Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Semoga Berjumpa Lagi


__ADS_3

"Ehmm maaf Ngga, aku akan keluar sebentar mau cari makanan untuk mengurangi mual perutku" Shanum berusaha menutupi kegugupannya, namun Rangga telah lebih dahulu menyadari kejanggalan tingkah laku yang tiba-tiba terasa aneh dan bukan mencerminkan seorang Shanum .


"Baiklah Nona, saya akan kembali ke ruangan saya "jawab Rangga lalu mengangguk hormat dan melangkah pergi.


Shanum kembali membuka galeri di mana tersimpan beberapa poto yang baru masuk dari pengirim tak di kenalnya.


Foto Devon bersama dokter Obgyn yang memeriksanya beberapa hari yang lalu.


Sebenarnya ia tak terlalu ambil pusing dengan siapa saja Devon berhubungan di luar sana, namun jika memang mereka hanya berteman biasa kenapa tidak dari semula ia mengatakan yang sejujurnya, meski semua tak begitu penting baginya, ya...entah kenapa perasaan hatinya biasa saja saat melihat kedekatan tunangannya itu dengan gadis lain.


Shanum hanya merasa sedikit aneh dengan nomor sang pengirim dan apa maksudnya ia mengirimkan poto kedekatan tunangannya tersebut dengan wanita lain.


Entah apa maksudnya dengan poto-poto yang di kirim padanya itu.

__ADS_1


Hanya senyum smirk yang kini tersungging di bibir tipisnya.


Berharap kecemburuanku akan merusak hubungan pertunangan itu, huh jangan harap, batin Shanum kesal.


Di salah satu sudut Resto yang terletak tak jauh dari perusahaan, Shanum tampak duduk asik menikmati salah satu makanan kesukaannya ,ketoprak betawi ,namun kali ini ia hanya memesan dengan tingkat kepedasan level paud ,karena memang untuk sementara lambungnya sedang tidak bersahabat dengan bumbu masakan yang berasa pedas itu .


Tak seperti biasanya ,Shanum akan memesan makanan dengan jenis apapun tentunya dengan rasa pedas menyengat karena baginya rasa pedas pada suatu masakan akan membuatnya semakin menambah nafsu makan kian bertambah .


Pandangannya memindai ke seluruh ruangan dan melirik ke arah beberapa pengunjung dan ada beberapa pasangan muda-mudi, mungkin mereka adalah pelajar ataupun para mahasiswa yang sedang menikmati makan siangnya .


Ya iya lah dekat hingga kini, masa pasangan yang sudah tunangan tapi nggak deket .


Hanya beberapa menit yang Shanum perlukan untuk menghabiskan seporsi ketoprak dan kini rasa mual di perutnya pun sudah jauh berkurang .

__ADS_1


Meninggalkan asisten Harun sendiri rupanya membuat Shanum merasa tak enak ,meski ia seorang CEO yang tentu saja dapat bebas keluar masuk perusahaan tanpa mempehatikan waktu ,ia pun beranjak dari Resto setelah menyelesaikan pembayaran .


Bruukkk .


"Ahh sorry sorry" ucap seorang pemuda yang tak sengaja menabrak Shanum hingga membuat gadis itu meringis karena merasa benturan di bahunya cukup keras .


"Ah tidak apa-apa "ujar Shanum seraya tersenyum dan kembali melangkah pergi .


"Tunggu ,kunci mobilmu jatuh "teriak sang pemuda yang setengah berlari menyusul Shanum sambil mengacungkan kunci mobilnya ke atas agar dapat terlihat jelas oleh Shanum .


"Oh kerima kasih banyak "Shanum menerima kunci mobil yang rupanya terjatuh saat benturan tadi .


"Joy ...nama gue Joy "dengan ragu Shanum menyambut uluran tangan pemuda yang mungkin seorang mahasiswa ,tampak terlihat dari wajahnya yang masih terlihat imut dengan kemeja lengan panjang yang di lipat sampai siku ,terlihat beberapa buku tebal yang di pegang di depan dadanya,rupanya ia seorang mahasiswa semester awal .

__ADS_1


"Ehmm Shanum "kembali senyum ramah mengembang dari bibir mungil Shanum .


"Sampai jumpa ,hati-hati di jalan ,semoga kita berjumpa lagi "teriak Joy sambil bergegas melangkah pergi dan melambaikan tangannya seraya mengedipkan satu mata indahnya .


__ADS_2