Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Tenanglah Ada Aku Di Sini


__ADS_3

Rangga tahu meski Shanum selalu ceria dengan wajah yang polos dan senyum manis selalu tersungging dari bibirnya tapi terkadang Rangga melihat tatapan kosong dari matanya.


"Datanglah dan berbagilah denganku Sha ,meski aku hanya sebagai pendengar setia ,setidaknya kau tak sendiri ".


Drttt drrttt .


Hampir Rangga terlonjak karena girang saat nama Shanum muncul di layar ponselnya memanggil .


"Ngga...kamu dimana,apa kita bisa ketemu Ngga?"suara pelan Shanum sedikit bergetar dari ujung telpon .


"Aku tunggu di tempat biasa "Rangga bergegas melajukan motornya tanpa berpamitan pada Kevin .


"Woy..... Ngga tunggu ,kenapa gue di tinggal, woyyy semprul "teriak Kevin yang muncul dari pintu karena mendengar suara motor Rangga berlalu pergi .


"Gue ada urusan penting Vin "Rangga melambai ke arah sahabatnya yang kebingungan .

__ADS_1


Tanpa menghiraukan apa yang melekat di badannya ,Rangga membelah kota dengan cepat .


Rupanya Shanum langsung ke resto mini setelah dari kantor ,karena biasanya gadis itu selalu memakai motorsportnya jika bepergian dari rumah.


Dengan langkah panjang Rangga menuju ke meja yang terletak di sudut resto mini tersebut .


"Sudah lama kau Sha?"tanya Rangga yang kini terbiasa memanggil CEO nya itu tanpa embel-embel Nona.


"Hmmm "jawab Shanum pendek dengan senyum maut yang membuat Rangga selalu ketar ketir dan berusaha menenangkan jantungnya yang tiba-tiba hendak lompat jauh.


"Mungkin kau harus pakai kaca mata Sha"jawab Rangga terkesan tenang namun hatinya bergemuruh ,mana mungkin ia terlihat cakep jika hanya kaos oblong dengan celana pendek jeans belel .


"Tumben kau minum coklat panas Sha ,bukankah biasanya jus buah yang kau sukai"tanya Rangga saat melihat segelas hot chocolate yang masih utuh .


"Aku lagi pengin yang manis-manis Ngga".

__ADS_1


Rangga pun memanggil pelayan lalu memesan teh panas dan nasi goreng nyemek kesukaanya .


Rangga tak ingin mengganggu Shanum yang sedang asik dengan tangannya yang tengah mengaduk minumannya .


"Ngga rupanya begitu banyak orang yang membenciku ,sebenarnya apa salahku Ngga ,kenapa mereka begitu jahat padaku?" tanya Shanum dengan mata yang mulai berkabut ,sungguh Shanum tak ingin perpecahan dalam keluarganya membuat kesehatan Hardy kembali terpuruk .


Sejak kematian istrinya ,Hardy begitu terpukul dan hanya Shanum yang kini menjadi penyemangat hidupnya ,di tengah para saudara yang terlihat menyayangi namun ingin melenyapkan Shanum secara diam-diam membuat Hardy harus melindunginya dengan segenap jiwa dan raganya .


"Tenanglah Sha ,tenangkan hatimu ,aku akan selidiki siapa dalang di balik ini semua"Rangga berusaha membuat hati gadis cantik di hadapannya tenang .


"Begitu besarkah kebencian mereka padaku Ngga,hingga mereka berusaha menyingkirkan ku dari perusahaan ini,bahkan jabatan CEO yang aku pegang belum genap tiga bulan "Air mata mulai mengalir dari sudut mata indah itu .


"Sha tenang dulu ,masalah ini pasti dapat terpecahkan tak lama lagi ,aku janji akan menemukan siapa dalangnya "Rangga meraih tangan Shanum dan menggenggamnya erat,dadanya berdesir saat tangannya menyentuh jemari lentik Shanum .


"Ngga,aku tak punya siapa-siapa lagi selain kamu Ngga,tak ada lagi tempat aku bercerita ,mereka semua tersenyum di depanku tapi mereka mencibir di belakangku "isak suara Shanum terdengar pelan ,hati Rangga begitu teriris melihat air mata itu mengalir deras membasahi wajah halus Shanum ,ingin Rangga merengkuh tubuh itu dan memeluknya erat,tak akan ia membiarkan orang lain membuatnya menangis .

__ADS_1


__ADS_2