Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Uang Sogokan


__ADS_3

Betapa bergemuruh hati Devon saat mendengar penuturan Shanum ,rupanya Firdaus masih mengharapkan perasaannya terbalas,karena ternyata sampai saat ini pun Shanum belum memberi jawaban pasti .


"Hmmm jadi apa kau berniat akan menerima cinta nya "tanya Devon sarkas dengan tatapan tajam .


"Dari mana kau mengetahui jika aku akan menerimanya "Shanum tak kalah menjawab dengan sewot karena merasa terpojokan .


"Buktinya ,kenapa kau tidak langsung menolak nya saat itu juga sedangkan kau tahu kita telah bertunangan "ujar Devon meninggikan suara nya .


"Saat itu pun aku akan langsung menolaknya tetapi kak Fir memaksa agar aku berfikir dahulu sebelum memberikan jawaban"


"Hmmm kenapa kau menolak nya ?"pertanyaan Devon kini menjadi terasa aneh di telinga Shanum .


"Ya karena memang aku tidak ada perasaan apa pun padanya "Shanum menjawab pasti .


"Bukan karena kau telah terikat dengan ku ?"Tanya Devon semakin menyelidik .


"Ya..itu salah satu jawaban lain "ucap Shanum tampak sedikit ragu.


"Apa tak ada jawaban lain lagi di hati mu ?"Devon menatap manik mata Shanum dengan lekat ,ia ingin tahu seberapa besar arti dirinya di hati Shanum selain sebagai sang tunangan .


"Jawaban lain ,seperti apa sih Von " Shanum mulai kesal dengan pertanyaan yang berbelit-belit dan menguras otaknya.

__ADS_1


"Bisakah kau memberi jawaban bahwa kau mencintaiku ?".


"Uhukk uhukk".Devon menepuk punggung Shanum dengan pelan,seperti dugaannya ,selama ini Shanum tak pernah menyimpan Devon di hatinya ,tali pertunangan hanyalah sebuah status ikatan tanpa adanya perasaan saling mencintai.


"Minumlah "Devon mengambil segelas air dingin dan menyerahkannya pada Shanum .


Devon menghela nafas berat "Apa arti diriku di hatimu Sha ?".


*


*


Senyum lebar mengembang dari bibir Rangga ,saat membaca balasan pesan dari Shanum .


Satu Tuan Devon pun sudah membuat ia kehilangan sebagian asa nya,kini datang lagi satu pria dengan segudang kelebihan yang ia miliki .


Lengkap sudah siksaan dan cobaan yang membuatnya terhempas ke dasar jurang yang tak berdasar ,Rangga menelan salivanya yang terasa pahit ,meratapi kisah cintanya yang penuh onak dan duri .


Andai saja ia orang berpunya dan bertahta ,mungkin tak se sakit ini rasanya tersisihkan.


Drrt drtt

__ADS_1


"Kita bertemu di tempat biasa pukul delapan"


Bunyi pesan dari Shanum ,meski singkat namun membuat hati dan semangat Rangga yang sempat terpuruk kini bangkit kembali.


"Sebelum janur kuning melengkung di depan rumah mu ,aku masih akan berusaha untuk mendapatkan mu Sha ".


Gumam hati Rangga penuh semangat menggebu ,bukan hanya perhatian yang Shanum berikan selama ini ,namun satu harapan bahwa ia pun memiliki perasaan yang sama seperti apa yang ia rasakan ,kini semangatnya kembali bangkit untuk memperjuangkan cintanya ,meski peluang terbesar ada di tangan Devon yang sudah menyandang status sebagai tunangan resmi .


Dengan gerakan kedua tangan di depan dada ,Rangga menghadang langkah Kevon yang hendak masuk ke kamar mandi .


"Situasi mendesak ,aku mohon pengertianmu ,biarkan aku memakai kamar mandi ini dulu " Rangga berucap dengan nada cepat .


"Heh sontoloyo ,apa kau tak lihat ,aku sudah menanggalkan seluruh bajuku Ngga!!"Ucap Kevin yang memang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang .


"Aku hanya butuh sepuluh menit "kini Rangga mulai melepas celana dan kemejanya satu persatu ,membuat Kevin sontak melangkah maju dan ingin menerjang Rangga yang sibuk dengan kancing bajunya yang belum terlepas semua .


"Tapi aku hanya butuh lima menit"Kevin berucap lantang seraya mendorong bahu Rangga ,namun gerakannya tak berpengaruh besar,dada bidang penuh otot dan tenaga yang kuat membuat Rangga masih dapat menjaga keseimbangan tubuhnya .


"Ini kau beli lah rokokmu dulu "Rangga menyerahkan selembar kertas berwarna biru yang di ambil dari saku celanannya .


Tentu saja hal itu sontak membuat kedua mata Kevin membulat sempurna dengan bibir tersenyum lebar memperlihatkan barisan gigi putih bagai iklan pasta gigi .

__ADS_1


"Nahhh,kalau ini bisa ku pertimbangkan "ujarnya seraya melangkah menjauh dari pintu kamar mandi dan membiarkan Rangga menyelesaikan urusannya .


"Lumayan tuk beli bensin buat ngapelin Rara"ujar Kevin senang seraya mencium uang pemberian Rangga .


__ADS_2