
Linda dengan hati gundah keluar dari kamarnya di mansion, sengaja Lefrant menyuruhnya untuk tinggal di mansion.
Waktu menunjukan pukul enam tiga puluh menit.
Dengan memoles wajahnya sederhana, dan gaun berwarna nude yang agak tertutup Linda sudah siap menyambut calon suami yang akan melamarnya.
Berkali-kali ia panjatkan do'a agar acara lamaran berjalan lancar, meski bagaimana pun hatinya berdebar-debar menanti sang pujaan hati untuk meminangnya.
Begitupun Lefrant, matanya beberapa kali tertuju ke arah pintu masuk dan melirik jam di pergelangan tangannya.
"Hah, mungkin dia memang pengecut" umpat Lefrant kesal karena sudah jam tujuh lewat sepuluh menit namun calon suami Linda dan kedua orang tuanya belum juga datang.
"Tunggulah dulu kak, mereka pasti datang" ucap Linda mencoba menenangkan sang kakak.
"Kalau sampai dia malam ini tak datang padaku, maka jangan harap esok pagi ia masih bisa bernafas" hardik Lefrant.
Linda pun tak bisa memungkiri, hatinya sungguh berdebar-debar, apakah benar David mengingkari janjinya.
Kedua kakak beradik itu pun saling pandang saat terdengar deru suara mobil memasuki mansion.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan di pintu masuk.
Dan empat pria bertubuh tegap dan berwajah tampan, memasuki ruangan.
Satu di antara mereka terlihat tegang.
Lefrant menyipitkan matanya, ia mengenal wakil dari CEO wijaya corp,yang tak lain adalah Rangga, dan dua orang lagi memiliki wajah kembar.
Jika di lihat mereka tampak seumuran, lalu di mana orang tua David, tanya Lefrant namun hanya di hatinya.
Rangga tersenyum ramah dan mengulurkan tangan untuk bersalaman, meski tampak dingin Lefrant pun menyambut uluran pimpinan Wijaya Corp, dan tiga pria lain.
Danu dan Dika yang merasa aura ketegangan pun tampak kikuk.
"Silahkan duduk" perintah Lefrant.
"Maaf, sebelumnya perkenalkan saya Rangga, dan dua kembar ini, Danu dan Dika."
Danu dan Dika mengangguk ramah.
__ADS_1
"Kami datang ke mari karena ada keperluan dengan Pak Lefrant dan Bu Linda, saya sebagai wakil dari kedua orang tua David, ingin mengutarakan maksud kedatangan kami yaitu untuk melamar adik pak Lefrant, Bu Linda" jelas Rangga tenang.
Lefrant menghela nafas berat.
"Maaf sebelumnya, yang saya tahu saudara David masih memiliki kedua orang tua kandung jadi kenapa kalian yang datang untuk melamar adik saya, bukan maksud saya tak menganggap kehadiran Pak Rangga tak berarti namun saya hanya ingin melihat kesungguhan saudara David untuk meminang adik saya dengan membawa kedua orang tua tanpa di wakilkan" ucap Lefrant tegas.
"Maaf Pak Lefrant, seperti yang kita ketahui, selama ini David hidup dan tinggal di negara ini tanpa kedua orang tuanya, mereka berada di xx untuk mengurusi pekerjaan dan bisnis mereka, dan karena David sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri, maka saya mohon berilah kami ke.."
"Tidak, aku tak akan memberikan adiku pada lelaki yang tak bisa membahagiakannya, kedua orang tuanya saja tidak perduli padanya apalagi pada menantu dan cucunya kelak" ujar Lefrant sedikit meninggi kan nada bicaranya.
"Kak, ku mohon jangan kau persulit mereka kak" Linda berbisik sedih.
"Apa kau akan tetap menikah dengannya sementara kelaj kau tak di terima oleh kedua orang tuanya hah?" hardik Lefrant.
Suasana kini semakin tegang.
"B bukan begitu Pak Lefrant, sebenarnya saya pun akan meminta pada Papa dan Mama untuk melamar Linda, tapi waktu yang Pak Lefrant berikan batasnya hanya sampai malam ini, jadi mana mungkin mereka bisa datang dengan waktu yang begitu mendadak" jelas David.
"Itu berarti kau tidak bersungguh-sungguh dalam melamar adiku, kalian bisa menyewa pesawat pribadi jika memang benar-benar ingin datang tepat waktu, banyak jalan yang bisa di tempuh Vid, jadi jangan bilang kalau kau hanya setengah hati untuk memiliki adikku menjadi istrimu heum?."
David mencelos, rupanya calon kakak iparnya itu sungguh keras kepala.
"Kak" wajah Linda semakin pucat, ia tahu sikap keras hati kakaknya itu, jika sudah memberi keputusan maka mustahil akan bisa merubahnya.
"Mungkin mereka memang tak di takdirkan untuk bersatu" ucap Lenfant dingin.
"Bagaimana jika aku atas nama kedua orang tua David yang meminang adikmu?.."
Kalimat tegas dengan suara berat dan berwibawa tiba-tiba memenuhi ruangan.
Semua mata kini tertuju pada sosok yang tengah berdiri di pintu masuk mansion.
Flash back on.
Shanum yang baru mematikan panggilan vidio bersama Linda tampak termenung.
"Ada apa Sha, apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Hardy yang baru datang.
Shanum memandang sang Ayah sekilas, Hardy begitu peka dan perhatian padanya, apakah ia akan mengabulkan keinginannya jika ia meminta tolong padanya, batin Shanum.
__ADS_1
"Ayah?"
"Heum."
"Aku mau minta tolong pada Ayah."
"Katakan lah, akan ku lakukan jika memang ayah bisa."
Shanum tersenyum menatap wajah cinta pertamanya, lalu menceritakan semua yang terjadi antara Linda dan David asisten Rangga.
Tentang kesalahan satu malam yang akhirnya berbuntut panjang, dan setelah mendengar cerita bagaimana tegas dan keras hati Lefrant maka Shanum pun sedikit goyah jika suaminya bisa mengatasi masalah David.
"Baiklah, nanti malam kita berangkat bersama ke kediaman Lefrant, sekalian Ayah pun ingin kenal lebih dekat dengan pria bertangan dingin itu."
Shanum pun berlari merengkuh sang ayah dalam pelukannya.
"Terima kasih Yah" ucapnya bahagia.
Flash back off.
"Ayah" ucap Rangga dengan mata membulat melihat ayah mertuanya sudah berdiri di depan pintu mansion bersama dengan Shanum yang tersenyum manis ke arahnya.
"Maaf saya datang tidak di undang, bolehkah saya masuk?" tanya Hardy tenang dan hangat.
Semua mata tertuju ke arah mereka.
Lefrant memandang Hardy lekat, pria berwajah teduh dan berwibawa, membuat banyak orang segan padanya, memiliki nama besar yang banyak di kagumi oleh banyak orang, siapa yang tak kenal Hardy Wijaya, pendiri sekaligus pemilik perusahaan besar Wijaya corp.
Dan sosok Shanum yang di sebelah Hardy pun menarik perhatian Lefrant, wanita cantik dengan sejuta pesona, bahkan banyak para lelaki yang bertekuk lutut padanya.
Masih ingat di memorinya saat Daren sahabat karibnya berkeluh kesah tentang cinta sucinyq yang harus kandas karena ia telah di miliki oleh pria lain.
Dan Lefrant masih ingat wanita yang membuat Daren si pria berhati dingin akhirnya mencair, namun terpaksa harus menghapus angannya, dialah putri Hardi Wijaya, Shanum Samantha Wijaya.
Hati Lefrant bergesir hebat, ternyata wajah asli dengan foto lebih cantik wajah dalam dunia nyata.
Matanya yang indah dengan bibir mungil dan, ah perutnya yang membuncit sudah jelas, wanita cantik itu tengah hamil.
Lefranta hanya bisa menelan salivanya, sungguh beruntung pria yang berhasil mendapatkannya, gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Kak, kak Lef.." bisik Linda yang melihat sang kakak tampak masih dalam mode terdiam membeku memandang kedua sosok di hadapannya, lebih tepatnya sang kakak tengah memandang tajam ke arah Shanum.
Rupanya kulkas tiga pintu sudah mencair, tapi sayang, terlambat, batin Linda haru.