
"Malam nona"sapa Rangga dengan senyum di buat semanis mungkin .
"Ini bukan di kantor Ngga,nggak usah pake nona laah"pinta Shanum yang tak ingin membuat Rangga canggung dengan jabatannya sebagai seorang CEO.
"Ehm baiklah Sshaa"meski masih merasa sungkan akhirnya Rangga mengikuti keinginan gadis cantik di depannya ,membuat wajah Shanum seketika tersenyum senang .
Tap tap tap
"Sudah lama kau Ngga?"Hardy muncul dari pintu ,sengaja pria paruh baya itu menyempatkan waktu akhir minggunya untuk bertemu dengan karyawan kesayangannya dan berpakaian casual agar Rangga tidak melihat sisi Hardy sebagai orang yang berkuasa di perusahaan tempatnya bekerja .
"Belum begitu lama tuan "jawab Rangga singkat ,meski hardy sudah memintanya agar Rangga tidak memanggilnya dengan sebutan 'tuan' namun tetap saja pemuda itu memanggilnya tak dapat memenuhi peeintah tuan besar Hardy,dan pria oaruh baya itupun tak dapat memaksakan kehendaknya .
"Apa pacarmu tidak marah jika malam minggu mu terganggu ?"tanya Hardy karena merasa heran jika biasanya anak muda menghabiskan waktu weekendnya bersama pacar atau pasangan tapi tidak dengan Rangga yang tetap menikmati waktu akhir minggunya dengan tanpa pasangan di sisinya .
__ADS_1
"He he he orang seperti saya tidak ada yang mau tuan "Rangga menjawab dengan senyum masam ,teringat ketika cintanya di hianati oleh kekasihnya hanya karena sang lelaki lebih berharta dari Rangga .
"Sudahlah Ngga buat apa punya pasangan kalau hanya untuk saling menyakiti "Shanum menimpali ucapan papah Hardy ,karena tak ingin melihat Rangga kembali mengingat luka hatinya .
"Pasangan siapa Sha ?"tanya Hardy heran melihat putrinya menjawab pertanyaanya dengan ketus .
"Ehhh hmmm maksudnya mending nggak punya pasangan tapi hati senang daripada ..ah tau lah,papah ngapain sih datang-datang malah ngomongin pasangan "Shanum merasa kikuk karena hatinya ikut merasa geram pada mantan Rangga .
Akhirnya acara makan malam pun selesai setelah mereka menghabiskan hidangan yang sengaja para pelayan siapkan atas perintah Hardy karena ada tamu istimewa.
Rangga merasa tak ada perbedaan antara dirinya yang berasal dari kelas bawah dengan Shanum yang dari kalangan atas dan memiliki segalanya.
Canda tawa merekapun mengalir dengan hangat .
__ADS_1
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat ,pukul sepuluh lewat lima belas menit Rangga pun mohon pamit .
Hardy pun melepas kepergian pemuda yang diam-diam membuatnya kagum itu setelah memerintahkan Shanum untuk memberikan paperbag yang telah disiapkan untuk Rangga.
"Terimalah Ngga ,buka lah nanti sesampainya di rumah "
"A apa ini tuan ?"Rangga tampak ragu menerima paperbag dari tangan Shanum yang menyerahkan dengan bibir tersungging senyum manis .
"Hanya hadiah kecil ,kuharap kau mau menerimanya dan gunakanlah sebaik-baiknya "pesan Hardy ,membuat Rangga bertanya -tanya apa isi paperbag itu yang terasa sedikit berat .
"Baiklah tuan ,terima kasih banyak atas hadiahnya ,akan saya terima dan gunakan sebaik-baiknya "jawab Rangga yakin ,meski tak tahu benda apa yang di berikan lelaki paruhbaya mantan bosnya itu .
Shanum melangkah mengikuti Rangga ke arah garasi besar milik keluarganya ,di mana sepeda motor Rangga terparkir,entah kenapa saat bersama pria ini Shanum merasa hatinya sangat nyaman,bahkan dengan bu Hana dan Ardi ,jika saat berkumpul Shanum merasakan kehangatan keluarga yang selama ini tak pernah ia rasakan setelah kematian mamah nya ,hati kecil Shanum merasa bahagia meskipun kehidupan mereka sangat sederhana,Shanum merasa iri dengan Rangga dan Ardi karena mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu seperti Hana,wanita yang begitu penyayang bahkan pada dirinya yang baru beberapa hari mengenalnya ,bu Hana mencurahkan kasih nya dengan tulus .
__ADS_1
"Rangga ajak aku ke rumah ,aku kangen pada ibumu".