Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Ajari aku memasak


__ADS_3

Rangga tertegun mendengar kalimat yang Shanum ucapkan ,bagaimana mungkin ia ingin ke rumahnya rumah sempit dan jelek yang sangat jauh berbeda dengan rumahnya yang bagai istana ini .


"Apa Sha..?"tanya Rangga seakan tak yakin pada pendengarannya .


"Ajaklah aku ke rumahmu ,aku kangen sama ibumu ,sama adikmu dan suasana hangat di rumahmu ?"


"Tapi ,..?"


"Kenapa Ngga,apa aku tak boleh berkunjung ke rumahmu lagi ,kau jahat Ngga"ucap Shanum dengan emosi bahkan kini matanya tampak berkaca-kaca.


"Te tentu saja Sha ,kapanpun kau ingin aku akan menemanimu "jawab Rangga terbata ,bukannya merasa keberatan tapi bagaimana nanti jika ibunya tahu jika gadis yang selama beberapa bulan ini bertamu ke rumahnya,tidur di kamar anaknya bahkan sudah di anggap sebagai anak angkatnya ternyata adalah seorang CEO dari perusahaan besar .


"Sungguh Ngga ,kalau begitu besok kita ke rumahmu ,kau jemput aku jam sepuluh pagi oke ?" Shanum berkata tanpa melihat kekagetan di wajah Rangga.

__ADS_1


"Apa besok kau tidak ada acara Sha?"Rangga bertanya karena tahu jadwal penting seorang CEO apalagi Shanum baru menjabatnya beberapa minggu .


"Tidak ,semua agenda aku hanya sampai hari sabtu ,jika hari minggu seluruh waktuku luang "jawab Shanum pasti .


"Baiklah besok aku jemput ".


Shanum tersenyum puas ,membayangkan akan bertemu dengan keluarga barunya ,ia melangkah ke arah dapur ,bukan untuk memasak ataupun bikin kue karena tak pernah sekalipun Shanum bisa melakukan pekerjaan perempuan itu ,pernah suatu ketika Shanum tergoda dengan aplikasi instagram yang berisi konten memasak spageti praktis dan ternyata ekspektasi tak seindah realita ,bukan spaget yang masak tetapi dapur menjadi arena seperti pabrik petasan yang meledak .


Para pelayan yang panik pun menyelamatkan nona muda yang dengan wajah tak berdosa masih terbengong bengong melihat api keluar dari wajan yang berisi minyak sayur yang bersuhu terlalu panas bahkan berubah menjadi cairan hitam karena Shanum terlalu asik melihat ponsel di tangannya tanpa ingat jika saat itu kompor dengan wajan telah siap untuk menggoreng .


Seorang pelayan segera berlari menuju Shanum yang hendak memasuki puntu dapur .


"Non,nona mau makan apa ,akan kami siapkan ,nona hanya tinggal duduk dan tunggu beberapa saat ,hidangan akan kami siapkan "perintah bibi pelayan yang ketakutan jika tuan besar Hardy melohat putri kesayangannya berada di dalam dapur .

__ADS_1


"Apaan sih bi,aku cuma ingin tanya sama bibi apa bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat rendang jengkol "Shanum menjawab dengan wajah tak berdosa,mana tahu gadis itu jika ayahnya telah memberi peringatan pada para pelayan agar melarang Shanum ke dapur .


"Baiklah non,bibi akan menuliskan sebua bahan-bahannya dan mohon agar nona mau menunggu di meja makan ,atau di ruang tamu ,asal jangan di dapur"bibi pelayan menjawab dengan tangan memohon .


"Ish kau ini bi,bagaimana aku bisa belajar memasak jika masuk ke dapirpun di larang "Shanum menyahut dengan kesal.


"Bukan begitu non,ayah nona sudah me wanti-wanti pada semua pelayan agar tidak membiarkan non Shanum berada di dapur ,karena sangat berbahaya non "


"Bi kejadian waktu itu kan aku masih kecil,jadi tidak tahu mana yang berbahaya dan mana yang bisa buat mainan,sekarang aku kan sudah dewasa bi ,jadi tentu akuoun sudah bisa menjaga diri"Shanum menjelaskan alasannya .


"Tidak non ,semua masakan yang ingin non Shanum makan akan kami siapkan dan nona tak perlu berpanas-panas memasaknya di dapur "kembali sang pelayan menolak dengan halus .


"Lalu bagaimana jika aku memiliki seorang suami bi ,masa seorang istri tak bisa memasak untuk suaminya sendiri"

__ADS_1


"Hah...."


__ADS_2