
Pagi ini Shanum begitu ceria,entah kenapa mood nya begitu baik ,mungkinkah karena semalam ia telah menghabiskan waktu bersama Rangga dengan gembira, jika kembali mengingatnya senyum Shanum pun kembali mengembang,tentu saja hal ini membuat sang pelayan apartemen yang bertugas pagi ini menjadi terheran-heran di buatnya ,jika biasanya nona muda nya akan bertegur sapa sekedarnya saja berbeda dengan hari ini ,senyumnya tak pernah lepas dari bibir mungilnya .
Semenjak Devon dan timnya bergabung untuk bekerja sama mengatasi masalah di Wijaya Corp .rupanya kini sudah mulai mengalami kemajuan ,Hardy yang memberitahukan padanya situasi perusahaan sudah mulai stabil menurut pengawasannya yang selalu ia lakukan secara teratur dan tersembunyi .
Asisten Harun pun sudah tak lagi mendapatkan informasi tentang kendala yang akan menimbulkan masalah seperti waktu yang lalu pernah menimpa Wijaya Corp .
Saat ini Shanum harus lebih berusaha keras untuk kembali mencari para investor yang mau bergabung dengan perusahaannya ,setelah beberapa investor terdahulu menarik diri karena hasutan orang suruhan Hendy .
Dan siang ini bagian Humas memberitahukan bahwa ada satu calon investor yang ingin mengajukan meeting hari ini ,bukan hanya tujuan untuk menanamkan saham saja namun ternyata sang CEO telah mengenal Shanum,hal itu Shanum ketahui dari asisten Harun yang sudah lebih dahulu menyelidiki seluk beluk perusahaan calon investornya yang ternyata di pimpin oleh seorang yang pernah satu sekolah dengan Shanum ,dan tentu saja pasti mereka setidaknya saling mengenal satu sama lain .
Sebuah mobil mewah memasuki area parkir ,sementara asisten Harun yang telah menunggu di lobi perusahaan segera menyambut kedatangan sang CEO dari perusahaan yang akan menjadi salah satu calon investor di Wijaya Corp,lalu mengajaknya ke ruang meeting.
Ada beberapa ketua cabang dari berbagai divisi yang mengikuti meeting kali ini .
Tak seperti calon investor sebelumnya karena kali ini seorang yang ternyata adalah CEO dari calon investor membawa satu buket bunga cantik ,hal ini sontak menarik perhatian dari semua kalangan .
__ADS_1
Wajah tampan dengan senyum yang selalu menghias bibir sexy nya ,hidung mancung dengan garis rahang tegas menambah ketampanan sang CEO tersebut.
Bukan hanya para kaum hawa yang terpesona pada ketampanan sang tamu istimewa ,karena ternyata banyak juga para kaum berbatang yang seakan terhipnotis dengan pesona pria itu .
Anggukan hormat dari semua para tamu undangan meeting yang telah hadir sebelumnya di balas dengan senyum ramahnya .
Beberapa saat sebelum meeting di mulai Shanum pun mendatangi ruangan .
Tatapan kagum pada sang CEO yang cantik dan cerdas membuat para karyawan bangga sekaligus segan padanya.
Meski jantungnya berdetak cepat namun Shanum berusaha untuk dapat mengendalikan dirinya hingga situasi yang dapat menimbulkan masalah karena kegugupannya dapat terhindar .
Shanum dengan seksama memperhatikan presentasi dari calon kliennya yaitu sebuah perusahaan di bidang manufactur .
Dengan kondisi perusahaan yang kini tengah berkembang, Shanum harus mendapat investor sebanyak mungkin namun iapun harus tetap waspada dan meneliti dengan seksama kondisi perusahaan calon investornya .
__ADS_1
Tak ingin kejadian serupa terulang ,saat ini Shanum harus memilih dan menyaring investornya,dan PT. Eka Manunggal Tbk. merupakan salah satu peeusahaan yang layak untuk menjadi investornya.
Dan menurut keterangan dari sang asistennya bahwa CEO dari perusahaan tersebut memperkenalkan dirinya sebagai salah satu sahabat Shanum .
Mendengar apa yang Asisten Harun katakan sontak pandangan Shanum tertuju kearah salah satu sosok yang menarik perhatiannya karena postur tubuh dan wajah yang tentu lebih mendominasi dan tatapan yang sedang memandangnya lekat .
Meski keterangan Harun bahwa tuan CEO adalah temannya saat di bangku sekolah namun Shanum merasa asing dengan wajah itu ,hanya anggukan dan senyum ramah menyapa pria tampan tersebut .
Akhirnya Wijaya Corp.dan PT.Eka Manunggal Tbk.telah resmi bergabung .
Pria tampan yang tak lain adalah sang CEO dari PT.Eka Manunggal Tbk.berjalan tenang menuju kearah Shanum yang masih membereskan berkas di atas mejanya .
"Halo Sha,akhirnya kita berjumpa lagi "sapa sang CEO dengan ramah .
Meski otaknya bekerja keras untuk mengingat sosok pria di hadapannya tapi nihil,Shanum tetap tak menyimpan memori sedikitpun tentang sosok di depannya .
__ADS_1
"Apa sungguh kau lupa padaku Sha?"kembali tanya pria tersebut seakan tak percaya jika gadis yang selama ini ia cari telah melupakannya .