Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Luka Lama


__ADS_3

Rangga bergegas keluar lift menuju apartemen Devon ,untuk membantu tim nya ,Devon meminta bantuan Hardy dan Rangga yang tak lain adalah orang jenius kepercayaannya yang ia turunkan untuk membantu misi penyelamatan Wijaya Corp .


Rangga terpana melihat ruangan apartemen Devon ,perabotan yang serba lux mengisi tiap sudut ruang apartemennya ,beberapa poto menghias meja sudut ruangan,beberapa poto saat Devon semasa sekolah ,mata Rangga terpaku pada satu poto besar yang terletak di dinding, di mana terpampang sepasang poto besar pria dan wanita yang menggunakan kostum pakaian raja dan ratu jaman dahulu, tentu saja wajah sang pria ia hapal betul dan itu adalah Devon ,dan wanita cantik yang berdandan bak ratu yang tak lain adalah Shanum ,hatinya tiba-tiba berdenyut nyeri .


Devon menatap Rangga sekilas ,beberapa menit pemuda gagah itu tengah terpaku melihat poto besar yang terpasang di dinding.


Poto kenangan dua tahun yang lalu saat mereka melakukan acara pertunangan dan kedua orang tua Devon meminta untuk mengabadikan moment itu .


Pakaian yang ia kenakan pun adalah permintaan dari orang tua Devon yang ingin agar sang putra tidak melupakan asal usulnya yang berdarah jawa .


"Hmm hmmm"Rangga bagai terbangun dari alam bawah sadarnya ,dan segera menuju ke arah Devon yang telah memperhatikannya dari beberapa menit yang lalu .


"Itu poto dua tahun yang lalu saat acara pertunanganku dengan Sha sha "Devon menjelaskan singkat meski tak satu patah kata pun yang Rangga tanyakan .


Rangga hanya mengangguk sekilas .


"Minumlah dan istirahat sebentar sebelum kita mulai bekerja "Devon menyodorkan minuman dan beberapa makanan kecil yang telah di siapkan oleh pelayannya tadi sebelum pulang .

__ADS_1


"Ehmm trima kasih tuan "Rangga menjawab dengan sopan .


"Hmm panggil aku Devon ,Ngga ...mulai sekarang kita satu tim dalam tim tak ada derajat yang lebih tinggi karena kita sama"Devon berkata tegas dengan tatapan tajam kearah Rangga.


"Baiklah .....Devon "Rangga menjawab dengan masih kaku.


Devonpun tersenyum dan menepuk bahu Rangga dengan akrab .


"Aku tinggal dulu sebentar ya ,badanku lengket belum mandi "


Rangga mengangguk ringan ,kembali matanya memindai ruangan luas itu,meski jarang di tempati ,namun kebersihan ruangan selalu terjaga ,terlihat dari kondisi ruangan yang rapih dan perabotan yang tampak bersih .


Pemandangan lampu kota yang terlihat sangat indah .


Baru kali ini Rangga berada di apartemen setinggi ini ,entah berada di lantai berapa iapun tak tahu karena ia tak memperhatikan saat sang satpam mengantarnya dan memencet tombol lift itu .


Dingin dan hening ,bahkan suara hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang di jalan ,tak terdengar sama sekali .

__ADS_1


"Ngga.."


Panggilan Devon membuyarkan lamunan Rangga .


"Ngelamunin siapa kau Ngga ?"tanya Devon kepo .


"Hmm tidak ,aku hanya takjub karena baru kali ini berada di ketinggian seperti ini "


jawab Rangga polos membuat Devon tersenyum .


"Kukira ada gadis yang sedang kau rindukan ,sungguh beruntung gadis itu "ujar Devon tersenyum smirk .


"Aku tak begitu beruntung dengan cinta ,mungkin karena keadaanku "Devon tertegun mendengar jawaban Rangga,yang seakan sedikit mencurahkan isi hatinya yang mengisyaratkan kalau hatinya pernah terluka.


"Siapa gadis bodoh itu Ngga?"Rangga menoleh ke arah Devon dan menatapnya heran .


"Ah ..maaf bukan maksudku menyalahkannya"Devon berucap cepat saat melihat tatapan mata Rangga yang berubah .

__ADS_1


"Dia bukan bodoh ,tapi sebaliknya"ujar Rangga kembali menatap ke depan dengan kosong ,ia tak menyalahkan Lesty yang meninggalkannya demi seorang yang baru beberapa hari di kenalnya karena lebih berharta.


__ADS_2