Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Program Tek Dung


__ADS_3

Rangga melambaikan tangannya ke arah Shanum yang berada di mobilnya.


Hari ini Shanum bersikeras untuk mulai masuk kerja, setelah perdebatan panjang dengan dua pria penjagannya yaitu sang ayah dan suaminya.


Hardy terpaksa mengabulkan keinginan Shanum dengan syarat, harus memakai sopir dan tidaj boleh bekerja terlalu lelah.


Sementara Rangga melajukan motornya secara perlahan tak jauh di belakang mobil Shanum.


Dengan penuh semangat Shanum memasuki lobi perusahaan, sapaan hangat dan anggukan dari para karyawan menyapanya.


Senyum ceria melihat kedatangan CEO kesayangan mereka kini sudah mulai bekerja, meski desas desus berita hangat yang kini menyebar tak menggoyahkan kekaguaman mereka.


Bahkan andaikata nona Shanum bermain api dengan pria lain di belakang tuan Devon tunangannya pun, mereka tak keberatan.


Berita tentang putusnya pertunangan Shanum dengan Devon kini sudah menyebar dan sudah menjadi berita umum, bahkan berita terbaru yang beredar bahwa saat ini CEO mereka telah menjalin hubungan dengam pria baru, tanpa mereka ketahui bahwa sesungguhnya saat ini CEO Wijaya Corp sudah sah memiliki seorang suami, dan mereka akan semakin terkejut jika tahu bahwa pria paling beruntung itu adalah salah satu karyawan Wijaya Corp, itu sendiri.


Rangga tak ambil pusing dengan berita yang kini beredar, yang ia tahu bahwa semalam ia telah menghabiskan waktu berdua dan melakukan kegiatan panas bersama CEO yang kini telah resmi menjadi istrinya itu.


"Eh Ngga, emang bini lu udah sehat"bisik Kevin yang melihat kedatangan Shanum di perusahaan.


"Hu um"Rangga mengangguk pasti.


"Beneran lu, gue lihat wajahnya masih sedikit pucat"ujar Kevin ragu.


"Benar kok sudah sehat, bahkan semalam kita melakukan sampai tiga ronde"Kevin membulatkan matanya sempurna mendengar jawaban frontal dari mulut Rangga.


"Eh busett, lu bener-bener ya".


"Ssttt, nggak usah kaget gitu, ya wajarlah kita kan pengantin baru, jadi lagi hot-hot nya"jawaban santai keluar dari mulut Rangga yang kini tersenyum puas pada Kevin.


"Makannya, lamar tuh si Rara, jangan beraninya macarin doang tapi nikahin kagak".


"Biar lu rasain bagaimana nikmatnya menggapai syurga dunia"Rangga mengedikan kedua alisnya dengan senyum mesum yang terlihat begitu menjengkelkan bagi Kevin.


"Ah gue kagak percaya lu ampe sanggup tiga ronde"ucap Kevin.


"Ck ah masa iya gue harus nunjukin ketangguhan gue ame elu"jawab Rangga datar.


Mana mungkin gue suruh bini gue pamerin hasil karya gue semalam ama lu, bisa-bisa ngiler lu, gumam Rangga dalam hati.

__ADS_1


"Eh mau ke mana lu, bukannya lantai ruangan lu udah kelewat"Rangga bertanya heran setelah Kevin tak juga keluar dari lift setelah lantai ruangannya terlewat.


"Ehhm mau ke ruangan bini lu, ada berkas yang harus di tanda tangan"jawab Kevin tenang.


"Ehm, kalau ku mau liat hasil karya masterpiece gue , lu liat di lehernya bagian kanan"Rangga mengedipkan satu matanya nakal.


"Sialan lu".


Kevin menggaruk kepalanya setelah berada di depan pintu ruangan CEO.


Tok tok.


Kevin memasuki ruangan dengan langkah perlahan, lalu menyodorkan berkas di atas meja Shanum, tampak asisten Harun juga tengah menunggu berkasnya yang masih Shanum periksa.


"Silahkan taruh berkas yang harus di tanda tangani, nanti setelah Nona Muda tanda tangan, kami akan memanggil anda"ucap Harun, Kevin menunduk hormat lalu melangkah meninggalkan ruangan.


Sialan tu bocah, diam-diam bisa bikin ******* juga, umpat Kevin panjang pendek, setelah dari sudut matanya ia lihat beberapa titik berwarna merah di leher jenjang nona muda Shanum.


Meski sedikit tersamarkan karena polesan bedak namun kejelian mata Kevin masih dapat melihatnya.


Tangannya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Gue udah lihat hasil karya elu"Rangga tersenyum membaca pesan yang Kevin kirim.


"Itu belum seberapa, masih banyak di tempat yang tersembunyi"umpatan Kevin sontak keluar dari mulutnya setelah membaca pesan mesum dari Rangga.


Sialaaaannn, Umpat Kevin kesal, sementara Rangga terbahak-bahak di ruangannya.


"Apaan lu Ngga, bahagia banget kayaknya, dapet voucher gratis lu?"tanya Danu kepo.


"Ehhm ini mah nilainya beribu-ribu kali dari sekedar voucher"jawab Rangga percaya diri.


"Eh denger-denger sekarang nona Shanum sudah memiliki pengganti tuan Devon"ucapan Danu sontak menyita perhatiannya.


Rangga tetap diam menunggu kalimat lanjutan Danu.


"Gue jadi penasaran, apa kelebihan tu cowok , sampai nona Shanum tega ninggalin lelaki setampan Devon"sambung Danu lagi.


Glek.

__ADS_1


Rangga menelan saliva yang kini mulai terasa pahit.


"Padahal, apa kurangnya seorang Devon Sanjaya, putra satu-satunya dan tentu saja pewaris tunggal perusahaan Sanjaya yang cabangnya bahkan sampai ada di luar negri"lanjut Danu.


Rangga kini merasa geram, kenapa mereka kini seakan menyalahkan Shanum, kenapa mereka seakan hanya melihat kelebihan yang Devon miliki.


Tak tahukah kalian, bukan Shanum menghianati Devon hingga tunangan mereka akhirnya putus, tapi Devonlah yang telah bermain api di belakang Shanum, ingin Rangga berteriak dan mengatakan yang sesungguhnya.


"Ehm, kita tidak tahu ada cerita apa di balik kejadian ini, dan bukan hak kita menghakimi salah satu di antara mereka"ucapan bijak tiba-tiba keluar dari mulut Dika yang sedari tadi terlihat fokus pada laptopnya.


Danu hanya memandang datar ke arah kembarannya.


"Ehm, menurut elu, apa yang menyebabkan non Shanum berpaling dari tuan Devon Ngga?"kini Danu berbalik bertanya ke Rangga.


"E a aku kan beberapa hari ini absen Nu, jadi berita yang sedang panas aku tidak tahu"jawab Rangga gugup.


Dika hanya melirik tajam ke arah Rangga.


Tok Tok.


"Maaf tuan Rangga di panggil oleh tuan Hardy dan di minta datang ke ruangan CEO sekarang juga"ucap Harun lalu membungkuk hormat sebelum pergi meninggalkan ruangan.


Rangga melangkah mengikuti Harun, jika ayah mertua memanggilnya tentu ada hal penting akan di tugaskan padanya.


Ceklek.


Mulut Rangga membulat namun matanya fokus tertuju pada meja ruangan.


"Ada acara apa ini Yah?"tanya Rangga, melihat hidangan istimewa tertata rapih di atas meja sungguh menggugah selera.


"Ini makanan yang khusus ayah pesan pada bibi di mansion untuk kalian berdua"ujar Hardy tersenyum bahagia.


"Kenapa khusus hanya untuk kami ayah, apalah asisten Harun juga tidak boleh menyantapnya"tanya Shanum protes, kenapa makanan sebanyak itu hanya untuknya dan Rangga, dan orang lain tak boleh memakannya.


"Ini makanan khusus bagi pasangan muda yang sedang program ingin memiliki momongan".


"Uhukk uhuk"ucapan frontal dari mulut Hardy sontak membuat Shanum terbatuk, Rangga dengan cepat menyodorkan segelas air minum pada sang istri.


Kau sungguh menyepelekan kemampuan menantumu ini Yah, tanpa makanan dan menu istimewa putrimu pasti akan langsung tek dung, ucap Rangga percaya diri, namun hanya ia yang bisa mendengarnya karena ia hanya berucap dalam hati.

__ADS_1


💗💗💗💗


__ADS_2