Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Hadiah Dari Shanum


__ADS_3

"Sha.."Rangga masih belum bisa berucap dengan normal karena debaran jantungnya masih berpacu sangat kencang .


Sosok cantik di depannya tampak sedikit celingak-celinguk memandang ke segala arah masih dengan wajah menunduk dengan maksud untuk menyembunyikan identitasnya,Shanum memandang Rangga.


"Bagaimana kabarmu Ngga ,apa kau datang sudah lama ?"tanya Shanum memandang Rangga dengan tajam .


"Baru beberapa menit yang lalu "jawab Rangga singkat,memandang kegundahan Shanum ,apakah gadis di depannya sengaja menyembunyikan identitasnya karena tak ingin ada orang yang melihatnya sedang duduk berdua bersama seorang pemuda biasa yang tentunya tak sepadan dengan jabatannya yang seorang CEO,dan Rangga menyadari itu .


"Apa yang ingin kau sampaikan Sha?"tanya Rangga tak ingin menahan keberadaan Shanum lebih lama di hadapannya ,karena Rangga melihat Shanum tidak begitu nyaman.


"Aku punya sesuatu untukmu Ngga "Shanum mengeluarkan sebuah bungkusan dari saku jaketnya .


Bungkusan kecil imut dan lucu dan tentunya berbeda dengan milik Danu maupun Dika.


"Aku bingung ngasih kamu oleh-oleh apa Ngga"sesal Shanum pada Rangga,entah kenapa pilihannya jatuh pada topi hitam sama dengan yang ia miliki .

__ADS_1


"Trima kasih sudah merepotkanmu "jawab Rangga sedikit canggung saat menerima bungkusan dari Shanum ,bukannya tidak mengharap oleh-oleh dari Shanum ,melihat gadis itu kembali dengan selamat tak kurang suatu apa pun sudah membuat hati Rangga tenang ,dan dia tak berani berharap lebih .


"Apaan sih kamu Ngga ,aku Nggak ngerasa direpotin "Shanum mengerucutkan bibirnya ke arah Rangga ,membuat pemuda di hadapannya ketar ketir menahan salivanya .


"Ayo buka dong Ngga ,bungkusannya "pinta Shanum .


Dengan pelan Rangga membuka bungkusan cantik pemberian Shanum agar tak merusaknya ,tapi....


"Ah kamu lambat Ngga,buka gini aja lama "Shanum bergeràk menarik kertas pembungkus kado dengan cepat ,membuat kado cantik itupun sobek.


Rangga tertegun .


"Kan yang di butuhkan isi nya ,bukan bungkusan kado nya Ngga"jawab Shanum lalu mengeluarkan isi kado tersebut ,sementara Rangga masih memandang kertas indah berhias pita cantik telah rusak di hadapannya .


"Tau kah kau kertas bungkus kado pun sangat berarti bagiku Sha ,karena itu hadiah pertamaku darimu "gumam hati Rangga.

__ADS_1


Topi cantik berwarna hitam berhias bordiran cantik huruf inisial R di keluarkan Shanum dari kado nya dan memakaikan topi itu di kepala Rangga.


"Wah ,tuh kan jadi tambah gantengnya "ucap Shanum tersenyum puas melihat pilihannya ternyata pas di kepala Rangga.


Sementara Rangga tersenyum simpul dengan wajah merona ,sungguh hatinya sangat bahagia mendengar sanjungan dari gadis cantik di depannya yang kini tersenyum manis ke arahnya .


"Ehhm hmm ,trima kasih "ucap Rangga kaku .


"Oiya Ngga ,kamu sudah pesan makan apa ?"tanya Shanum karena perutnya kini terasa lapar .


"Aku belum sempat pesan makan ,baru orange juice ini "


Shanum pun melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran dan memesan beberapa makanan ringan dan jus tomat sebagai minumnya .


Rangga menatap wajah cantik yang sedang menikmati hidangan pesanannya dengan lahap,sungguh sempurna Tuhan menciptakan mahluk di hadapannya ,saat mulutnya penuh oleh makananpun masih terlihat sangat imut ,ingin Rangga mengusap sudut bibir tipis Shanum yang terdapat sisa saos yang tertinggal ,sementara sang empunya bibir masih cuek mengunyah makanan yang penuh dengan lelehan saos merah membuat sudut bibirnya pun semakin belepotan saos .

__ADS_1


Jakun Rangga bergerak naik turun karena matanya terlalu fokus pada gerakan bibir Shanum ,ingin rasanya Rangga merasakan manis dan kenyal bibir itu .


"Oh Tuhan ,ampuni hambamu yang tak tahu diri ini "hati Rangga mengumpat otaknya yang kotor .


__ADS_2