
"Iya mas ,tadi nona cantik itu pulang dengan tergesa-gesa dan melajukan motornya dengan cepat ,saya kira orang yang di belakangnya adalah temannya ternyata bukan ,soalnya nona itu seperti menghindar dari mereka"
"Apa mba tahu ke arah mana nona itu melajukan motornya ?"
"Tidak mas ,soalnya saya langsung ke dalam karena ada pelanggan yang memanggil saya "
Rangga menyalakan mesin motornya dan menjalankannya tak tentu arah ,yang ada dalam otaknya adalah mengikuti kata hatinya berharap dapat menyusul gadis itu.
Rangga berteriak kesal saat telponnya berkali-kali tidak di angkat oleh Shanum .
"Dimana kamu Saat ini Sha "suara Rangga bergetar ,belum pernah hatinya merasa se cemas ini .
Di tengah kekalutan hatinya tiba-tiba.
Brakkkk .
Motor Rangga oleng setelah lobang besar yang tak terlihat atau karena pikirannya tak fokus hingga tertabrak mengakibatkan laju motornya tak terkendali hingga terpaksa Rangga membanting stang stir motornya ke samping kiri membuat tubuh Rangga terpelanting ke arah pembatas jalan .
"Akkhh "teriakan Rangga nyaring merasakan perih pada lututnya yang tergores aspal .
__ADS_1
Rangga hanya meringis menahan sakit ,bahkan celana jeans nya pun sobek bagian lutut dan terlihat kulitnya merah terkelupas .
Rangga meminggirkan motor untuk melihat keadaanya untunglah meski lututnya terluka tapi motor tampak aman .
Diambilnya ponsel di kantong baju nya,hatinya masih belum tenang ,entah sudah berapa kali panggilan ,namun Shanum belum juga mengangkatnya ,semoga kali ini panggilannya di angkat ,dan akhirnya Rangga bisa bernafas lega saat mendengar jika Shanum baik baik saja .
Flash back of //
Dengan langkah tertatih Rangga mencoba menstarter motor maticnya ,syukurlah mesin motor itu masih bisa hidup meski sedikit terbentur pembatas .
Tanpa menghiraukan luka di lututnya ,Rangga menjalankan motor ke arah rumah kontrakannya .
Karena badan yang letih dan rasa pegal-pegal di seluruh tubuh akhirnya Rangga pun terlelap.
Pagi yang cerah saat Kevin mengelap motornya dengan teliti sebelum berangkat kerja, gerakan tangannya seiring dengan gerakan bibir tipisnya yang bersiul nyaring mendendangkan lagu campur sari kesukaanya.
Rangga berjalan tertatih keluar dari kamarnya ,membuat Kevin terbelalak .
"Rang kakimu kenapa ?"
__ADS_1
"Enggak apa-apa Vin ,cuma lecet dikit "jawab Rangga santai minta di tabok .
"Eyy nenek-nenek di rebonding juga tahu kalau kakimu lecet Samsul ,yang aku tanyakan ,kenapa bisa leceet !"Kevin sewot dengan jawaban Rangga yang cuek .
"Jatuh semalem dari motor "
"Terusss.."lanjut Kevin .
"Ya gini jadi lecet "Rangga masih mode cuek.
Kevin masih dengan wajah heran karena sepanjang sejarah yang ia tahu Rangga tak pernah sekalipun terpeleset dari motor apalagi sampai jatuh dan terluka ,Rangga adalah seorang yang penuh dengan perhitungan ia tahu kapan harus menjalankan motornya dengan kecepatan penuh atau mode keong ngesot pun ia telah menguasai sepenuhnya ,dan jika saat ini ia sampai jatuh dari motornya dan terluka maka tentu ada hal yang membuat Rangga tak fokus saat berkendara.
"Vin tar gue berangkat bareng loe yah "pinta Rangga sambil tertatih menuju kursi di teras kontrakan .
"Apa tidak sebaiknya kau ijin saja Rang?"
"Tidak perlu ,aku harus berangkat ,ada hal yang ingin aku lakukan "jawab Rangga .
"Ohhh "Kevin ber oh ria .
__ADS_1
Bukan urusan pekerjaan yang ingin Rangga selesaikan ,tapi keinginanya untuk melihat keadaan Shanum ,apakah benar ia baik-baik saja .