
Rangga masih asik duduk santai dengan menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamunya ,tangannya fokus membuka galeri di ponselnya,tak bosan-bosannya ia memandang wajah Shanum.
Hatinya kini sedikit gundah,rupanya hubungan Shanum dengan tuan Devon semakin dekat,tak menampik jika saat ini Rangga merasa sebagian dari hatinya telah hilang,bayangan jika suatu saat mereka bersanding di pelaminan sungguh sangat membuat hatinya sakit,memang tak seharusnya Rangga bermimpi terlalu tinggi,mengharapkan rasa cintanya terbalas oleh seorang gadis dari kasta tertinggi dan sudah memiliki satu ikatan.
"Ehmm hmmm ,tumben belum merem lu Ngga"sapaan sahabat yang tak berahlak membuyarkan lamunan indahnya.
"Hmmm belum ngantuk,dari mana lu "Ranggga balik bertanya pada Kevin.
"Biasa dong,kencan dengan sang pujaan hati,emang elu ,jomblo sih permanen .."jawaban songong Kevin membuat Rangga kesal, ingin rasanya ia sumpel tu mulut pake meja.
"Belum saatnya go public,tunggu tanggal mainnya"kilah Rangga tak ingin Kevin terus memojokannya dengan status dirinya yang masih saja jomblo.
"Eleehhhh bisa ae lu toa mesjid,gue tunggu dengan senang hati, kapan lu pamerin kekasih lu itu, ntar gue kasih pacar kedua gue buat elu, kalau emang lu bener punya pacar".
Kevin berucap congkak dengan mengedikan dagunya menunjuk ke arah motor butut kesayangannya itu yang kreditannya saja belum lunas.
__ADS_1
"Puihhhh ogah amat gue dapet saweran motor dekil belum lunas lagi"Rangga menyahut tak kalah sewot.
Kevin hanya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal,memang benar yang di katakan oleh Rangga.
"Eh Ngga,gue ada berita panas nih,fresh from the kompor"bisik Kevin dengan penuh semangat.
"Ogah, gue gak minat ama berita nggak bermutu dari elu,palingan berita jumlah janda baru yang bertambah karena di tinggal pergi ama laki nya "jawab Rangga asal.
"Ish bukan itu bro,ini berita tentang tunangan CEO kita ..."bisik Kevin lagi dengan serius.
"Tuan Devon maksud lu,kenapa memangnya dengan dia?"
Tanya Rangga yang sungguh hatinya mulai tergelitik dengan teka-teki teman nya yang sangat up to date melebihi CCTV.
"Gue lihat kemaren tuan Dev,jalan sama wanita berseragam dokter bro,wanita cantik berkulit putih dan rambut hitam lurus tergerai wah ...sungguh bagai bidadari dari kahyangan,tapi tenang ,posisi yang tercantik tetap di pegang oleh sang CEO kesayangan kita ,nona muda Shanum"kalimat Kevin menuturkan hasil pengintaiannya yang lebih pas jika di samakan dengan orasi para mahasiswa karena nada bicara yang penuh semangat.
__ADS_1
Rangga hanya dapat menelan salivanya yang terasa pahit,geram rasa hatinya kini,begitu tega tuan Devon menghianati Shanum,meski itu hanya sekedar jalan, tapi sungguh Rangga merasa tak rela jika ada yang menyakiti hati Shanum.
"Ngga,kenape lu ?nape diem-diem bae ,apa kesambet jin bisu"tanya Kevin kesal melihat Rangga yang hanya terdiam tanpa menanggapi berita yang ia patenkan sebagai hotnews minggu ini.
"Hmm sebaiknya lu jangan dulu menyebarkan berita yang belum tentu benar ini Vin"ujar Rangga bijak.
"Eh toge geprek ...emang lu anggap teman terbaik lu ini emak-emak berdaster yang kalau sudah bersabda ngalahin pedasnya cabe satu karung,ya enggak lah,mana mungkin gue koar-koar nyebarin berita gak bermutu ini"Jawab Kevin penuh semangat.
"Yaaa kali aja lu khilaf"Rangga berucap santai,sebenarnya dadanya sedang bergemuruh menahan amarah di hatinya,ingin rasanya saat itu juga ia interogasi tuan Devon tentang kebenaran berita itu.
"Sudahlah,mau tidur gue,udah sepet nih mata"Rangga berucap sambil melangkah ke kamarnya mencoba menenangkan suasana hatinya.
Rangga melihat kontak Shanum,dan terlihat kalau ia sudah off beberapa menit yang lalu.
Ingin sebenarnya ia menghubungi Shanum meski hanya sekedar menanyakan kabarnya,namun ia tak ingin mengganggu istirahatnya dan lagi pula alasan apa yang akan ia katakan jika Shanum menerima panggilannya sedangkan tadi ia sudah menghubunginya yang ternyata saat ini ia sedang berada di mansion tuan Hardy.
__ADS_1
"Semoga hatimu sedang baik-baik saja saat ini Sha"gumam hati Rangga lirih.