
Drrt drrt .
Rangga meraih ponsel dari saku celananya, entah apa gerangan Shanum menghubunginya.
Kevin membulatkan matanya saat melihat sekilas layar screensaver ponsel teman satu kontrakannya itu.
Wajah cantik yang amat di kenalnya, CEO Wijaya Corp.
"Okey, daaah"ucap Rangga singkat.
Terdengar aneh di telinga Kevin, karena ia tahu siapa Rangga, pemuda tampan dengan sejuta pesona namun sikap dingin dan cuek adalah ciri khasnya.
Apalagi terdengar suara seorang wanita di ujung ponsel yang ada du tangannya.
"Hei, siapa tuh"Kevin terlihat kepo sambil melirik ke arah ponsel dalam genggaman Rangga, berharap dapat melihat dengan jelas, benarkah wajah yang terpasang sebagai screensaver itu adalah CEO kesayangannya, alias Nona Muda Shanum, pikir Kevin.
Rangga hanya melihat sekilas ke arah Kevin.
"Mau tau aja, apa mau tau banget"ketus Rangga.
Sebenarnya ia ingin membagi kabar gembira pada sahabatnya itu, namun untuk saat ini mungkin belum saatnya, ada hal yang lebih penting yang harus di selesaikan.
Perusahaan Wijaya Corp saat ini belum sepenuhnya stabil, perebutan hak waris masih berlangsung secara diam-diam, bahkan mereka melakukan siasat yang licik demi mendapatkan perusahaan yang kini sudah menjadi hak milik Hardy.
Meski secara sah di atas kertas kepemimpinan adalah milik Hardy namun Hendy sebagai saudara tertua merasa tak terima jika ayahnya mewariskan perusahaan pada sang adik, bukan rahasia lagi, kebencian Hendy pada sang adik membuat gelap mata dan dengan segala cara ia lakukan, agar Hardy tak memiliki kesempatan menikmati kekayaan pemberian sang ayah.
Bukan tanpa alasan jika tuan Sanjaya tak memberi kesempatan pada Hendy memimpin perusahaan yang di rintisnya, karena gaya hidup yang Hendy anut dimana ia selalu berfoya-foya dan bermain *** dengan para wanita malam, minuman alkohol tak pernah lepas di setiap malamnnya, itulah yang membuat Sanjaya lebih memilih Hardy putra bungsunya agar menjadi penerus pemegang tahta kursi CEO di perusahaan Wijaya Corp.
Dendam yang terpendam di dada Hendy semakin menggunung.
Shanum, putri Hardy satu-satunya yang begitu di benci Hendy kini di angkat sebagai seorang CEO, perempuan yang menurutnya tak pantas menjabat sebagai seorang pemimpin.
Bahkan penculikan pernah ia lakukan dengan mengutus orang-orang suruhannya untuk membawa dan menyekapnya di sebuah rumah tua, dengan harapan nyali Shanum menjadi hilang dan tak mempunyai keberanian lagi menjadi penerus pemegang jabatan sebagai CEO.
Setelah rencananya gagal, Hendy pun menghasut para investor Wijaya Corp agar menolak jabatan seorang CEO yang di pegang oleh se seorang yang belum memiliki pasangan, Shanum yang kala itu masih belum cukup umur untuk menikah pun terpaksa harus menerima keputusan Hardy agar bertunangan dengan Devon, agar memenuhi syarat sebagai seorang CEO.
__ADS_1
Lelaki yang ia pilih dari putra dari sahabatnya sendiri untuk menjadi calon suami Shanum.
Namun pertunangan itupun kini terpaksa kandas karena Devon lebih memilih wanita yang tak lain cinta pertamanya, meski putusnya pertunangan mereka dengan baik, namun Hardy tak ingin kakaknya mengetahui hal itu yang tentunya akan menjadi satu kesempatan besar untuk menggulingkan kursi kepemimpinan CEO yang Shanum pegang saat ini.
Saat ini Rangga hanya ingin melindungi Shanum, semampu yang ia lakukan.
Tak terasa gerbang Wijaya Corp kini sudah di depannya.
"Eh Ngga, bukankah itu mobil Nona Shanum"bisik Kevin menyikut lengan sahabatnya itu, Rangga hanya melihat sekilas, karena Shanum ternyata sudah berada di depan pintu lobi perusahaan dan masuk ke lift menuju lantai ruangannya.
"Ck ck ck, sungguh beruntung gue bekerja di perusahaan ini, coba lu pikir Ngga, perusahaan mana lagi yang mempunyai CEO secantik dia" ucap Kevin dengan pandangan penuh pesona ke arah kepergian Shanum.
"Saat ini gue biarin lu pandangi sepuas hati lu Vin, tapi besok saat dia sudah sepenuhnya menjadi milik gue, bakal gue congkel mata lu biar nggak bisa lagi mandang seenak jidat lu"geram Rangga kesal.
"Eh, lu tau nggak vidio yang gue kirim ke elu Ngga, pria yang lagi ngamuk gara-gara di tinggalin ceweknya, ternyata cewek itu adalah nona Shanum, berarti selama ini benar isu putusnya pertunangan Nona Shanum dengan tuan Devon karena orang ketiga"bisik Kevin dengan semangat.
"Dari mana elu tahu nona Shanum putus dengan tuan Devon"tanya Rangga.
" Rara seperti pernah melihat tuan Devon jalan sama cewek lain beberapa kali, jadi mungkin mereka putus kan?"tanya balik Kevin.
"Hmmm"ujar Rangga, singkat padat dan membingungkan.
"Sialan lu"Rangga sewot.
Andai saja Rangga tak mendengar langsung dari mulut Shanum tentu ia akan berfikir jika isu tentang adanya pria lain adalah benar.
Keduanya melangkah menuju front office di mana Rara sang kekasih Kevin tengah menunggu.
"Pagi cintaku sayangku matahatiku mcuaaahhh...."
Kevin menyongsong Rara lalu memeluknya erat, pasangan yang sedang di mabuk cinta, sehari tak berjumpa bagai kiamat rasanya, mungkin itulah yang saat ini mereka rasakan.
"Ghoeekkk" Rangga mengusap perutnya yang merasa mual melihat adegan kemesraan mereka.
"Hahahahha...sirik tanda tak mampu"ujar Kevin sambil merangkul Rara pergi ke lantai ruangannya.
__ADS_1
"sialan pagi-pagi dah bikin moodboster ku rusak aja tuh orang"geram Rangga.
"Andai ia bisa menikmati masa pacaran seperti mereka tentu bahagia rasanya"
"Rangga tunggu" teriak Monik lalu mempercepat langkahnya agar sejajar dengan Rangga, senyumnya mengembang cerah, beberapa Hari tak melihat Rangga, rasa rindu begitu menyiksanya, dan pagi ini rupanya Rangga sudah mulai bekerja.
"Ngga, kamu kenapa cuti, kata Kevin kau tidak sedang sakit?"tanya Monik yang sudah beberapa kali menanyakan sebab Rangga tidak masuk kerja.
"Ehm, aku pulang kampung,ada saudara yang hajatan, tidak enak kalau tidak datang"ujar Rangga tanpa mengatakan alasan sesungguhnya, bisa pingsan Monik jika tahu ia cuti untuk melaksanakan lamaran.
"Oohh"Monik hanya ber oh ria dengan bibirnya yang berwarna merah menyala.
Rangga hanya menelan salivanya, meski Monik mempunyai tubuh sexy dengan bentuk proporsional, berwajah cantik dengan bibir sensual yang selalu berwarna merah menggoda, dengan gerakan tubuh gemulai membuat banyak lelaki yang tergoda, namun tidak bagi Rangga, tak ada sedikitpun rasa ketertarikan pada Monik, meski sudah berbagai cara Monik lakukan unyuk menarik hati pria dingin satu itu.
Rangga dengan jengah, melerai tangan Monik yang masih berusaha menggenggamnya erat, tatapan beberapa karyawan yang memandang dengan penuh ledekan pada Monik.
"Ehmm hmm, cieee jadian nih, makan-makan dong Nik"
"Wahh akhirnya, lu dapetin juga si pangeran kutub"
Kalimat yang terlontar dari beberapa bibir turah yang mereka lewati.
Rangga hanya melihat sekilas tanpa bermaksud menjawab ledekan mereka, meski terdengar risih di telinga.
Dengan penuh percaya diri Monik bergelayut manja di bahu Rangga, meski beberapa kali pria itu menepisnya dengan lembut.
Deg
Jantung Rangga bagai terhenti saat pintu lift khusus CEO yang bersebelahan dengan lift karyawan terbuka.
Asisten Harun keluar bersama CEO Shanum dengan langkah tenang, sekilas Rangga dan Shanum terpaku saling tatap.
Beberapa karyawan menunduk hormat, namun tidak dengan Rangga yang masih membeku menatap tajam netra bening milik Shanum.
Glek
__ADS_1
Reflek Rangga menepis tangan Monik dari bahunya dengan keras.
"Ahhk, sakit Ngga"teriak Monik dengan kesal.