Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Apa Yang Tersembunyi


__ADS_3

Rangga hanya terdiam dan menyimak apa yang Shanum tuturkan ,rupanya tuan Hardy belum memberitahukan bahwa ia telah datang menemuinya kemarin malam,hingga kali ini pun Shanum masih menanyakan kapan Rangga memiliki waktu luang untuk bertemu dengan Ayah Hardy .


Rangga melihat sekilas lewat sudut matanya ,tampak bungkusan transparan berisi beberapa obat ,yang mungkin itulah obat-obat yang di maksud Tuan Hardy untuk pemulihan staminannya .


"Sudah kau minum obat mu Nona?"tanya Rangga tiba-tiba ,membuat Shanum seketika terbungkam ,rupanya pria di hadapannya itu sama sekali tak memperhatikan semua yang ia katakan bahkan kini dengan tenangnya mengajukan pertanyaan padanya tanpa rasa berdosa sedikitpun karena telah mengacuhkannya .


Pandangan Shanum beralih ke arah meja kerjanya di mana bungkusan obat yang memang belum sempat ia minum, padahal waktu makan siang telah lewat satu jam yang lalu.


Shanum hanya menghela nafas panjang ,hatinya merasa kesal .


"Akan ku minum sebentar lagi "jawabnya singkat .


"Minumlah sekarang ,karena ini sudah waktunya "Rangga melangkah menuju meja di mana bungkusan obat itu berada ,lalu mengambilnya .


Shanum masih terpaku saat Rangga dengan teliti memilah obat dan vitamin yang harus di minum sehari tiga kali atau sehari hanya sekali .


"Minumlah sekarang "tangan Rangga menyodorkan segelas air bening dan obat yang harus di minum ke arah Shanum .

__ADS_1


Dengan enggan Shanum menegak minuman dan obat yang sebenarnya sungguh tak di sukainya .


Andai saja ia tega melihat wajah kecewa Rangga ,tentu akan ia tolak obat itu .


Entah kenapa perutnya akan terasa sangat mual jika obat yang ia telan telah memasuki tenggorokannya ,seperti saat ini pun seketika perutnya terasa bergejolak dan hendak memuntahkan obat yang baru saja ia telan .


Rangga terlihat panik saat Shanum menutupi mulutnya karena hendak memuntahkan isi perutnya .


"Tahan Sha ,jangan kau muntahkan obat itu "Rangga memijit tengkuk Shanum dengan lembut ,akan sia-sia jika obat itu di muntahkannya kembali,pikirnya .


"Jangan makan apel itu dulu "ucapan Rangga menahan tangan Shanum untuk meraih buah apel yang memang selalu tersedia beberapa macam buah di meja kantornya .


"Kenapa ,aku ingin makan buah biar mual di perutku berkurang Ngga "Shanum menatap heran pada pria di depannya .


"Boleh kau makan apel itu tapi tunggu setidaknya beberapa menit dulu "jawab Rangga dengan sabar ,karena yang ia tahu ,apel merupakan salah satu buah yang tidak di anjurkan di makan setelah minum obat .


Shanum hanya terduduk kesal dan terpaksa ia harus menahan rasa mual yang kini perutnya rasakan ,namun hatinya menghangat karena menyadari bahwa Rangga tampak begitu perhatian padanya.

__ADS_1


Perasaan yang tiba-tiba membuat hatinya menghangat saat mendapat perhatikan dari seorang pria membuat Shanum tersenyum bahagia ,bahkan rasa itu tak pernah ia rasakan saat Devon pun sering memberikan perhatiannya sebagai seorang tunangannya .


Drrttt drrttt


Tiba-tiba terdengar ponselnya bergetar karena ia menaruhnya di atas meja kerja yang berada tak jauh darinya .


Tatapannya terpaku pada layar ponselnya ,satu nomor yang tak di kenal mengirimkan beberapa foto yang membuatnya tertegun .


Terlihat mereka berinteraksi begitu dekat ,bahkan tampak satu foto di mana sang wanita memegang bibir sang pria ,jas putih yang menandakan bahwa sang wanita adalah seorang dokter yang berwajah cantik dengan rambut hitam tergerai sebahu .


Wajah yang pernah ia jumpai beberapa hari yang lalu .


"Sha ,..."panggilan Rangga rupanya tak dapat mengalihkan perhatian Shanum yang masih fokus pada layar ponselnya .


Rangga melangkah mendekat ,namun dengan gerakan cepat Shanum mematikan layar ponselnya,senyumnya mengembang manis membuat pria yang memandang pasti terpesona ,namun kali ini Rangga menangkap satu kepalsuan dari senyum itu .


"Apa yang sedang kau sembunyikan Sha".

__ADS_1


__ADS_2