
Entah kenapa perasaan rindu yang terasa sangat menyiksa hatinya ,harapan dapat bersua kembali seakan begitu berat ,Shanum bagai di telan bumi .
Meski ia berada dalam satu gedung namun tak pernah sedetikpun ia dapat melihat wajah yang begitu ia rindukan .
Perasaan yang jauh berbeda saat ia menjalin kasih dengan orang lain ,rasanya tak sesakit ini Rangga menahan rindu bertemu dengan sang pujaan hati .
Setiap hari setiap kesempatan ia selalu melihat lift atau pun lobi perusahaan ,berharap dapat melihat wajah cantik itu walau hanya sekilas agar dapat terobati rasa rindu yang mendera nya ,rupanya tiap waktu makan siang Shanum memerintahkan sang asisten untuk membelikannya makan hingga ia tak perlu lagi susah-susah ke kantin karena kesibukannya.
Rangga menghela nafas berat ,hari ini pun serasa hampa seperti hari-hari kemaren saat ia tak lagi dapat bertemu dengan sang CEO pujaan.
"Kenapa rasa rindu bisa sesakit ini,nafasku seakan sesak ,karenamu nona muda "
__ADS_1
Rangga menghela nafas berat ,himpitan beban di hatinya membuatnya seakan tak memiliki asa untuk kisah cintanya .
Meski berat dan sakit tapi ia harus dapat menerima ketetapan ini,bahwa kisah cintanya akan kembali berakhir luka meski ia pun belum memulainya ,bukan karena keadaan Rangga akhirnya menyerah ,semua karena prinsipnya ,ia tak akan pernah merebut milik orang lain ,dan Rangga sadar itu sejak semula ,saat mengetahui jika orang yang berhasil membuat cintanya kembali bersemi adalah wanita yang tak akan pernah ia miliki ,jika harta dan tahta merupakan salah satu alasan lain tetapi gadis itu telah menjadi milik pria lain dan semesta pun merestuinya .
Kini iapun harus menetapkan hatinya ,meski dalam diam ia hanya dapat menyimpan rasa itu tanpa berharap akan terbalaskan .
Motor Rangga melaju dengan kecepatan sedang ,menuju apartemen Devon .
Meski waktu dan tenaga terkuras namun setidaknya ia dapat mengalihkan perhatiannya yang selalu terbayang dengan Shanum dan sedikit demi sedikit akan berkurang dan beralih fokus pada pekerjaan yang tentunya akan menguras tenaga dan pikirannya .
D'Dev nama tim yang Devon ciptakan ,Saka dan Nico tengah serius dengan tugas masing masing ,sementara meja Devon tampak kosong ,ternyata setelah menghubungi Rangga ,Devon berangkat ke bandara untuk pergi ke negara x karena pagi tadi Dirga sang ayah memintanya untuk memeriksa perusahaannya yang sudah beberapa hari ia tinggalkan ,meski situasi sudah kondusif dan di tangani seorang asistennya yang cerdas dan cekatan tetap saja Dirga selalu meminta Devon untuk mengeceknya secara berkala .
__ADS_1
Tanpa membuang waktu lama Ranggapun memulai tugas yang telah di berikan oleh Devon ,sebelum keberangkatannya ia telah menitipkan pesan pada Saka ,tugas yang harus Rangga kerjakan .
Di tengah kesibukannya ,sempat terbersit pertanyaan keberadaan Shanum yang beberapa hari ini tak di jumpainya ,apakah ia ikut pergi bersama Devon mengunjungi calon mertuanya ?.
Denyutan di dadanya terasa ngilu saat membayangkan Shanum dan Devon saling tertawa bercanda dengan kedua orang tua yang mungkin tak lama lagi resmi menjadi mertua Shanum .
Rangga menggelengkan kepalanya dengan cepat seakan ingin melepaskan himpitan yang tengah bersemayam dalam pikirannya dan selalu mengganggu setiap aktifitasnya .
Saat ini ia hanya ingin menuntaskan semua pekerjaannya dengan segera dan pulang secepatnya ke rumah kontrakan dan tidur dengan nyenyak .
Rangga melangkah keluar dari lobi apartemen Devon ,beberapa jam berkutat di depan laptop membuat matanya terasa sepat .
__ADS_1
Dengan laju perlahan Rangga keluar dari area apartemen namun sudut matanya menangkap bayangan motorsport melintas dan memasuki area parkir sebuah apartemen dengan cepat, ingatannya kembali terbayang dengan Shanum ,motor dan sang pengendara yang telah ia kenal dengan baik .
"Benarkah itu kamu Sha "