Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Maafkan Aku Yang Lancang


__ADS_3

Rupanya Shanum mengetahui jika Rangga mengikutinya dan kini berada tak jauh dari tempatnya berada .


Ranggapun melangkah perlahan dengan mata menatap intens ke arah Shanum yang masih dengan tenang menatap kearah danau.


Para pengunjung yang sebagian ibu-ibu bersama putra-putrinya bersenda gurau di arena bermain yang tak jauh dari tempat duduk Shanum .


"Ehhmm hmmm"


Shanum menoleh ke arah Rangga dan tersenyum .


"Akhirnya kau menampakan wajahmu ?"


"Ehmm maaf ,bukan maksudku untuk mengikutimu secara diam-diam "ucap Rangga salah tingkah mendapat tatapan Shanum yang tajam memandang kearahnya .


"Lalu,apa maksudmu mengikutiku ?"


"Aku hanya ingin memastikan kau aman"Rangga mencoba membela diri.

__ADS_1


Shanum hanya tersenyum memandang Rangga yang terlihat salah tingkah ,sebenarnya ia tak mempermasalahkan Rangga yang mengikutinya secara diam-diam ,ia hanya ingin duduk berdua dan berbincang dengan Rangga,karena meski mereka satu gedung namun kesibukan membuat mereka tak pernah saling berjumpa ,jika ia tak memanggionya lewat telpon pasti Rangga tak akan menampakkan dirinya .


"Jangan kau pandang aku seperti itu Sha ,membuatku sakit jika sadar bahwa pandangan dan senyum itu bukan milikku".


Rangga duduk di kursi bersebelahan dengannya ,sengaja ia duduk berlainan kursi dengan Shanum meski masih tersedia cukup tempat untuk satu orang lagi karena kursi taman itu panjang .


Shanum pun menyadari jika semenjak Rangga mengetahui bahwa kini ia mempunyai tunangan membuat sikap pemuda yang di kaguminya secara diam-diam itu kini menjauhinya .


"Kenapa kau menjauh dariku Ngga?"


"Apa maksudmu ?"tanya Rangga .


Rangga tertegun dengan penjelasan Shanum, rupanya gadis itu kesepian dan membutuhkan seorang teman .


"Kau memang menganggapku hanya sebagai teman ,tapi bagaimana jika aku menganggapmu lebih dari itu Sha ,aku takut rasa ini akan semakin dalam dan sulit ku lepaskan "


Rangga masih terdiam mendengar semua keluh kesah Shanum ,di mana ia merasa tak ada seorangpun yang mengerti dirinya ,dimana ia tak dapat menemukan ketenangan hati di keluarga besarnya ,bahkan mereka saling benci hanya karena harta.

__ADS_1


Rangga menatap Shanum intens ,matanya yang mulai berkaca dan bibir bergetar ,seandainya saja saat ini Rangga tak memperdulikan keadaan di sekitarnya ia ingin memeluk gadis itu ,mendekapnya erat dan berkata jika semua akan baik-baik saja .


Tubuh Shanum berguncang menahan tangis,Rangga perlahan mendekat namun langkahnya tertahan saat tiba-tiba Shanum melangkah menyambutnya dengan pelukan erat .


"Ngga ,jangan menjauhiku Ngga,jangan pergi dariku ,aku kesepian "tangis Shanum pun pecah dan tubuhnya bergetar hebat ,Rangga seakan membeku .


Di usapnya punggung Shanum dengan lembut .


"Aku tak menjauh darimu Sha "Rangga berkata pelan di telinga Shanum ,harum rambut gadis itu begitu memabukannya ,bagai mimpi Rangga kini memeluk gadis yang selama ini telah mencuri hatinya .


Andai itu hanya mimpi,Rangga tak ingin menyudahi tidurnya .


"Aku bukan menjauh darimu Sha ,aku hanya tak ingin terlalu dekat denganmu hingga aku lupa jika perasaanku padamu bukan pada tempatnya ,jika aku berada dekat denganmu aku takut jika rasa ini akan semakin dalam dan tak sanggup aku lepaskan "akhirnya Rangga tak mampu lagi membendung semua perasaan yang selama ini menyiksa hatinya .


Rangga tak perduli jika ia telah lancang mencintai seorang gadis yang tak mungkin ia miliki ,ia hanya ingin jika Shanum tahu akan perasannya yang sesungguhnya .


Shanum menengadahkan wajahnya dan kini menatap Rangga dengan tajam ,jarak antara mereka begitu dekat hingga nafaspun terasa hangat .

__ADS_1


"Maafkan aku yang telah lancang untuk berani mencintaimu Sha "


__ADS_2