Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Bertemu Rival


__ADS_3

Sesuai rencana yang di janjikan ,Devon menjemput Shanum pukul enam pagi ,di mana gadis itu sudah duduk manis di ruang tengah dengan perlengkapan siap untuk berangkat.


"Kita berangkat sekarang Sha?"tanya Devon setelah melihat Shanum sudah menunggunya cukup lama .


"Huh janji berangkat habis subuh ,tapi sampai ubanan aku nunggu kamu Von "Shanum menjawab dengan mimik wajah kesal .


"Sorry beb ,aku nyari sendal gunung yang ku taruh di gudang "Devon menjawab dengan wajah tersenyum kecut penuh sesal ,tak tega rasanya melihat wajah cantik Shanum kini terlihat kecewa karena keterlambatannya .


"Udahlah ayo kita cepat berangakat ,sebelum matahari semakin panas "Shanum melangkah memasuki mobil nya yang sudah di persiapkan .


"Kenapa tidak pakai mobilku aja Sha ?".


"Ah pakai ini aja ,soalnya punyamu aku nggak begitu akrab "jawab Shanum santai membuat Devon hanya bisa mengedikan bahunya tak bisa menolak .


Sementara di tempat berbeda ,Rangga duduk di teras dengan memakai sweater pànjang dan celana tranning hitam memandang perbukitan yang masih tertutup embun ,hawa dingin yang menusuk tulang membuatnya enggan untuk memulai aktifitas hari ini .


Ardi sudah berangkat ke konter hp miliknya yang berada di dekat sebuah pasar tradisional ,konter kecil miliknya yang sudah ia miliki dari hasil menabung dari sejak sekolah menengah hingga lulus ,meski konter kecil namun Ardi mengelolanya dengan sungguh-sungguh hingga kini konter itupun semakin berkembang karena Rangga pun berperan besar membantu dengan menanamkan modalnya yang bahkan hampir lebih dari lima puluh persen ia berikan untuk membeli perlengkapan konter adiknya itu .

__ADS_1


Sementara Hana sedang sibuk di dapur sejak subuh tadi ,Rangga tak mengetahui jika hari ini akan ada tamu penting datang.


Sengaja Ardi hanya memberitahu perihal kedatangan Shanum pada ibunya tanpa sepengetahuan Rangga ,karena Ardi ingin memberi kejutan kecil pada kakaknya.


Aroma masakan merebak membuat perut Rangga bernyanyi, entah masakan apa yang ibunya buat hingga wanginya begitu menggugah selera .


"Ngga ,makanlah dulu perutmu dari tadi belum sarapan"teriak Hana pada putranya yang masih duduk termenung di teras .


"Iya bu "Rangga menyahut sambil melangkah menuju ke meja makan ,matanya sontak berbinar saat melihat beberapa macam masakan sudah tersaji di atas meja .


"Bu ,kenapa banyak sekali ibu masak hari ini?"Rangga menatap ibunya dengan heran ,karena tak biasanya ibunya memasak begitu banyak .


"Tamu....siapa bu?"


"Tunggu saja,mungkin sebentar lagi juga dia sampai"Semakin membuat Rangga penasaran karena Hana pun segera kembali ke dapur untuk membersihkan peralatan memasak yang masih kotor.


Rangga pun terdiam lalu meneruskan sarapannya yang sempat tertahan ,ia yang tak begitu tertarik pada tamu yang datang pun tampak asik menikmati masakan ibunya.

__ADS_1


Hana hanya menoleh sekilas sambil tersenyum ke arah putra sulungnya,karena merasa senang sebentar lagi wajah tampan yang beberapa hari ini tampak murung akan tersenyum kembali .


Rangga beranjak dari ruang makan setelah mendengar deru mesin mobil berhenti di depan rumahnya ,namun langkahnya tertahan saat ibunya tiba-tiba melangkah cepat mendahuluinya untuk membuka pintu.


"Bu .."teriakan Rangga tertahan saat melihat pintu terbuka dan melihat seseorang yang sedang ibunya tunggu.


Hana tersenyum senang melihat kedatangan gadis yang telah mencuri hati putra sulungnya itu.


"Ibu apa kabar aku kangen buuu ..."Shanum berteriak girang saat melihat wajah wanita yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri sedang menyongsongnya .


"Ibu juga kangen neng "Hana memeluk erat tubuh kecil gadis itu ,sementara Rangga hanya diam mematung dengan mata tak berkedip ke arah Shanum .


"Waahhh sepertinya ada yang terlalu gembira hingga berubah menjadi patung yang tak bisa bergerak saking bahagia melihat sang belahan jiwa kini telah datang "suara Ardi yang tiba-tiba telah berada di teras depan,sengaja hari ini ia tutup konter lebih awal .


Shanum tersenyum ke arah Ardi dan menyalami pemuda itu ,sekilas tatapannya beradu dengan manik mata Rangga yang sedang menatapnya dengan tajam,hatinya berdesir debaran jantungnya tiba-tiba berdegub lebih kencang .


"Ayo mba ,kita masuk "ajak Ardi yang dengan cuek melewati Rangga yang masih diam membisu .

__ADS_1


"Ehmmm hmmm ...apa aku boleh masuk juga ?"Satu suara mengalihkan perhatian Ardi ,Rangga dan bu Hana.


__ADS_2