Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Si Dingin Yang Hot


__ADS_3

Terima aksih untuk kalian semua, atas like koment dan hadiah yang kalian berikan, jaga kesehatan yaa, dan happy reading 😘😘😘


💦💦💦💦


Shanum merasa tinggal di rumah sederhana itu membuat hatinya merasakan hangatnya sebuah keluarga.


Bahkan masakan yang mertuanya siapkan pun ia habiskan, Shanum yang mewarisi sifat dari sang ibu yang cenderung menyukai masakan tradisional merasa lidahnya begitu di manjakan.


Berbeda dengan ayah Hardy, yang lebih sedikit ke modern dari pada lidahnya.


Setelah acara makan selesai Rangga mengajak sang ibu untuk duduk di teras depan rumahnya, menikmati suasana sore yang tenang, sungguh itu yang selalu Shanum inginkan.


Selain menikmati sejuknya udara pegunungan, Rangga dan Shanum juga mengundang Hana ke kota untuk menghadiri acara peresmian pernikahan mereka.


Tentu saja hal itu membuat Hana begitu gembira, dengan adanya peresmian pernikahan membuat orang lain tak lagi berpandangan negatif tentang putranya.


"Baiklah ibu pasti datang"ujar Hana pasti.


Keduanya pun berpamitan lalu bergegas berangkat kembali ke mansion.


Beberapa jam perjalanan akhirnya keduanya sampai di mansion.


Beberapa hari menjelang resepsi, Shanum terlihat begitu sibuk, untunglah gaun yang ia pakai kali ini masih rancangan Merry yang dulu menangani baju saat perayaan ijab kabulnya.


Tentu saja Merry yang sudah paham dengan selera dan keinginan Shanum segera membuat sketsa yang ada dalam otaknya.


Rangga memarkirkan mobil dengan perlahan.


Tak ingin mengganggu Shanum yang telah pulas tertidur.


Seorang penjaga membuka pintu mobil agar Rangga bisa mengangkat tubuh Shanum dan membopongnya ke mansion.


Hardy yang melihat hal itu segera menyongsong menantunya.


Dengan cekatan Hardy membuka pintu kamar Shanum di lantai atas agar Rangga segera merebahkan tubuh mungil itu di ranjang.


"Terima kasih yah" ujar Rangga sambil menutuo tubuh Shanum dengan selimut.


"Hmm, bagaimana kabar ibu mu Ngga?"tanya Hardy lirih, takut membangunkan putrinya.


"Ehm baik ayah, dan ibu juga akan datang besok di pesta peresmian pernikahan kami" jawab Rangga, membuat Hardy tersenyum puas.


Kalau begitu kalian istirahatalah, ujar Hardy lalu melangkah pergi.


Hardy sudah menyebar undangan ke semua relasi bisnis dan sahabat dekat karena Sesuai permintaan Shanum dan Rangga, agar pesta di adakan tidak terlalu meriah.


Cukuplah mereka tahu jika sekarang Shanum dan Rangga telah terikat dalam satu janji suci yaitu pernikahan.

__ADS_1


Rangga memandang wajah sang istri, setelah menghadiri acara resepsi esok, Rangga harap Monik dapat menerima kenyataan bahwa ia memang bukan tercipta untuknya.


Sementara di sebuah rumah megah, Daren menatap ke arah kayar monitor di depannya.


Sejak pertemuannya dengan Shanum, CEO Wiyana Corp, membuat rasa penasaran hinggap di hatinya.


Wajah yang kini selalu menghiasi dunia khayalannya, bahkan sehari tak jumpa membuat hari nya sungguh kelabu.


Daren kali ini bagai seorang remaja yang tengah di mabuk cinta, tanpa di sadari bahwa cinta nya telah salah memilih.


Semua tentang Wijaya Corp telah Daren kupas tuntas, namun kehidupan pribadi sang CEO Shanum Samantha tak banyak ia kantongi.


Hanya beberapa berita hoak yang memberitakan tentang pertunangannya yang telah putus.


Tak ayal berita itu membuat Daren seakan mendapat durian runtuh.


Semangatnya kembali berkobar.


Kau akan ku dapatkan, pekik hati Daren dengan pasti.


Tangannya mengepal sempurna dengan senyuman tersungging puas.


*


*


"Adu du du duh yei makin cakep aja say dan waw....mon***" sapa Merry memeluk Shanum dengam kecupan ringan di pipi kiri dan kanannya.


Sementara Rangga yang merasa jengah, memundurkan badannya menghindar dari sambutan kecupan hangat dari wanita berbahu tegap itu.


Merry hanya mencebikan bibirnya dan mengulurkan tangan pada Rangga.


"Suami Yei dingin banget say, apa di ranjang dia juga kaya kulkas gitu heum?"bisikan Merry membuat Shanum membulat.


Pertanyaan frontal tanpa saringan membuat panas kuping yang mendengarnya.


"Suamiku selalu dingin jika di luar rumah, tapi kalau di ranjang hhrrrrgghh" jawab Shanum, meski gugup namun ia berusaha mengimbangi gaya bahasa Merry.


"Ish ish ish, masa saay, ah eike kagak percaya, masa iya laki lo yang bertampang lurus kayak papan itu bisa hot di ranjang, huh eike jadi penasaran gimana gaya nya" kalimat frontal keluar dari mulut Merry dengan tubuh tak henti berlenggak lenggok.


Rangga yang menyaksikan interaksi kedua wanita beda server itu hanya bergidig ngeri.


'Jangan terlalu dekat sayang, aku takut virusnya nular ke kamu'


Shanum menutup mulutnya menahan tawa yang hendak pecah dari mulutnya saat membaca pesan dari Rangga di ponsel.


Rupanya dari kejauhan Rangga tetap memantau gerak-gerik Shanum.

__ADS_1


"Apaan sih say, lu ketawa sendiri kaya orgil" tanya Merry penasaran.


Shanum segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas.


Bisa geger dunia per kalengan kalau dia baca pesan ini, batin Shanum.


"Ehm nggak kok, pesan dari mansion yang salah kirim" jawab Shanum yang ngasal dan tak masuk di akal, untung Merry tak menyadari jawaban Shanum yang penuh karangan bebas.


Shanum menghela nafas panjang, bergaul dengan mahluk unik di hadapannya itu sungguh membuat senam jantung.


Harus pandai-pandai mengambil hatinya.


Dan jangan sampai salah ucap, bisa-bisa semua otot kekarnya keluar, batin Shanum bergidik ngeri.


Senyum Shanum mengembang sempurna, ganu pengantin yang di buatnya sungguh sesuai dengan seleranya, puas dengan karya Merry ia pun melangkah ke luar kamar dan menunjukan gaun yang di pakainya pada Rangga.


"Stt sayang, gimana gaun ini?"panggil Shanum membuat perhatian Rangga pada ponsel teralihkan.


Seakan tak percaya sosok di hadapannya adalah sang istri, Rangga hanya diam membeku dengan tatapan intens ke arah Shanum.


"Sayang, kok malah diam" hardik Shanum dengan menyentakkan kakinya ke lantai, kesal dengan sikap Rangga yang hanya diam menatapnya.


"Cantik, istriku memang cantik" Rangga bagai tak sadar melangkah mendekat ke arah Shanum.


Dan dengan langkah perlahan namun pasti Rangga mengikis jarak.


Wajah Shanum sontak bergerak mundur saat Rangga semakin dekat, namun gerakan Shanum tertahan, tengkuknya kini di tahan oleh tangan Rangga.


Dan akhirnya Merry hanya dapat menutup mulutnya saat melihat adegan ciuman panas yang di lancarkan oleh Rangga.


Seakan bagai tak perduli dengan keadaan sekitar, Rangga dengan penuh nafsu ******* bibir lembut Shanum.


Bahkan dengan tangan yang kian menekan tengkuk Shanum agar memperdalam pag*******, Rangga bahkan tak sadar telah membuat Shanum kehabisan nafas.


Barulah ia melepas pagutannya setelah tepukan di bahu menyadarkannya.


"Maaf"ucapnya saat melihat Shanum dengan wajah memerah dengan nafas tersengal.


Dengan ibu jari, Rangga mengusap sisa saliva ciuman panasnya.


"Kau terlalu cantik, maaf aku hampir membunuhmu"Rangga mendekap Shanum dengan rasa sesal.


Merry yang masih Shock pun hanya bisa mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.


Prok prok prok, tepukan Merry membuat keduanya menoleh.


"Kalian telah membuat eike semakin penasaran" ucap Merry dengan mencebikan bibirnya.

__ADS_1


"Penasaran apa " tanya Rangga dengan wajah bersungut, jangan sampai wanita bahu tegap itu penasaran pada rasa pagutanku, Rangga bergidik ngeri dan tengkuk meremang.


__ADS_2