
Hawa dingin masih menyelimuti desa ,Rangga menggigil dengan tubuh rapat tertutup selimut,perjalanan ke bukit terpaksa ia batalkan .
"Minum air jahe ini Ngga"bu Hana menyodorkan minuman hangat untuk putra sulungnya yang tampak masih bergetar tubuhnya karena kedinginan.
"Iya bu ,makasih".
Hana duduk di tepi ranjang dan memijit kaki Rangga pelan .
"Untung kamu cepat pulang Ngga ,lihat lah hujan semakin deras ,nggak kebayang kalau kamu masih ada di atas sana "ucap bu Hana sambil mengalihkan pandangannya ke bukit yang kini telah gelap karena hujan yang begitu deras .
"Hmm iya bu "
"Sudahlah kamu sekarang tidur ,dan habiskan dulu minuman jahe nya biar tubuhmu jadi hangat"
"Iya bu "
"Bu,bagaimana kak Rangga ,udah baikan bu ?"Ardi tergopoh masuk ke dalam kamar karena tahu jika kakanya sudah pulang dari pendakian dengan tubuh yang hampir hipotermia .
__ADS_1
"Sudah agak mendingan ,tolong kamu jaga kakakmu ,ibu mau ke dapur dulu "
"Iya bu"jawab Ardi lalu meneruskan pijitan sang ibu di kaki sang kakak.
"Hmm kak ,bagaimana tubuhnya masih dingin kah ?"
"Hmm sudah Mendingan Ar "Rangga menjawab dengan wajah yang terlihat mengantuk .
"Kenapa kau tinggalkan ponselmu kak"
"Ngapain di bawa ,nggak bakal ada yang nyariin,emang mau chatingan ama macan ,lagian mana ada signal kalau di puncak"
"Tidak ada "jawab Rangga singkat, bersiap untuk tidur dan merapihkan posisi selimutnya.
"Ohh ya udah ,cuma mau bilang aja kalau tadi pagi mba Shanum nelfon "ucap Ardi sambil melangkah pergi keluar dari kamar namun sudut matanya sempat melihat raut wajah kakaknya langsung berubah .
"Apa,bilang apa dia "dengan semangat empat lima Rangga kembali bangkit dari tidurnya ,membuat Ardi tersenyum puas melihat wajah kakaknya yang tadi lesu dan murung kini berubah terang bagai lampu taman baru di ganti bohlam nya .
__ADS_1
"Ehhm ,tidak begitu penting kak,hanya tanya kabar saja "jawab Ardi masih ingin melihat sampai di mana Rangga dapat menyembunyikan perasaanya,bukannya Ardi tak tahu jika kakaknya menaruh hati pada Shanum ,ia hanya ingin mendengar kalimat itu langsung dari Rangga sendiri .
"Kak,apa selama ini kakak belum juga mengutarakan isi pada mba Shanum "ucapan Ardi sontak membuat Rangga tersadar dan menatap adiknya dengan lekat .
Rangga menggeleng pelan kini ia baru tersadar jika Shanum memang bukan untuknya ,ada pria lain yang sudah menjadi takdirnya .
Kembali Rangga merebahkan tubuhnya ,tak lagi ada keinginan untuk mengetahui apapun tentang Shanum,yang hanya akan membuat dadanya sesak .
Ardi hanya dapat menghela nafas panjang .
Entah apa yang terjadi antara mereka.
"Sudah lah kau tidurlah sana,jangan lagi kau sebut Shanum di depanku "ucapan Rangga tegas membuat Ardi menutup rapat mulutnya.
Meski mata terpejam tapi Rangga belum sepenuhnya tertidur ,ingatan tentang Shanum masih selalu membayanginya .
"Apa benar kau ingin tahu keadaanku di sini Sha,kabarku sedang tidak baik-baik saja karenamu "
__ADS_1
Ardi melangkah menuju kamarnya ,mungkin esok Shanum akan datang ,seperti janjinya di telfon kemarin ,biarlah ia tidak memberitahukan hal ini pada Rangga ,mungkin akan menjadi kejutan kecil yang indah bagi sang hati yang sedang berharap dalam diam .
"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan kak,sebesar apa dinding penghalang yang menghadangmu hingga untuk sekedar mengungkapkan sebuah rasa pun kau terlalu enggan"