
Danu melangkah dengan girang keluar ruangannya menuju ruang CEO karena sang asisten memanggilnya lewat intercom.
"Permisi ,gue mau ketemu sama nona bidadari "pamit Danu dengan senyum pongah ,sementara Dika hanya mencebik kesal .
"Jangan terlalu tinggi kau bermimpi ,akan sakit kalau kau tersadar"ucap Dika dengan wajah kesal ,lalu berjalan menghampiri Rangga.
"Rang,apa nona Shanum juga tidak memanggilmu ke kantornya?"tanya Dika sedikit terhibur hatinya karena ternyata bukan hanya dia yang tak dipanggil ke kantor CEO,Rangga hanya menggeleng tanpa mengalihkan pandangandari laptopnya .
Tok tok tok
"Ya masuk "perintah satu suara yang berada dalam ruangan CEO,Danu pun melangkah perlahan ,ternyata asisten Harun sedang berada di ruangan itu dengan beberapa map di tangannya ,Danu yang tak melihat keberadaan sang CEO pujaannya pun akhirnya menelan rasa kecewa,rupanya nona Shanum tidak berada di ruangannya ,hal ini diketahuinya dari penuturan asisten Harun bahwa saat ini nona Shanum baru saja keluar dari kantor dan memerintahkannya untuk menyerahkan map berkas milik para investor yang harus Danu periksa kondisi finansialnya sebelum Wijaya Corp.menandatangani perjanjian.
Danu menghela nafas kecewa saat melangkah ke ruangannya ,tak dapat dibayangkan cemoohan yang akan di lontarkan oleh kembarannya yang terkenal bermulut tajam .
__ADS_1
Ceklek
Danu membuka pintu dengan pelan ,tatapannya memindai seluruh ruangan ,akhirnya ia pun bisa bernafas lega karena tak melihat sosok Dika di ruangan itu .
Dengan langkah cepat Danu menuju ke meja nya ,ia tak ingin Dika mengetahui kesialannya .
"Kenapa hanya sebentar Nu ?"Rangga merasa penasaran karena Danu hanya sebentar di ruangan CEO.
Setelah semua tugas dari tuan Hardy selesai Rangga pun melangkah keluar dari ruang kerjanya ,semua karyawan telah pulang satu jam sebelumnya ,Rangga seperti biasa ,setiap weekend akan melaporkan hasil kerjanya pada tuan Hardy ,jika biasanya lewat email tapi untuk saat ini mantan CEO nya meminta Rangga menyerahkan secara langsung dengan datang ke rumah malam ini,sekalian merayakan kembalinya Shanum dengan selamat .
Sengaja Hardy hanya mengundang Rangga sendiri tanpa si kembar Danu dan Dika,bahkan undangan kali ini tak ada karyawan lain yang mengetahui selain asistennya Harun .
Rangga melangkah memasuki rumah megah itu dengan langkah tegang ,belum pernah ia melihat rumah yang begitu megah ,selama ini hanya dapat melihat rumah bak istana di sinetron kesayangan ibunya yang ia lihat hanya sekilas ,kini dengan langsung bahkan Rangga tengah berjalan memasuki ruangan luas nan megah ,Rangga duduk setelah pelayan mempersilahkannya.
__ADS_1
Banyak hidangan telah di siapkan di atas meja,namun ruangan luas itu masih terlihat sepi .
Tap tap tap
Terdengar suara langkah nyaring dari lantai atas turun menuju ke tempat Rangga,pemuda itu pun mengalihkan pandangannya ke arah asal suara tersebut .
Matanya menatap tajam ke arah sosok yang sedang melangkah mendekatinya .
Dres selutut dengan warna krem tanpa lengan ,rambut tergerai indah dan wajah halus dan putih bagai kapas dengan polesan tipis,sungguh sangat sempurna Tuhan menciptakan mahluk ini ,gumam hati Rangga .
"Ahh akhirnya kau datang juga Ngga,maaf kalau lama menunggu "sapa Shanum dengan senyum penuh pesona nya.
"Apapun akan ku lakukan jika kau yang meminta Sha ".hati Rangga berucap dengan bibir tersungging senyum penuh kekaguman .
__ADS_1