
Shanum terdiam di kamar apartementnya, kini hatinya semakin kagum pada Rangga, pria yang sehari lagi akan sah menjadi suaminya, rupanya selama bekerja di Wijaya Corp Rangga selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menabung.
Satu keinginan besarnya kini telah tercapai, memiliki sebuah rumah hunian sendiri, meski berukuran sedang namun itu sudah cukup baginya.
Kini Rangga bisa tersenyum bahagia, hidup berdua dengan sang istri dan memiliki sebuah rumah sederhana adalah impiannya.
Meski Hardy menganjurkan mereka untuk tinggal di mansion karena kesibukannya hingga sering kali terpaksa meninggalkan mansion.
Pagi ini pun suasan hati Rangga begitu cerah, semua persiapan proses akad nikahnya, sudah hampir selesai, karena acara di laksanakan secara tertutup namun tak lupa do'a dan rasa syukur yang mereka panjatkan.
Hardy sudah mempersiapkan seluruhnya dengan matang, hatinya berdebar menunggu waktu, sesuai rencana, akad nikah akan di lakukan selepas maghrib di mansionnya, keputusan sebelumnya bahwa acara di adakan di sebuah masjid terpaksa di batalkan karena Hardy ingin pernikahan putrinya jangan dulu di ketahui khalayak umum, Hardy ingin melakukan resepsi pernikahan secara istimewa setelah kondisi Wijaya Corp stabil.
Shanum kini tengah fokus di depan layar laptopnya, seluruh berkas dan data sudah sesuai dengan apa yang akan di bicarakan dalam meeting esok hari, sementara dokter Vina sudah beberapa kali mengirimkan pesan jika ia kini sudah berada di butik Merry untuk mmbawa gaun yang sudah di siapkan sang pemilik butik yaitu miss Mery,
Sengaja dokter Vina mengajukan cuti khusus hari ini untuk persiapan acara pernikahan Shanum.
Sementara di mansion terlihat para pelayan tengah suka cita menyiapkan berbagai masakan dan hidangan istimewa, rona kebahagiaan terpancar dari wajah mereka.
Hari yang sudah mereka nanti selama dua tahun lamanya kini akhirnya telah datang, meski pernikahan akhirnya terjadi bukan antara Nona Muda dengan Tuan Devon yang telah menjadi tunangannya selama dua tahun, namun calon suami Nona Muda mereka ternyata adalah pria yang selama ini mereka panggil 'mas ganteng' yang tak lain adalah salah satu karyawan Wijaya Corp.
"Sttt, Nona sudah datang"ujar pelayan senior melihat kedatangan Shanum dari kantor yang pulang lebih awal, Shanum menyerahkan tugasnya pada Harun, karena ini adalah hari istimewanya Shanum pun ingin bersiap semaksimal mungkin, menyongsong sang calon suami.
"Hufff"Shanum menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Non makan dulu, sebentar lagi MUA akan tiba dan Non Shanum akan di make up, yang tentu membutuhkan waktu yang lama"ujar seorang pelayan senior pada Shanum yang masih diam duduk di atas sofa.
"Aku sudah makan di kantor tadi bi, dan rasanya perutku masih kenyang"jawab Shanum.
Jangankan merasa lapar, melihat hidangan yang tersaji di meja makan pun Shanum tak berselera sama sekali, meski hidangan yang terlihat begitu menggiurkan dan menggoda lidah.
Shanum pun bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Rangga yang masih berada di kantor pun merasa ketar-ketir, entah sudah neberapa kali ia melihat jam di pergelangan tangannya, waktu seakan berjalan begitu lambat.
Drrt drrt.
"Ngga, jadi nggak nih gue ikut pulang sekarang"pesan Kevin.
__ADS_1
"Iya jadi lah, tunggu gue mau beres-beres dulu sebentar"jawab Rangga cepat.
Kevin yang merasa penasaran karena tak biasanya Rangga memintanya ikut pulang bersama.
Rangga segera mengayunkan langkahnya cepat menuju lift, tak sabar hatinya ingin segera ke mansion dan mengucapkan janji dengan Shanum.
"Eh sebenarnya kita mau kemana sih Ngga?"tanya Kevin penasaran.
"Udah nggak usah banyak tanya"jawab Rangga.
"Emmm, oke gue diem"
Rangga dan Kevin segera melajukan motornya menuju ke rumah dengan kecepatan sedang.
"Lu cepet mandi dan pakai baju yang bagus, kita berangkat tiga puluh menit lagi".
Kevin hanya membelalakan matanya, namun tak ingin membuang waktu lama akhirnya ia pun membersihkan tubuhnya.
Sementara di ruang tamu Hana sudah siap dengan penampilannya.
Meski Hana hidup di lingkungan pedesaan tapi selera berbusana yang ia miliki berbeda dengan para ibu kebanyakan, yang memakai baju mewah, dandanan menor serta perhiasan yang mencolok hingga menjadi pusat perhatian orang sekitar.
Rangga menghela nafas panjang, di depan cermin ia memantaskan diri.
"Ah, mau pakai baju apapun kalau sudah dasarnya ganteng mah, tetap aja ganteng"batin Rangga dengan senyum penuh percaya diri.
"*Kalau nggak ganteng mana mungkin Shanum yang seorang CEO dengan spek bak bidadari bisa jatuh hati pada*ku"gumamnya lagi.
Kembali tubuhnya memutar memandang cermin, kalimat yang harus di ucapkan saat ijab kabul pun sudah hapal di luar kepala.
Tok tok tok .
"Ngga, udah lebih dari tiga puluh menit nih, di suruh cepetan sama ibumu nohhh"teriak Kevin dari balik pintu.
"Oke, bentar, dua menit lagi"jawab Rangga lau membenarkan kemeja putihnya.
Ceklek.
__ADS_1
"Eh busyeet, lu mau kemana pake kemeja putih itu Ngga,...apa ...jangan- jangan"Kevin tak meneruskan kalimatnya.
"Iya gue mau ijab kabul, alias kawin, denger ....kawinnn"Rangga menegaskan akhir kalimatnya, membuat Kevin spontan membulatkan mulutnya.
Glek.
"Beneran lu Ngga?"tanya Kevin seakan tak percaya.
"Makanya gue ajak elu, biar lu percaya kalau gue nikah sekarang dan elu jadi saksi gue"jawab Rangga sedikit kesal, masih saja Kevin menyangsikan kata-katanya.
Tiiidd tiiiddd.
Sebuah mobil taxi online telah terparkir di depan teras.
"Ayo bu, kita berangkat"Rangga meraih tangan ibunya dan menuntun ke dalam taxi.
"Ehmm hmm, gue ikut juga Ngga?"tanya Kevin ragu.
Kalau saja saat ini bukan situasi penting, ingin rasanya Rangga menjahit mulut lemes Kevin agar diam dan tak menanyakan hal- hal yang tidak penting.
"Masuk"tatapan Rangga tajam menghujam ke arah Kevin.
Dan mobilpun melaju menuju mansiom Hardy.
Debaran jantung Rangga semakin terasa saat gerbang mansion sudah terlihat beberapa meter lagi di depannya.
Kevin memandang mansion megah dengan tatapan kagum, beberapa kali decakan keluar dari mulutnya seakan tak percaya, mansion megah yang selama ini hanya ia lihat di film atau sinetron khas ikan terbang, kini nyata berada di depannya.
Rangga membalas anggukan hormat para satpam penjaga mansion.
Rupanya kali ini Hardy menambah beberapa personil untuk menjaga mansionnya.
Satpam yang sudah mengenal, terlihat menunduk memberi hormat pada pemuda yang sebentar lagi menjadi suami sang Nona Mudanya itu.
Kevin menatap kagum pada sahabatnya itu, tak di sangka ternyata selama ini Rangga mempunyai hubungan yang erat dengan para penghuni mansion megah ini.
Bahkan tak Kevin ketahui sama sekali jika Rangga juga memiliki hubungan spesial dengan CEO nya bahkan sebentar lagi mereka akan melakukan janji suci.
__ADS_1
"Gila lu Ngga, bener-bener nggak nyangka sahabat gue akhirnya menjadi suami CEO kesayangan gue"batin Kevin memandang Rangga dengan perasaan bangga sekaligus haru menyelimuti dada nya.