
Kedua mata David mengerjap cepat, benarkah apa yang di lihatnya saat ini, ia ayunkan langkahnya ragu ke arah sosok wanita yang tengah tertunduk dengan beberapa gelas yang sudah tampak kosong di hadapannya.
Namun langkahnya tertahan, seorang pria bertampang setengah bule mendekati Linda.
"Ayo lah babe, sudah cukup kau habiskan beberapa gelas minuman itu."
Pria setengah bule merangkul Linda dan menuntunnya pergi.
"Aahhk lepas, biarkan aku sendiri, jangan ganggu aku" teriak Linda sambil mengibaskan tangannya.
"No babe, kita pulang sekarang lihatlah kau sudah tak mampu berjalan sendiri, ayo ku antar kau ke apartemenmu."
"No peter, aku mau menghabiskan malam ini dengan berjoged di sana" tunjuknya pada arena panggung di mana para penari masih menggoyangkan tubuhnya dengan erotis.
Peter menatap Linda dengan kesal, wanita yang sungguh keras kepala, pikirnya.
Linda melangkah dengan terhuyun ke arah para penari dan membaur dengan mereka, lekukan tubuh Sexy nya bergoyang indah seirama dengan alunan musik, sudah tentu membuat perhatian pengunjung teralih padanya.
Tubuh putih mulus dengan bibir sexy yang sedang berjoget mengiringi alunan musik cepat.
Sikapnya yang cuek dengan sekitarnya, bahkan ia merasa sedang menari seorang diri di tengah arena dansa.
Meliukan tubuh dengan penuh percaya diri atau mungkin tingkat kesadaran yang entah sudah terbang ke mana.
Satu jam berlalu, kini tenaga Linda mulai terkuras, keringat membasahi kening dan bajunya.
David hanya diam menatap dari tempatnya duduk, ada desiran panas di dada saat pria yang Linda panggil dengan nama'Peter' tersebut merangkul tubuhnya.
Dengan sabar David terus mengamati tingkah Linda dari tempat duduknya.
Ia pun ikut bangkit saat Linda melangkah tertatih ke luar dari bar.
Peter yang ternyata sudah menunggu di pintu keluar, menyambut Linda dan menuntun ke arah mobil.
Tangan David meremat kemudi dengan keras, beberapa kali ia hampir kehilangan jejak, untung saja apartemen Linda tak terlalu jauh dari bar.
David turun perlahan dan dengan hati-hati mengikuti langkah Peter yang memapah Linda ke dalam Lift.
Sepersekian detik sebelum panel lift tertutup David dengan cepat melesatkan tubuhnya masuk, kini ketiga manusia tersebut berdiri dalam satu ruangan lift.
Masih terlihat belum stabil badan Linda, jika tak di jaga oleh dua tangan kokoh Peter yang memegang bahunya.
Desisan lirih keluar dari mulut Linda.
__ADS_1
Ting.
Peter dengan me mapah tubuh Linda keluar dari pintu lift di susul david yang masih menjaga jarak agar pria itu tak curiga dengan keberadannnya.
Dengan lancar Peter memencet tombol kode apartemen Linda.
Cih rupanya kau sering mengajak para lelaki ke kamarmu bu Linda, geram David kesal.
Tak membutuhkan waktu lama bagi David untuk ikut masuk ke kamar apartement Linda.
Peter yang masih dengan tangan memapah Linda tak menyadari jika saat ini ada tamu tak di undang yang ikut masuk ke dalam.
Perhatiannya yang terfokus pada Linda membuat David bisa dengan mudah menyelinap dan bersembunyi di balik pot besar berisi tanaman viral yang memiliki daun lebar namun banyak lubang di tengahnya.
Tubuh David membungkuk agar dapat tersamar dengan pot besar di samping pintu masuk.
Peter memapah Linda lalu membawanya ke kamar tidur Linda.
David merasa dadanya bergemuruh panas, apa yang akan terjadi jika mereka berdua dalam satu kamar , apalagi dengan tubuh Linda yang tengah tak berdaya.
Namun hati David mencelos saat di dengarnya langkah kaki keluar dari kamar.
"****...sialan, andai saja kau tidak sedang halangan, sudah ku makan kau Linda, sudah lama aku menunggu kesempatan ini" suara Peter terdengar menggerutu kesal.
Braakkk.
Dari bar memapah dan menuntun Linda dengan sabar hingga sampai ke apartement berharap akan terbayar dengan ******* nikmat saat ia berhasil menggauli wanita sexy tersebut.
Namun ia harus menelan pil kekecewaan saat ternyata Linda sedang masa periode hingga Peter tak dapat melampiaskan hasratnya.
David tersenyum masam di balik persembunyiannya.
Langkah peter yang langsung memasuki kamar Linda memudahkannya untuk bersembunyi di dapur apartemen yang bersebelahan dengan kamar.
Kini David bernafas dengan lega setelah kepergian Peter.
Perlahan langkahnya ia ayunkan mengarah kamar di mana Linda kini terbaring.
Ceklek.
"Oh ****.." umpatnya sambil mengalihkan wajah.
Tubuh Linda kini polos terbaring di kasur hanya tersisa kain segitiga pembungkus bagian inti tubuhnya.
__ADS_1
Jantung David kini berdebar kecang, kedua tangannya mengepal keras, melihat tubuh wanita itu polos darahnya seakan mendidih.
Jika saja saat ini Linda sedang tidak dalam masa periodenya sudah tentu Peter dengan leluasa bisa menggaulinya.
Brengsek lu Peter, suatu saat gue akan buat perhitungan sama elu.
Umpat David dalam hati, di ambilnya kain penutup dada dan memasangkannya perlahan, meski ia pernah melalui malam dengan Linda namun melihat tubuh putih polos yang begitu menantang adalah sebuah godaan yang maha dahsyat bagi David.
Tangannya tremor tak henti, keringat dingin keluar membasahi keningnya.
"Huff" hembusan nafas panjang akhirnya keluar dari mulutnya setelah semua kain terpasang ke seluruh tubuh Linda.
Dengan selimut halus ia menutup tubuh Linda yang masih tergolek dengan nafas teratur.
Tangan David terjulur, membenahi anak rambut Linda yang menutupi keningnya.
Kenapa kau selalu membuat ulah bu Linda, kau selalu membuat jantungku berdebar kencang, kau memang tak memiliki perasaan padaku secuilpun, tapi tahukah kau, sejak malam itu entah kenapa hati ini selalu terusik, sehari aku tak melihatmu rasanya hidupku hampa, jika sesuatu terjadi menimpa dirimu seakan duniaku berhenti berputar, dan saat kau ada di hadapanku seperti saat ini, aku ingin selamanya menjadikanmu miliku.
David menatap wajah Linda intens, wanita yang telah ia renggut mahkotanya, dan wanita yang telah diam-diam menempati hatinya.
Cupp.
Perlahan bibir David mendarat dengan lembut di puncak kepala Linda.
Di usapnya rambut lembut yang tergerai indah dan jatuh menutupi sebagian pipi halusnya.
Kenapa kau selalu ada dan mengganggu pikiranku, kenapa hatiku selalu berdebar tak menentu saat kau menatap lelaki lain.
"Eeuuuughhh" lenguhan Linda membuat David cepat menarik tangannya.
"Gghooekkk" tubuh Linda terangat saat rasa mual dalam perutnya bergejolak.
Cairan berbau alkohol tercium saat mulut Linda memuntahkan seluruh isi perutnya.
Tak perduli dengan tubuh basah Linda yang terlihat menjijikan, David berjongkok dan memiringkan tubuh Linda agar jika ia akan memuntahkan lagi minuman tersebut tak membuatnya tersedak yang akan membahayakan dirinya.
"Ghooekh."
"Haisshh, akkhh"
David menutup hidungnya saat Linda kembali memuntahkan sisa minuman yang masih ada di perutnya.
Tanpa rasa jijik, kembali David membuka dres Linda, dan dengan telaten ia pun membersikan lantai dengan kain pe ngepel yang tersimpan di gudang kecil di samping kamar mandi.
__ADS_1
David menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Susah payah ia tadi memakaikan bajunya, kini ia terpaksa membukanya lagi setelah dres itu basah oleh cairan yang keluar dari mulutnya.