Nona Mudaku Separuh Nafasku

Nona Mudaku Separuh Nafasku
Salahku


__ADS_3

Langkah Rangga begitu penuh semangat menuju motor matic yang di parkirnya di teras rumah kontrakan ,setelah mempersiapkan diri lahir dan batin akhirnya dengan hati mantap Rangga menjemput jodoh masa depan yang sedang menunggunya ,itulah semangat yang membuat tekad Rangga kuat dan yakin dengan impiannya .


Setelah beberapa menit akhirnya wajah yang selalu mengganggu tidurnya pun tampak, senyum manis tersungging dari bibir mungil yang selalu menggoda imannya ,dengan helm fullface yang ia tenteng di dekat pinggangnya ,tubuh ramping berbalut jaket hitam celana jeans belel ,itulah ciri khas yang tak akan ia temui di gadis lain .


Mungkin para gadis lain akan berlomba-lomba berdandan cantik dengan gaun nan anggun saat mereka pergi dengan sang pria nya ,namun berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Shanum ,ia sangat jarang memamerkan kemolekan tubuh maupun wajah cantiknya ,mungkin identitas yang ingin ia sembunyikan atau memang pakaian jenis itu yang terasa pas dan nyaman di tubuhnya .


"Hmm sudah menunggu lama kah ?"tanya Rangga lalu meraih helm di tangan Shanum dan memakaikannya di kepala gadis itu ,sekilas tatapan mereka beradu saat Rangga mengancingkan helm tersebut di kepalanya .


"Belum terlalu lama,ehm Kita akan kemana Ngga?" tanya Shanum .


"Ada tempat yang ingin aku tunjukan padamu "singkat jawaban Rangga .


Tak seberapa jauh tempat yang ia tuju ,namun Rangga sengaja mengambil jalan memutar lewat ke pinggiran kota ,hingga waktu yang di tempuh pun kini bertambah beberapa menit lebih panjang .


"Masih lama kah tujuannya Ngga?"sayup suara Shanum terdengar karena terpaan angin yang terasa kuat,membuat Rangga tak terlalu jelas mendengarnya .


"Hah ,apa?"

__ADS_1


"Apa tujuannya masih lama?"Shanum mengulang pertanyannya dengan sedikit meninggikan nadanya .


"Oh ,bentar lagi "


"Kenapa,kau cape ?"tanya Rangga .


"Nggak "bukan lelah di tubuhnya ,tapi saat ini perut Shanum sedang merasa tidak terlalu nyaman karena hari ini masa periode nya sedang datang ,perut dan pinggangnya terasa pegal dan ngilu .


Merasa aneh dengan Shanum yang beberapa kali menggeliatkan pinggang dan tubuhnya membuat Rangga pun melirik ke kaca spion .


"Kenapa Sha,kamu cape ?"kembali Rangga mengulang pertanyannya .


"Kita istirahat dulu ,"ucap Rangga tegas dan segera menghentikan laju motornya ,begitu mendengar jawaban Shanum bahwa saat ini ia merasa tak nyaman dengan perutnya ,perasaan bersalah tiba-tiba menggelayuti hatinya ,andai saja tadi ia tak mengambil jalan memutar,mungkin saat ini mereka telah sampai di tujuan .


Di depan sebuah warung kopi sederhana Rangga memarkirkan motornya , di pinggiran kota letak yang agak jauh dari pemukiman dan di kelilingi pepohonan membuat warung itu terlihat nyaman dan terasa sejuk .


Di lepaskannya Helm Shanum dengan pelan ,matanya tertegun saat melihat wajah yang tampak sedikit pucat .

__ADS_1


"Duduklah ,aku akan mencari obat untuk meredakan sakitmu " ujar Rangga seraya menuntun Shanum untuk duduk di sebuah kursi rotan yang terletak di depan warung tersebut .


Shanum hanya memandang kepergian Rangga setelah menanyakan sesuatu kepada sang pemilik warung .


"Hei kenapa aku di tinggal sendiri "suara Shanum terdengar sedikit bergetar karena menahan sakit di perutnya .


Rangga menggerakan tangannya dengan isyarat agar Shanum menunggunya sebentar .


"Minum teh hangat ini dulu non ,agar sakit perutnya sedikit reda " rupanya sebelum pergi Rangga telah memesan teh untuk menghangatkan perutnya .


"Iya bu trima kasih "jawab lirih Shanum.


Beberapa menit berlalu ,Rangga berlari kembali ke arah warung kopi dengan sebungkus plastik hitam di tangannya dan menyerahkan pada sang ibu yang punya warkop sambil berbisik pelan .


Shanum hanya melirik sekilas karena untuk sekedar menajamkan pendengarannya pun ia merasa tak bertenaga .


"Tanganmu dingin Sha"Rangga duduk dan meraih tangan halus yang begitu lemah tak bertenaga ,Rangga mengusap punggung tangan Shanum pelan ,meski tak ber efek namun ia berhadap apa yang ia lakukan dapat sedikit membuatnya merasa nyaman .

__ADS_1


Shanum melihat dari sudut matanya , apa yang pria itu perbuat ,meski hanya satu gerakan kecil yang berulang ,namun itu sungguh membuatnya nyaman dan dapat mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang menyerang perutnya.


__ADS_2