Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Tanggung Jawabku


__ADS_3

Rangga menatap bungkusan yang sudah beberapa jam sudah terletak di meja kerjanya.


"Selamat makan,semoga kau suka masakanku "ucap Danu dengan mulut di buat mode bergelombang menirukan bibir Monik saat menitipkan makanan itu untuk Rangga.


Rupanya bungkusan itu berisi sarapan yang di titipkan Monik pada Danu untuk Rangga sarapan.


Bukannya ia tak menghargai pemberian orang lain,apalagi dengan susah payah memasaknya sendiri,tapi Rangga benar-benar tak ingin berurusan dengan gadis agresif itu karena ia hanya menganggapnya sebagai teman biasa dan tak lebih,jika ia menerima pemberian Monik ia tak ingin beranggapan bahwa ia memberi sebuah harapan padanya.


Sudah bukan rahasia lagi jika Monik begitu tergila-gila pada Rangga,meski beberapa kali Rangga telah menolaknya dengan halus.


Rangga melangkah menuju ke lantai ruangan di mana Kevin berada.


Tok tok tok .


Rangga memasuki ruangan setelah satu suara mempersilahkannya masuk.


Kevin terlihat Fokus dengan beberapa catatan yang sedang ia input ke laptopnya .


"Tumben lu ke sini,kangen ama gue bro"tanya Kevin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.

__ADS_1


"Kangen matamu,ogah amat gue ke sini kalau nggak terpaksa"gumam Rangga geram namun ia hanya ucapkan di hatinya.


"Nih gue cuma mau ngasih makanan buat lu,kali aja lu kelaperan,gua mah gini-gini juga sahabat sejati"netra mata Kevin menatap sahabatnya itu heran,tak ada angin tak ada hujan,tiba-tiba Rangga mendatanginya dengan sebungkus makanan yang terlihat aestetik dan cantik.


"Hmm,kau tidak sedang berniat meracuniku kan Ngga?"tanya Kevin ragu sambil membuka bungkusan yang ternyata berisi puding cantik bertoping buah-buahan segar.


Kevin memandang Rangga intens.


Rangga dengan tenang membalas tatapan sahabatnya itu dengan wajah polos.


Kevin mengambil sepucuk sendok puding buah itu lalu memasukan ke mulutnya perlahan.


"Huufffh"Rangga akhirnya duduk,mengikuti perintah Kevin untuk tak beranjak dari ruangan itu sebelum tiga puluh menit.


"Gue ke ruangan dulu, lagian lu juga masih hidup ini ,berarti kan makanan itu nggak beracun Vin"Rangga akhirnya meninggalkan ruangan itu beberama menit setelah Kevin memakan puding.


"Bagi-bagi Rara Vin,jangan lu embat semua takut jampi peletnya ke makan semua ama elu,kan berabe "Masih terngiang bisikan Rangga di telinga Kevin sesaat sebelum melangkah pergi, membuat bulu roma nya merinding sempurna.


"Kampret lu emang "umpat Kevin geram,baru sadar bahwa makanan itu ternyata dari Monik ,yang nota bene memiliki perasaan namun Rangga tak menanggapinya.

__ADS_1


*


*


Devon melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit,sementara Vina tampak duduk tenang di sampingnya,sudah beberapa hari ini Devon selalu menjemputnya untuk berangkat ke rumah sakit tempatnya praktek.


"Maafkan aku Vin,aku akan bertanggung jawab"Devon berujar lirih.


"Sudah ku katakan Dev,lupakanlah semuanya, anggap di antara kita tak pernah terjadi apa-apa"jawab Vina tenang,namun terasa sesak di dadanya.


Devon hanya dapat memandang kekasihnya itu dengan gusar karena ia sudah mengenal Vina dengan baik,meski terlihat wajah ayu nan lembut namun bertolak belakang dengan sifatnya yang keras dan teguh pada pendiriannya.


Perasaan bersalah yang kini menggelayuti dadanya membuat Devon begitu tersiksa,ia tak dapat memungkiri hati kecilnya bahwa sampai saat ini ia masih menyimpan rasa cinta untuk Vina,perasaan yang ia kira telah hilang karena sebuah kesalah pahaman namun ternyata itu salah,rasa yang telah tertanam bertahun-tahun ternyata masih sama.


Begitu besar rasa cinta Devon pada Vina, dan tak akan ia biarkan gadis itu pergi lagi dari sisinya untuk kedua kalinya,meski jalan tampak buntu di hadapannya,di sisi lain ia sudah terikat dengan Shanum,namun ia juga tak rela jika kembali berpisah dengan Vina yang begitu di cintainya.


💙💙💙


Terima kasih atas dukungan like ,koment dan vote yang di berikan ,jangan lupa tipsnya juga yaaa,biar author lebih semangat lagi up nya ,😘😘😘😘 jangan lupa,jaga kesehatan .💖💖💗💙

__ADS_1


__ADS_2