Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Dia kah pria beruntung itu


__ADS_3

Sebagai sesama perempuan,Hana pun begitu terpesona dengan pemuda yang berada tepat di depannya ,tubuh tinggi tegap,hidung mancung ,rahang tegas ,bibir tipis dan kulit wajah halus tanpa noda sedang tersenyum ke arahnya sambil mengangguk sopan ,Ardi yang melihat sosok pria spek bagai dewa yunani pun merasa minder .


"Ternyata sainganmu bukan kaleng-kaleng kak"bisik Ardi pada kakaknya ,membuat Rangga seketika menatapnya tajam .


"Oh iya bu ,kenalin dia temanku Devon namanya "Shanum baru tersadar kalau bu Hana ,Ardi dan Rangga belum mengenal pria yang datang bersamanya.


Devon dengan sopan menyalami mereka satu persatu ,jika Hana menyambut dengan tulus dan penuh kekaguman tapi berbeda dengan kedua putranya yang menjabat tangan Pemuda tampan itu dengan wajah datar .


"Rangga"


"Ardi"


Devon tersenyum melihat kedua pemuda gagah di depannya ,tatapan menyelidik ,salah satu dari mereka pria manakah yang telah berhasil mencuri hati gadis kecilnya.


"Mari nak Devon masuk,"ajakan bu Hana memecah kecanggungan antara ke tiga pemuda tampan tersebut ,Devon pun melangkah masuk ke dalam rumah sederhana namun terasa nyaman .


Terlihat Shanum sudah begitu akrab dengan mereka ,beberapa kali Devon melihat kehangatan antara Shanum dengan bu Hana.

__ADS_1


Dua tahun selama berada di negara tetangga membuat hubungan Devon dan Shanum tidak sehangat dulu .


Setelah perusahannya di negara X sudah stabil kini Devon di tarik kembali ke indonesia untuk mengatasi kondisi Wijaya corp .yang kondisinya saat ini cukup genting.


Shanum yang baru menjabat sebagai CEO dengan usia yang masih terbilang muda membuat banyak yang menganggapnya sebelah mata, status yang belum memiliki pasangan meski saat ini sudah bertunangan dengan pengusaha muda pewaris Sanjaya group . membuat banyak pihak yang ingin merebut posisinya yang sekarang .


Serangan hacker bertubi-tubi ingin membobol dan mencuri data perusahaan ,untunglah Hardi memiliki karyawan jenius yang selalu dapat mengatasinya secara diam-diam .


Sementara Shanum bersama bu Hana sedang mempersiapkan hidangan di meja makan ,Devon hanya duduk di teras bersama Ardi sambil menikmati jagung manis rebus .


"Iya pak ,soalnya desa ini berada di dataran tinggi dan di kelilingi perbukitan jadi yahhh ...cuaca seperti ini sudah biasa buat kami".


"Apa aku setua itu ya Ar,hingga kamu manggil aku 'pak' "


"Ah oh bukan bukan begitu ,saya....."Ardi tampak bingung dengan perubahan wajah Devon ,memang usia pria itu mungkin tidak berbeda jauh dengannya bahkan mungkin tak berbeda jauh dengan kakaknya .


"Panggil aja aku kakak atau mas atau terserah kamu ,asal jangan pak"

__ADS_1


"Ehmm baik kak ...he he he .."Ardi menjawab sambil cengengesan ,mimpi apa dia punya kakak berwajah tampan paripurna seperti Devon ,kalau saja ia seorang gadis ,tentu ia akan langsung tergila-gila padanya.


"Nahh itu lebih baik ,oiya di mana kakakmu Ar?"


"Ohh mungkin sedang tidur kak,dia sedang tidak enak badan "


"Ohh,ehmm di mana kerja nya kakakmu Ar "Devon semakin tertarik dengan sosok Rangga ,karena jika melihat caranya menatap ,sepertinya Shanum menyukai pria itu .


"Ehmm yang aku tahu kak Rangga satu perusahaan dengan mba Shanum ".


"Ohhh "kembali Devon hanya ber 'oh '.


Jika menurut penuturan Ardi mereka satu perusahaan berarti Rangga adalah salah satu karyawan Shanum ,dan mana ada seorang CEO mau suka rela berkunjung ke rumah karyawannya jika tak ada sesuatu di antara mereka .


Meski alasan Shanum adalah pergi ke villa miliknya tapi kenapa tujuan pertama justru ke rumah Rangga ,meski jarak dari villa ke rumah itu tak lebih dari satu kilometer.


"Hmmm ,mungkinkah dugaanku benar ,diakah pria yang membuatmu berpaling dariku Sha ? "Devon menghela nafas panjang ,entah kenapa hatinya kini berdenyut sakit.

__ADS_1


__ADS_2