Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Mudik ala CEO


__ADS_3

Shanum melangkah tertatih sambil membawa kranjang jinjingan berisi bengkoang.


"Berikan padaku ,biar aku yang bawa"ucap Rangga menarik keranjang dari tangan Shanum .


"Tidak ,aku bisa membawanya,tanganmu sudah penuh dengan buah nanas"merasa tak enak hati,Shanum tetap mempertahankan jinjingannya dari tarikan Rangga.


"Berat Sha,dan liahtlah bajumu kotor"


"Ah bagiku tidak terlalu berat dan kalau kotor bajuku bisa dicuci lagi"elak Shanum yang sudah terbiasa nge-gym jadi bukan masalah besar jika harus membawa beban keranjang yang hanya beberapa kilo,namun berbeda dengan Rangga yang biar bagaimanapun merasa tak enak membiarkan CEO nya membawa barang-barang berat .


"Sudahlah Ngga,kau tak perlu merasa sungkan memang jika di kantor aku adalah bosmu tapi di sini ,aku adalah tamu mu yang hanya menumpang makan dan minum di rumahmu jadi sudah sepatutnya akupun ikut membantu sang tuan rumah sebagai balas budiku "Rangga merasa tak mampu lagi berdebat dengan gadis di hadapannya karena waktunya hanya akan terbuang percuma ,akhirnya merekapun melangkah pulang dengan jinjingan keranjang masing-masing .


Hari semakin sore ,Rangga mengajak Shanum berangkat pulang setelah maghrib karena tak ingin sampai rumah Shanum terlalu malam .

__ADS_1


Kardus berisi bengkoang dan nanas sudah terikat di belakang ,Shanum memeluk pinggang Rangga dengan erat karena kini sisa tempat duduknya berkurang karena dus yang mereka bawa membuat Shanum memajukan posisi pantatnya menjadi lebih dekat dengan tubuh Rangga.


"Mungkin ini yang namanya mudik kali yah Ngga,pulang kampung dengan oleh-oleh satu karung "Shanum berkata sambil tersenyum teringat saat melihat para pemudik pulang dengan kendaraan bermotor membawa barang bawaannya dan diletakan di kardus belakang .


"Apa kamu lelah Sha?"Rangga bertanya heran kenapa kali ini Shanum selalu mengajaknya ngobrol di sepanjang perjalanan tak seperti saat berangkat ,Shanum terlihat sangat mengantuk bahkan meski di atas motor ia dapat tertidur pulas .


"Tidak sama sekali ,Justru aku yang seharusnya bertanya padamu Ngga ,aku takut jika tertidur akan membuat punggungmu berat dan terasa sakit "Shanum baru tersadar jika waktu berangkat ia tertidur pulas di punggung Rangga dan mungkin saja badan Rangga terasa sakit namun tak berani mengatakannya.


"Hmmm oke "Shanum hanya menjawab singkat,ia ingin menikmati perjalanan ini dengan memeluk pria tampan di depannya sambil menikmati aroma wangi tubuhnya ,entah mengapa wangi tubuh Rangga begitu membuatnya nyaman.


Rangga terdiam meski pandangannya lurus ke arah depan namun hatinya bercerita tentang rasa bahagianya dapat berdekatan dengan Shanum bahkan ia memeluknya dengan erat getaran hatinya yang selalu tak beraturan jika saat bersamanya membuat Rangga berusaha menutupi kegugupannya .


Pukul sepuluh malam sampailah mereka di tujuan .

__ADS_1


"Sha sebaiknya aku langsung pulang ke rumah kontrakanku ,kau sebaiknya langsung istirahat"ucap Rangga sambil melepas pengait helm di kepala Shanum ,sepersekian detik pandangan mereka beradu tajam ,desiran halus di dadanya membuat rona wajah Rangga memerah ,dengan cepat ia alihkan pandangannya agar Shanum tak menyadari kegugupannya .


"Ehmm trima kasih Ngga"


"Oke ,aku pulang Sha slamat malam"ucap Rangga setelah mengambil kunci motor di kantor penjaga gerbangnya .


"Sampai ketemu besok di kantor ya Ngga,hati-hati di jalan byeee .."lambaian tangan Shanum mengiringi kepergian pemuda itu .


Shanum terdiam pandangannya masih tertuju pada punggung Rangga yang telah menjauh.


"Non kapan masuk ke dalamnya non ,mas ganteng sudah tak terlihat lagi"tiba-tiba kehadiran bibi pelayan mengagetkan lamunannya .


"Heheheheee,bibi tau aja yang ganteng "

__ADS_1


__ADS_2