
Rangga melajukan mobilnya menuju mansion karena malam sudah larut.
Sebenarnya ia sudah ber rencana untuk melihat rumah barunya, namun karena sudah larut dan Shanum pun tampak cukup lelah jadi ia mengurungkan niatnya.
Sementara di tempat lain, Kevin tengah di landa pusing tujuh keliling.
Rara sang kekasih memberondonginya banyak pertanyaan.
Kejadian bermula saat mereka tak sengaja lewat di sebuah restoran mewah dengan laju motor yang lambat.
Dan saat itulah mereka melihat Rangga tengah makan satu meja dengan nona muda Shanum, CEO mereka sendiri.
Kevin yang sudah mengetahui cerita sesungguhnya, berusaha mengalihkan perhatian sang kekasih.
Namun Rara yang tidak menyadari sikap ganjil Kevin pun tetap kekeuh menanyakan hal itu pada kekasihnya.
Kevin selalu berusaha mengalihkan perhatian Rara pada hal lain.
"Kak, tadi apa yang kita lihat tidak salahkan? Itu nona muda Shanum dan kak Rangga?"untuk kesekian kalinya Rara bertanya pada Kevin.
"Entahlah, aku tidak terlalu jelas lihatnya"Kevin menjawab dengan tatapan tetap lurus ke depan.
"Ish kak Kevin pasti bohong, tadi jarak kita tidak terlalu jauh kak, dan itu sangat jelas bahwa itu mereka".
Rara protes dengan Kevin yang tetap mengaku tidak melihat secara jelas.
"Benar Rara sayang, tadi aku hanya melihat sekilas jadi muka Rangga pun tidak ku perhatikan"kilah Rangga.
Rara mencebikan bibirnya.
Kevin melajukan motornya lebih kencang karena tetesan hujan sudah mulai turun membasahi kulitnya yang tak terkena jaket.
"Kak hujan"teriak Rara kencang di telinga Kevin.
"Iya tahu, makannya pegangan yang kenceng"jawab Kevin dengan modus.
Rara pun semakin erat memeluk pinggang Kevin, membuat sang pemilik tubuh tersenyum puas.
"Kak di ruko depan kita berhenti dulu"tunjuk Rara pada sebuah ruko yang tutup dan ada beberapa pengendara yang berteduh di sana.
__ADS_1
Kevin pun menghentikan motornya dan ikut bergabung dengan mereka.
Rara mengelap badannya dengan tisu begitupun Kevin.
"Kak, bagaimana ini?"tanya Rara cemas.
"Kita tunggu saja, sebentar lagi juga reda, biasanya hujan lebat hanya sebentar durasinya"jawab Kevin percaya diri.
Rara lalu melihat ponselnya, mungkin mengirimkan pesan pada ibunya bahwa ia pulang terlambat.
Kesempatan itu tak di sia-siakan oleh Kevin yang juga segera mengirimkan pesan pada Rangga.
"Hey bro, Rara tadi lihat elu sama non Shanum di resto, dia tanya hubungan elu sama dia apa, gue harus jawab apa?"pesan yang Kevin kirim pada Rangga.
"Katakan sejujurnya"jawab Rangga singkat.
"Beneran nih gue jawab jujur?"tanya Kevin lagi.
Mulut Kevin membulat saat Rangga mengirimnya poto selfi dengan Shanum dengan pose kedua wajah mereka saling berdempetan mesra.
Sialan, geram Kevin.
Rara yang melihat wajah Kevin berubah, ikut penasaran.
"Hah, beneran ini?"tanya Rara histeris.
Kevin hanya dapat menggaruk kepalanya yang tak gatal, sudah pasti Rara akan marah jika ternyata selama ini Kevin mengetahui hubungan teman satu kontrakannya dengan CEO mereka.
Rara memandang tajam ke arah Kevin seakan minta kepastian berita yang sesungguhnya.
"Katakan kak, apa mereka benar mempunyai hubungan?"tanya Rara tegas.
Kevin mengangguk pelan.
Kini Rara yang memasang mode beku dengan mulut menganga lebar.
"Ssttt tutup mulutnya, ntar ada nyamuk cowok ganjen lewat masuk ke dalam"Kevin menekan dagu Rara hingga kini mulut mungil itu menutup kembali.
"Jadi kak Rangga pebinor itu?"Rara menggelengkan kepalanya tak percaya, karena selama ini terdengar berita yang mengabarkan bahwa pertunangan nona muda Shanum telah putus karena orang ketiga, dan di kalangan Wijaya Corp. Terdengar issu bahwa orang ketiga itu adalah seorang pria.
__ADS_1
"Huss ngaco kamu, enak aja meski jelek gitu dia itu temanku paling baik"Kevin keberatan jika teman satu kontrakannya di sebut sebagai pebinor.
"Kata siapa kak Rangga jelek, dia tampan kok bahkan kadar ketampanannya tak kalah sama pemeran Rangga di film Rangga dan Cinta"Rara menjawab dengan antusias.
"Sama aku gantengan mana?" tanya Kevin ketus.
"Ya gantengan di...."Rara menutup mulutnya karena hampir saja keceplosan.
"Gantengan kak Kevin dong, kak Rangga mah lewat "Rara menghela nafas lega saat rona muka Kevin kembali normal.
"Eh kak jadi ceritanya gimana, apa mereka benar ada hubungan serius?"Rara kini sungguh-sungguh dengan pertanyaannya.
Kevin mengangguk pasti.
"Mereka bahkan sudah menikah beberapa minggu yang lalu"Akhirnya Kevin tak bisa lagi menyembunyikan rahasia besar sahabatnya itu.
Rara seakan tak bisa lagi berkata-kata, bagaimana mungkin berita sebesar itu tidak ada yang mengetahuinya.
Kini netra Rara tajam menatap Kekasihnya.
"Kak jadi selama ini kak Kevin mengetahui semua berita itu?"
Kevin mengangguk.
"Selama ini ternyata kak Rangga menjalin hubungan dengan nona Shanum?"
Kembali Kevin tersenyum masam dan mengangguk pelan.
"Dan selama ini kak Kevin menyembunyikannya dari aku?".
Kini Kevin tak berkutik dengan tatapan dari Rara yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.
"Ra, aku sudah berjanji pada Rangga, agar aku menyimpan rahasia itu rapat-rapat, karena ini menyangkut keselamatan nona Shanum juga kelangsungan Wijaya Corp"jawab Kevin pasti.
"Untuk saat ini hanya itu yang bisa aku katakan, mungkin besok Rangga bisa memberikan jawaban yang kita inginkan"ujar Kevin bijak.
"Hujan udah reda, sebaiknya kita pulang yuk".
Rara mengangguk pelan, meski dongkol di hatinya namun ia juga tak dapat memaksa kekasihnya menjawab semua pertanyaannya karena Kevin pun tak punya kuasa untuk menjawab semuanya.
__ADS_1
💦💦💦💦
Jangan lupa yaa ...like, vote dan koment, juga tambahin ke favorit kalian 😘😘