Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Hatimu Kini Terbagi


__ADS_3

Sudah beberapa hari Shanum tak melihat sosok Rangga di kantor, rupanya akhir minggu ini sengaja ia ambil cuti beberapa hari ,dari form cuti yang di tanda tangani,dua hari lagi baru mulai masuk kerja .


Para investor mulai menarik beberapa saham mereka ,bahkan beberapa meeting di batalkan secara sepihak.


Kedatangan Devon Sanjaya rupanya atas permintaan Hardy .


Setelah acara pertunangan dua tahun lalu Devon kembali ke negara × untuk mengelola perusahaan Sanjaya Group milik ayahnya yang tak lain adalah teman Hardy .


Untuk menjadi seorang CEO penerus dan sebagai pemegang saham terbesar di Wijaya Corp,Shanum harus sudah memiliki seorang pasangan tentu saja hal itu membuat Hardy terpaksa menjodohkan putri satu-satunya dengan salah satu putra dari sahabatnya Dirga Sanjaya ,meski umurnya masih terlalu muda saat itu .


Dengan senang hati Dirga menerima permintaan Hardy untuk menerima pertunangan itu .


Karena usia Shanum yang masih muda terpaksa pernikahan di tunda dan sebagai pengikat mereka di haruskan untuk bertunangan .


Shanum yang telah mengenal keluarga Dirga Sanjaya dengan baik tentu menerima pertunangan itu,meski keakrabannya dengan Devon ia anggap sebagai hubungan seorang adik dan kakak.


Begitupun sebaliknya Devon yang sangat menghormati Hardy tak ingin membuat sahabat ayahnya itu terluka jika ia menolaknya. Devon mengenal Shanum sebagai seorang gadis pintar ceria dan cantik tentunya,pria manapun pasti merasa sangat bahagia dan tersanjung jika dapat memilikinya ,namun hubungan yang telah terjalin sejak mereka masih duduk di bangku SMU membuat Devon merasa canggung jika ternyata mereka harus berakhir menjadi sepasang kekasih bahkan menjadi suami istri jika usia Shanum mencukupi untuk melaksanakan pernikahan .

__ADS_1


Meski perasaan mereka tak lebih dari seorang kakak dan adik tapi baik Shanum maupaum Devon selalu menjaga hubungan pertunangan dengan baik .


Kini situasi perusahaan Wijaya Corp .sedang goncang .


Hubungan Hardy dengan para saudaranya membuat perpecahan di keluarga itu tak dapat terhindari lagi ,perebutah hak warisan membuat mereka diam -diam salih berbuat culas untuk saling menjatuhkan .


Hardy yang telah melepas jabatan CEO nya dan kini telah di ganti oleh Shanum sebagai sang penerus ,membuat para musuh semakin berani untuk menggulingkan posisi CEO walaupun dengan berbagai cara.


Hasutan terhadap para calon investor, maupun dengan cara memanipulasi data keuangan membuat kondisi perusahaan Wijaya Corp semakin genting .


Selain wajah tampan rupanya Devon juga memiliki otak yang di atas rata-rata dan Hardy mengetahui hal itu segera memanggilnya untuk membantu mengatasi masalah di Wijaya Corp untuk melindungi Shanum dari kelicikan para saudaranya yang tak ingin gadis itu menjadi penerus pemimpin perusahaan keluarga besar Wijaya .


"Sha ,apa kita jadi berangkat ke villa di puncak?"tanya Devon ,karena sudah beberapa kali Shanum mengajaknya pergi ke villa ,entah apa sebenarnya yang membuat gadis itu begitu ingin berkunjung ke villa .


"Iya ,kita akan berangkat besok pagi "jawab Shanum sambil mengelap bibirnya dengan tisu .


"Apa kita nonton dulu sebelum pulang ?"ajak Devon karena malam belum terlalu larut .

__ADS_1


"Ehmm kita langsung pulang saja, aku mau membereskan pakaian untuk besok kita ke villa"


"Hmm oke "Devon memandang gadis di depannya ,tak biasanya Shanum begitu semangat ingin ke villa .


Merekapun beranjak pulang setelah Shanum memutuskan untuk menyudahi acara weekend mereka .


"Om aku langsung pamit pulang aja ,besok aku akan ke sini lagi pagi-pagi ,untuk jemput Sha-sha ke villa di puncak".pamit Devon setelah mengantar Shanum ke rumah.


"Ke villa di puncak,kalian mau apa ke sana "tanya Hardy penuh tanda tanya ,karena selama ini Devon tak pernah mau pergi ke villa karena ia tidak begitu menyukai hawa di puncak yang begitu dingin menusuk tulang .


"Entahlah om ,Sha-sha dari kemarin ingin ke villa "ucapan Devon membuat Hardy semakin heran dan hanya dapat menganggukan kepalanya saat Devon pergi pamit .


Devon melajukan mobil membelah kota menuju ke apartemennya.


"Apa sebenarnya yang telah menarik hatimu Sha "


gumam Devon sambil menghela nafas berat .

__ADS_1


__ADS_2