Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Dia Penuh Perhatian Padamu


__ADS_3

Rangga hanya dapat menghela nafas lega karena Shanum hanya sakit perut biasa jika masa periode nya datang maka perut terasa kram .


"Maaf tuan "Rangga seakan tak memiliki muka saat ini untuk berhadapan dengan Devon setelah apa yang ia perbuat padanya.


"Tak apa-apa"Devon memegang pelipis Shanum yang kini telah berkurang suhu tubuhnya ,dan keringatpun berhenti .


Nafas teratur menandakan Shanum telah tertidur ,ramuan yang Rangga buat telah sedikit mengobati sakit di perut gadis itu ,kompresan air hangat di perut pun membuat kram sudah jauh berkurang .


Devon memandang kagum saat Rangga dengan cekatan mencari tanaman herbal yang terletak di belakang villa untuk di buat minuman pereda nyeri ,meski malam menjelang dini hari namun Rangga masih tetap memegangi botol berisi air hangat yang di tempelkan di perut Shanum ,rasa kantuk tak di rasakannya .


Devon terbangun dari sofa ,di lihatnya Shanum masih tertidur lelap ,tercium aroma wangi masakan dari arah dapur villa .


Perut Devon seketika bernyanyi saat melihat hidangan yang begitu menggugah selera,rupanya Rangga yang memasak semua hidangan itu ,kang Epi sang penjaga villa tak tampak di dapur maka bisa di pastikan jika Rangga lah yang telah menyiapkan hidangan itu semua .

__ADS_1


"Makanlah selagi hangat ,aku sedang membuat bubur untuk Shanum dan sebentar lagi matang"Rangga berucap kala Devon hendak melangkah kembali ke kamar untuk membangunkan Shanum .


Devon terdiam lalu duduk sambil matanya terus melirik ke arah pemuda gagah yang sedang asik dengan masakannya .


"Maafkan aku telah kasar pada tuan "ucap Rangga canggung karena merasa terus di awasi gerak langkahnya .


"Tidak perlu kau pikirkan ,akupun akan merasa panik jika melihat orang yang kita cintai sedang kesakitan "Rangga terdiam mendengar yang Devon ucapkan .


"Apa maksud tuan ?"


Sebagai sesama pria tentu Devonpun menyadari apa yang ada di hati Rangga meski pemuda itu menyimpannya dengan rapat .


"Trima kasih Ngga ,jika tak ada kamu aku tak tahu harus melakukan apa"Ucap Devon .

__ADS_1


Rangga hanya mengangguk pelan ,pengalamannya saat menyaksikan ibunya kesakitan tiap datang masa periode nya membuat Rangga hapal bahan-bahan herbal untuk membuat ramuan pereda nyeri perut wanita .


"Kau sudah bangun Sha ,bagaimana perutmu ?"Rangga pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar ,di mana Shanum tengah melangkah mendekatinya .


"Ehmm sudah membaik Von ,perutku sudah nyaman "Jawab Shanum sambil melirik ke arah Rangga ,gelas yang berisi minuman pereda nyeri dan botol air hangat ,pastilah semua Rangga yang telah menyiapkan.


"Terima kasih Ngga,minuman itu sangat membantuku "Shanum berucap pelan dengan terus menatap manik mata Rangga ,membuat rona wajah pria tampan itu sintak berubah memerah .


"Hmmm "bibir bagai tak mampu berucap hanya senyum yang ia perlihatkan .


"Ini aku buatkan sup hangat biar perutmu nyaman "semangkuk sup hangat di sodorkannya pada Shanum .


"Hmm kau curang Ngga,kenapa hanya Sha sha yang kau kasih sup itu "Devon memandang Rangga seakan tak rela jika hanya Shanum yang mendapat hidangan istimewa .

__ADS_1


"Ini aku buat dengan campuran dedaunan khusus untuk wanita"penjelasan membuat Devon bungkam seketika ,namun tatapan mata intens pada Rangga,kenapa pemuda di hadapannya begitu mengerti tentang wanita .


'Hmm Sha ternyata dia lebih mengenal tentang kamu daripada aku yang sudah menjadi tunanganmu ,maafkan aku Sha'Devon hanya dapat menelan saliva nya saat melihat Shanum yang lahap dengan sup yang Rangga buat khusus untuknya.


__ADS_2