Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Jaga Dirimu, Untukku


__ADS_3

Rasa penasaran hatinya pun akhirnya terbayar,rupanya Rangga telah mengetahui jika saat ini ia sedang masa pemulihan kondisi kesehatan reproduksinya,mungkin dari ayah Hardy ia mengetahui hal itu.


Karena itu kah, siang tadi ia tampak sedikit memaksa Shanum untuk meminum obat yang memang harus di konsumsinya dengan teratur .


Hatinya menghangat saat mengingat Rangga begitu memperhatikan kondisi kesehatannya .


Senyumnya mengembang manis kala wajah tampan Rangga kini melintas dalam benaknya ,perasaan bahagia yang saat ini di rasakannya yang bahkan tak ia rasa saat Devon sesekali memberi kado manis atau melakukan hal-hal kecil dengan perhatiannya yang tulus,itu terasa biasa saja ,tak ada getar-getar yang timbul di hatinya .


"Non ,kenapa senyam-senyum sendiri ,mbok ya bibi di ajak senyum non "tanya seorang bibi pelayan yang baru selesai menyiapkan hidangan makan malam .


"Ah bibi cuma pesan dari temanku yang sedikit lucu bi "elak Shanum berusaha menutupi kegugupannya.


"Ya udah makan dulu non,bibi sudah masak makanan kesukaan Non Sha-sha "ujar bibi dengan lembut .


Sop ayam makroni ,ayam srundeng, dan tak lupa sambal plus berbagai lalapan terhidang di atas meja begitu menggugah selera.


Sehari berkutat di depan meja kerja dengan pandangan ke laptop membuat kepalanya sedikit merasa pening,dari punggung bahkan seluruh badan terasa pegal,karena kesibukannya membuat kegiatan workout yang selalu ia lakukan secara teratur setiap sore kini mulai jarang ia lakukan.


Drttt drrttt


Shanum melihat ponselnya yang bergetar ,satu pesan dari Rangga sukses membuatnya kini workout tapi jenis senam jantung.


"Gila meski hanya satu pesan , kau sudah membuat jantungku berdebar kencang ".


"Malam Sha,sudah kah obat mu kau minum".


Pesan singkat yang Rangga kirim namun sungguh membuat hatinya berbunga indah warna-warni bagai pelangi .


"Aku sedang di mansion ayah dan baru mau makan "


balas Shanum,lalu meletakkan ponselnya di atas nakas dan berlalu menuju ke meja makan .

__ADS_1


Drrrt drrrt .


Kali ini panggilan terdengar dari ponselnya.


"Non itu ponsel Non berbunyi lagi, ada yang memanggil".


Bibi pelayan berlari tergopoh-gopoh dengan membawa ponsel Shanum yang ia ambil dengan tergesa-gesa.


"Ahh iya bi ,terima kasih " ujar Shanum lalu mengangkat panggilan itu.


"Ya halo"sapa Shanum.


Hening tak ada balasan.


"Ya siapa ini"kembali Shanum bertanya dengan nada sedikit naik.


"Ehmm ini aku Sha,.."jawab suara dari ujung telpon .


Shanum tersenyum saat terdengar satu suara yang di kenalnya menyapa.


"Iya aku dengar Ngga .."jawab Shanum, pun ikut meninggikan suaranya.


"Lihat lah ke arah ponselmu,masa aku bicara berhadapan dengan pipimu "mendengar kalimat ucapan Rangga, sontak Shanum segera memalingkan mukanya kini menghadap layar ponselnya dan ...


"Uhukk uhukkk"tenggorokan Shanum serasa tercekat saat melihat Rangga tengah tersenyum ke arahnya, rupanya itu adalah panggilan vidio.


"Rangga...."


Teriak Shanum kaget ,membuat para bibi pelayan yang berada di dapur berlari menghampiri Nona Muda nya.


"Ada apa non ?"dengan wajah panik sang bibi menghampiri.

__ADS_1


Rangga tersenyum melihat kepanikan yang terjadi di mansion tuan Hardy karena teriakan sang Nona Muda kesayangan mereka.


"Tidak apa-apa bi "ujar Shanum merasa bersalah karena telah membuat kepanikan di mansion dan kini berusaha menenangkan mereka.


"Oh mas ganteng,apa kabarnya "tanya sang bibi ,yang rupanya sudah lebih dahulu melihat sang penelpon yang membuat Nona Mudanya salah tingkah.


Shanum memandang layar ponselnya tampak Rangga masih tersenyum manis ke arah nya.


"Pantas kau menjadi pujaan di mansion ini,dari layar ponselpun pesonamu sudah bisa membuatku senam jantung "hati Shanum berujar kesal,menyadari begitu mudahnya ia di buat kalang kabut oleh senyum dari seorang Rangga.


"Bi..bibi "panggil Rangga .


"Ah iya mas ganteng ,ada apa "bibi kembali berlari mendekati Shanum karena merasa sang penelpon memanggilnya .


Shanum hanya melihat dan merasa heran,untuk apa Rangga memanggil bibi pelayan.


"Maaf bi ,tolong bawa sambal yang ada di atas meja kembali ke dapur,dan jangan biarkan Nona Muda memakannya"perintah Rangga tegas.


"Ah ya Tuhan iya mas,maaf bibi lupa"jawab sang bibi lalu segera menyingkirkan apa yang di perintah sang penelpon.


"Untung mas ganteng memberitahu ,kalau tidak wah ..entah bagaimana nasibku ini ya Tuhan "ujar hati bibi merasa bersyukur karena keteledorannya yang dapat membahayakan itu di sadari oleh sang pemuda yang terlihat begitu memperhatikan Nona Muda kesayangannya.


Shanum hanya dapat membuka mulutnya sempurna,kesempatan untuk dapat menikmati masakan kesukaannya di lengkapi sambal pedas menggoda kini hanya tinggal khayalan.


"Ngga,itu...kamu tega ya "protes Shanum dengan nada kesal karena keasikannya yang sudah di depan mata ,kini gagal ia nikmati.


"Sha,perhatikan kesehatanmu aku tak ingin melihat kau sakit lagi ,sungguh itu sangat menyiksaku ,biarkan aku menjagamu Sha ..."ucap Rangga pelan namun terdengar begitu menyejukan hati,Shanum terdiam dan tak lagi terlihat wajahnya menampakan penolakan.


"Sha,...jaga dirimu ,hanya itu pintaku"Rangga mengakhiri panggilannya.


*Cieee cieeee

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖


Like ,komentt dan hadiahnya jangan lupa yaa...biar author kebih semangat lagi up nya dan dukungan dari kalian membuat karya author naik ke permukaan ,love you all ....jaga kesehatan yaaa😘😘😘😘


__ADS_2