Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Sepi


__ADS_3

Shanum menatap langit-langit kamarnya,hanya keheningan dan rasa sepi yang selalu setia menemaninya .


"Besok aku ingin mengajakmu bertemu dengan seseorang ,jangan berharap kau menolaknya dengan alasan kesibukan pekerjaanmu ,sudah ku tanyakan pada asisten Harun ,besok tak ada jadwal penting ,jadi aku tak menerima penolakan darimu " Kalimat Devon sesaat sebelum meninggalkannya, setelah mengantarkan Shanum di depan lobi apartemen.


Dari nada bicaranya ,Devon sedang dalam mode sangat serius .


*


*


"Nih titipan bang ujo "Kevin menyerahkan sebungkus nasi rames yang Rangga pesan .


Pagi ini Kevin tampak tergesa berangkat ke perusahaan karena telah berjanji pada Rara untuk menjemputnya pagi ini.


"Oke thank's...salam tuk Rendy,bilangin kapan barang-barangnya mau di bawa "tanya Rangga .


Ia baru ingat setelah beberapa minggu Rendy yang kini telah pindah ke perumahan, dan ada beberapa barang yang masih tertinggal .

__ADS_1


Perumahan yang ia ambil ternyata tak jauh dari unit milik orang tua Rara.


"Asiaaappp"jawab Kevin sambil melajukan motornya kencang menjemput sang pujaan hati .


Meski jarak dari rumah kontrakan ke perusahaan hanya beberapa menit, tapi hari ini Rangga berangkat lebih awal ,sarapan akan di santapnya di kantor .


Segarnya udara pagi ia hirup dengan sepuasnya berharap udara kotor yang ada di paru-paru nya tergantikan dengan udara segar pagi ini .


Anggukan hormat dari penjaga gerbang ia balas dengan senyum spesial pagi ini ,suasana hatinya sedang bersahabat membuat beberapa pasang mata memandang aneh pada Rangga karena tak terbiasa wajah tampan nan datar itu kini berhias senyum manis .


Dengan langkah santai ,Rangga memasuki lobi perusahaan dan saat itulah matanya bersitatap dengan mata berbulu lentik dengan wajah tirus dan rambut hitam terurai sebahu .


"Iya Mon,biar nggak kejebak macet "jawab Rangga santai tanpa berpikir .


"Sejak kapan tempatmu ke sini melewati titik kemacetan "Monik tahu jarak dari rumah kontrakan Rangga ke perusahaan tak sampai lima kilometer dan sangat jarang terjadi kemacetan karena lokasi perusahaan Wijaya Corp mempunyai jalur khusus karyawan dan tidak harus melalui jalan umum .


Rangga tertegun dengan jawaban Monik ,ia baru sadar akan kebodohannya pagi ini .

__ADS_1


"Ahh ehm ,"Rangga bingung sambil menggarukan kepala yang tak gatal .


"Ehmm kau sudah makan pagi Ngga?kebetulan aku bawa sandwich banyak"tawar Monik memecah kecanggungan dan berharap pujaan hatinya mau menerima tawarannya .


"Nih ,aku juga bawa "Rangga dengan semangat menunjukan bungkusan nasi rames bang Ujo,alasan kali ini sangat tepat ,pikirnya .


"Untung aku beli nasi ramesmu bang ,hari ini kaulah penyelamatku "gumam Rangga dalam hati dan ia pun akhirnya pergi meninggalkan Monik yang kini bermuka masam .


Siapa tak kenal Monik ,gadis cantik yang begitu tergila-gila dengan Rangga ,dan bukannya Rangga tak mengetahuinya ,sudah beberapa kali Rangga memberi pengertian pada Monik secara halus bahwa ia hanya menganggap gadis itu sebagai teman ,bahkan ia pun mengatakan bahwa ia menyukai gadis lain ,namun Monik tak mempercayai hal itu ,ia beranggapan jika Rangga hanya beralasan agar ia menjauhinya .


Namun Monik tetaplah Monik ,gadis cantik dengan kepercayaan diri yang luar biasa ,ia tetap pada pendiriannya .


Selama janur kuning belum melengkung di depan rumahmu maka siapapun masih berhak berusaha,itulah kalimat yang selalu Monik ucapkan jika Rangga menolaknya dengan halus .


Ruangan masih tampak sepi ,dua kembar Danu dan Dika belum tampak Hadir .


Rangga menatap ke luar jendela ,tampak mobil CEO kesayangannya telah terparkir bertanda Shanum telah berada di ruangannya ,pandangannya beralih ke bungkusan yang berisi sarapannya yang masih utuh .

__ADS_1


"Apa kabarmu Sha,sudahkah kau makan pagi ini "gumam Rangga lirih .


Rangga paham akan kesepian yang Shanum rasakan, sepinya hidup tanpa perhatian dari seorang ibu ,yang selalu menyiapkan sarapan terbaik untuk putra-putrinya ,Shanum tak pernah merasakan hal itu .


__ADS_2