
"Hoaaammmm"Shanum menggeliatkan tubuhnya,tidur di ranjang kamar masa kecilnya terasa begitu nyaman.
Bangun pagi hari dan berada di mansion ayah Hardy sungguh membuat perasaan Shanum begitu hangat,berbeda dengan suasana apartemennya yang selalu tampak sunyi.
Kehangatan selalu ia nikmati di mansion tempat tinggal masa kecilnya itu.
Suasana dapur yang penuh dengan canda tawa tempat para bibi pelayan melakukan kegiatan masak-memasaknya,meski sang pemilik mansion tinggal seorang diri namun acap kali tuan Hardy mengundang kolega ataupun sahabat-sahabatnya untuk sekedar bertemu kangen dan berkumpul di mansion untuk menikmati hidangan makanan yang para pelayan hidangkan.
Hardy begitu dekat dengan para sahabatnya ,bahkan para mantan kliennya pun sampai saat ini,saat Hardy tak lagi menjabat sebagai CEO,masih selalu berhubungan dan saling bertukar kabar.
Shanum tampak santai menikmati sarapannya pagi ini,sengaja ia bangun lebih awal untuk melihat kesibukan para bibi pelayang yang sedang menyiapkan masakan untuk sang Nona Mudanya,beberapa menit yang masih tersisa ia gunakan sebaik mungkin untuk menikmati hidangan sarapan pagi.
Masakan rumahan yang di masak oleh bibi pelayan memang pas di lidahnya,apalagi para bibi yang memasak menu lezat dan sangat memanjakan lidahnya dengan berbagai masakan kesukaannya.
Pagi yang sempurna,pikir Shanum dengan senyum manisnya.
Drtt drrttt .
"Jangan lupa minum obatnya"meski hanya sebuah pesan singkat namun dapat membuat hati Shanum berdebar keras dan senyum manis pun terbit dari bibir mungilnya.
__ADS_1
"Iya,trima kasih selalu mengingatkan "jawab Shanum di akhiri emot hati,namun jawaban pesannya ternyata tak langsung di baca oleh sang pemilik ponsel.
"Bi,aku pamit ya..."teriak Shanum dari ruang makan karena sang bibi masih asik di dapur .
"Iya non,hati-hati yaaa..."Shanum membalas lambaian tangan para bibi pelayan sekaligus pengasuhnya dari ia kecil.
*
Rangga duduk di kursi yang berada di depan lobi,hatinya seketika berbunga indah saat di lihatnya emot cinta di akhir kalimat yang Shanum kirim.
Berulang kali ia baca pesan itu tanpa bosan,sapaan dari beberapa karyawan yang melewatinya seakan sebuah angin lalu yang sama sekali tak ia perhatikan.
Sepasang mata tampak diam-diam mengawasi gerak-gerik Rangga dengan senyum smirk di bibirnya.
"Terima kasih selalu mengingatkan mmmchuaaahhh"
Ucap Kevin yang berhasil membaca kalimat di layar ponsel yang sedang Rangga pandangi dengan mimik Wajah mengerucutkan bibirnya memperagakan sebuah ciuman bibir.
Dengan gerakan reflek,Ranggapun segera menarik tangannya dan menyembunyikan ponselnya di saju celana.
__ADS_1
"Mati gue..."umpat Rangga dalam hati.
Rangga terdiam dengan rahang mengeras,dengan tegap ia pun melangkah menjauhi Kevin yang masih tampak senyum smirk padanya.
"Katakan siapa dia,siapa ratu yang telah menguasai hatimu bro "tanya Kevin dengan nada keras lalu melangkah cepat menyusul Rangga.
"Wahh slameet slameet"Akhirnya Rangga dapat bernafas lega,setelah untuk kesekian kali Kevin memergoki nya.
Rupanya keberuntungan masih berpihak pada Rangga,karena Kevin belum mengetahui sang pengirim pesan yang baru saja ia baca.
Dengan cepat Rangga berlari menuju lift yang sesaat lagi panelnya tertutup,tinggallah Kevin yang kini kesal karena buruannya kabur dan harus menunggu beberapa saat lagi.
"Huff"Kevin menghela nafas panjang.
"Kenapa Vin,pagi-pagi muka kusut begitu"satu suara yang ia kenal menyapanya.
"Eh ehm anu Mon,kunci motorku ketinggalan masih di motor"jawab Kevin bohong lalu melangkah ke arah parkiran berharap monik mempercayai karangannya dan tak lagi mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan membosankan yang berisi semua hal tentang Rangga.
Monik hanya melihat dengan wajah tampak bingung,dari jauh ia melihat tadi Kevin tampak berinteraksi begitu kontras dengan Rangga.
__ADS_1
Jika Kevin tampak ceria bagai memenangkan sebuah lotre namun berbeda dengan raut wajah Rangga yang terlihat tegang dan mati kutu.
Monik hanya mengedikan bahunya menuju ke meja resepsionis tempatnya bekerja,bungkusan berisi makanan yang akan ia berikan pada Rangga masih di pegangnya erat,hasil kreasi masakan yang ia masak dengan sepenuh hati untuk sang pujaan.