
Rangga mengusap air mata yang menetes dan membasahi pipi halus Shanum ,ia tak ingin melihat pipi halus itu basah karena airmata ,Rangga tak perduli entah apa selanjutnya ,ia juga tak perduli jika gadis yang tengah berada dalam pelukannya adalah milik orang lain.
"Janganlah menangis ,itu sangat melukai hatiku "Rangga menatap Shanum yang masih berada dalam dekapannya tangannya kembali mengusap dengan lembut air mata yang masih terus mengalir .
"Ahhh "teriak Shanum kaget saat topi yang di pakainya terlepas karena terpaan angin yang kuat ,dengan cepat Shanum menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rangga detak jantung Rangga terdengar jelas .
"Tutuplah wajahmu ,akan ku ambil topi itu"bisik Rangga lalu melerai pelukannya dan melangkah mengambil topi Shanum .
"Tetaplah tersembunyi agar aku dapat terus bersamamu "bisik Rangga sambil memakaikan topi di kepala Shanum .
Shanum memandang Rangga,tak percaya rasanya saat Rangga mengutarakan isi hatinya .
Rangga memandang sekeliling danau lalu meraih tangan Shanum dan menuntunnya untuk kembali duduk di kursi semula.
"Maafkan atas kelancanganku ,memang tak sepantasnya jika aku menyukaimu apalagi sampai mencintaimu ,tapi entah kenapa akutak bisa membunuh perasaan ini ,berulangkali kucoba untuk melupakanmu,untuk menjauh darimu tapi aku tak bisa Sha ...sungguh maafkan aku "Rangga menatap Shanum tajam .
__ADS_1
"Sekarang lega rasanya hati ini setelah kau tahu semua yang aku rasakan ,aku tak berani berharap akan sesuatu yang tak akan terwujud ,biarlah semua berjalan seperti seharusnya ,yang harus kau tahu ,aku akan selalu melindungimu dengan seluruh jiwa ragaku jika kau merasa gundah ...aku akan selalu ada untukmu "Rangga meraih tangan Shanum dan menggenggamnya erat.
Shanum membenamkan wajahnya kembali ke dada bidang Rangga ,entah kenapa hatinya begitu bahagia ,berada dalam dekapan Rangga membuatnya merasa nyaman ,perasaan yang tak pernah ia rasakan saat berada dalam pelukan Devon .
Rangga mengusap rambut Shanum dengan lembut ,ia cium puncak kepala gadis yang begitu di cintainya .
Malam kian larut dan Rangga melajukan motornya pelan di belakang motor Shanum untuk kembali pulang ke apartrmen ,bibirnya kembali tersenyum saat kembali mengingat debaran jantungnya yang tak menentu saat memeluk Shanum dan mencium puncak kepalanya ,wangi rambut dan tubuhnya begitu menggoda ,ingin rasanya terus memeluknya sepanjang waktu .
Dadanya yang selama ini bagai terhimpit batu kini terasa begitu lega ,perasaan yang ia pendam dan tersimpan dengan rapat semua telah ia ungkapkan meski tak berharap terbalas setidaknya perasaannya telah terungkap .
Ranggapun melajukan motornya ke arah rumah kontrakannya ,jalanan mulai terasa sepi ,purnama sedikit tertutup awan namun sinarnya masih tampak terlihat.
Rumah tampak sepi saat Rangga memasukkan motornya di garasi ,rupanya Kevin belum pulang ,karena di garasi tak terlihat motornya .
Merasa kantuk belum menyapanya ,Ranggapun memutuskan untuk duduk menikmati malam di teras depan rumahnya ,dengan segelas minuman jahe hangat .
__ADS_1
Terdengar deru suara motor mendatanginya ,Kevin dengan senyum smirk menghampirinya setelah memarkirkan motornya di garasi .
"Sepertinya ada yang tengah berbunga-bunga nih ?"Kevin menghampiri Rangga yang tengah menatapnya heran tak mengerti apa yang Kevin maksud.
"Apa kau tak ingin berbagi kebahagiaan yang kau rasakan Ngga?"Kevin menatap Rangga dengan intens .
"Kalau ngomong yang jelas Vin "Rangga tampak sewot .
Kevin mengambil sesuatu di kantong celana pendeknya .
"Bisa kau jelaskan poto ini "Kevin menunjukan layar ponselnya .
Rangga seakan membatu saat melihat tangkapan kamera di ponsel sahabatnya itu,poto dirinya yang sedang memeluk Shanum dengan begitu erat.
💚💚💚💚💚💚💚
__ADS_1
Tolong kasih imunnya dong biar outhor semangat lagi up nya makasih 😘😘😘