mereka hanya tidur di ranjang tanpa melakukan aktifitas lain yang membuat keringat keluar membanjiri tubuh keduanya .
Vina yang berada di bawah kungkungan Devon tampak terpejam ,ciuman hangat Devon kini semakin memanjakannya membuat tubuh yang secara tak sadar bergeliat lembut.
"Dev ..."suara Vina pelan namun terdengar bergetar saat gelenyar tubuhnya semakin membuat kesadarannya kini bagai melambung ke angkasa .
__ADS_1
******* dan erangan manja kini lolos dari bibirnya saat Devon mulai memainkan perannya .
Erangan manja yang keluar dari bibir keduanya dan saling sambung menyambung .
Tubuh Vina kian bergetar saat Devon memulai gerakan intinya.
"Aku akan mulai ,tahanlah akan sakit sebentar "bisik Devon yang terdengar lucu di telinga Vina ,sebagai seorang dokter meski ia seorang gadis namun hal itu tentu sudah ia pahami .
Namun hati kecil Vina mencelos saat menyadari kenyataan bahwa ternyata memang akan terasa sesakit itu ,kala untuk pertama kali tubuh bagian intinya terluka untuk pertama kalinya .
Vina bangkit dan melangkah perlahan menuju kamar mandi ,meski hanya membutuhkan beberapa langkah namun terasa sangat jauh,tenaga yang bagai terkuras dan rasa sakit di bagian inti tubuhnya membuat Vina tampak merapatkan giginya untuk menahan rasa sakitnya.
Dengan perlahan ia membaringkan tubuhnya di bathub setelah terisi air hangat dan aroma therapy,berharap agar tubuhnya kembali segar dan pulih .
Vina termenung dengan matanya yang terpejam ,kembali terlintas adegan terlarang yang telah ia lakukan bersama mantan kekasihnya ,perasaan bersalah kini menggelayuti hatinya .
__ADS_1
Hati yang terluka karena sebuah penghianatan namun kini bahkan ia sendiri dengan tega menjadi seorang yang menghianati gadis lain,karena secara sah gadis itulah sang pemilik Devon sesungguhnya ,meskipun pertunangan mereka tidak di dasari rasa saling mencintai .
Sungguh kekalutan yang kini Vina rasakan ,kenikmatan sesaat yang ia lakukan dengan kesadarnya kini membuat rasa sesal di hatinya begitu dalam ,entah bagaimana ia menjadi gadis yang begitu bodoh hanya karena rayuan dan bisikan dari pria yang hingga kini masih begitu di cintainya .
Tak terasa sudah lebih dari satu jam Vina berada di dalam kamar mandi dan berendam ,setelah membilas tubuhnya ia pun melangkah perlahan keluar dari kamar mandi ,langkah kakinya ia pijakan dengan hati-hati karena tak ingin membangunkan Devon yang tampak sudah terlelap .
Dengan cepat kembali melangkah ke kamar mandi dan memakai piyama tidurnya dengan cepat .
Di atas sofa ,Vina membaringkan tubuhnya yang terasa begitu lelah dan mencoba memejamlan matanya, suara nafas Devon yang tertidur di ranjang terdengar teratur pertanda ia telah terbang ke alam mimpinya .
Di tariknya selimut agar menutupi tubuhnya ,saat ini Vina tak ingin memikirkan mahkotanya yang sangat ia jaga telah hilang ,setelah terenggut oleh pria milik wanita lain ,Vina hanya merasa bahagia karena orang yang pertama kali menjamahnya adalah pria yang begitu ia cintai .
❣❣❣❣
Dag dig dug otor menulis eps ini setelah di revisi ulang karena gagal review ...semoga kali ini lolos 🙏🙏🙏
__ADS_1